Polisi Israel membubarkan acara wisuda Universitas Al-Quds di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem) pada Senin (24/08) malam. Polisi juga menahan sejumlah mahasiswa dan akademisi Palestina.
Pasukan Israel menyerbu Khan Tankiz di Pasar Qattanin, dekat Masjid Al-Aqsa. Mereka kemudian menghentikan wisuda Universitas Al-Quds yang sejumlah mahasiswa hadiri.
Menurut keterangan dari Kegubernuran Al-Quds Palestina, aparat menahan Dr. Yusuf Al-Natsheh, Direktur Pusat Studi Al-Quds Universitas Al-Quds. Polisi juga menahan Raed Saadeh, Kepala Klaster Pariwisata Al-Quds, seniman lokal Abu Aisha, serta seorang warga bernama Hassan Al-Louzi.
Keempatnya kemudian Israel bawa ke Ruang 4 milik badan intelijen Israel untuk menjalani pemeriksaan. Pembubaran acara wisuda Universitas Al-Quds terjadi ketika Israel terus memperketat pembatasan kegiatan di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem).
Sejak mulainya agresi genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023, serangan dan penggerebekan terhadap warga Palestina meningkat di Tepi Barat. Kondisi serupa juga terjadi di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Pada saat yang sama, kekerasan yang pemukim Israel lakukan terhadap warga Palestina terus meningkat.
Pihak Palestina menilai tindakan tersebut mencerminkan upaya sistematis Israel untuk mengikis identitas Arab dan Islam di kota yang diproyeksikan sebagai ibu kota negara Palestina pada masa depan. Israel menganeksasi Al-Quds bagian timur pada tahun 1980 setelah mendudukinya pada 1967—sebuah langkah yang tidak pernah komunitas internasional akui.
Sumber: MEMO, Palinfo








