• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, April 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Pelanggaran HAM dan Pelecehan Terhadap Perempuan Korban Pemerkosaan di India Dipermalukan lewat ‘Tes Dua Jari’

by Adara Relief International
November 3, 2022
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Pelanggaran HAM dan Pelecehan Terhadap Perempuan Korban Pemerkosaan di India Dipermalukan lewat 'Tes Dua Jari'
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada 31 Oktober, Mahkamah Agung India akan menyatakan bersalah kepada siapa pun yang melakukan pelanggaran tes dua jari “regresif dan invasif” pada penyintas kekerasan seksual atau pemerkosaan. Putusan tersebut membawa harapan bahwa sistem peradilan pada akhirnya akan berhenti menggunakan proses yang tidak ilmiah ini. “Tes dua jari” melibatkan dokter pemeriksa untuk memasukkan dua jari ke dalam vagina korban pemerkosaan dalam rangka menilai apakah gadis atau wanita itu “perawan” atau “terbiasa melakukan hubungan seksual.” Kerap kali, hasil dari tes tersebut dimanfaatkan pembela tersangka untuk membuktikan korban pemerkosaan “kurang” memiliki moral. Hal tersebut dapat menyebabkan penyimpangan keadilan dan menghalangi penyintas pemerkosaan untuk melaporkan kejahatan karena takut disalahkan.

Keputusan pengadilan sebelumnya sempat menyatakan tes tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Dalam putusan baru-baru ini, pengadilan tinggi India kembali menyatakan bahwa sejarah seksual seorang perempuan tidak penting dan menyebut tes tersebut “patriarkal dan seksis.” Pada 2014, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India mengadopsi pedoman untuk standardisasi pemeriksaan medis dan pengobatan korban kekerasan seksual, menghilangkan tes jari, dan membatasi pemeriksaan vagina internal, seperti ketika mendiagnosis infeksi, cedera, atau keberadaan benda asing.

Namun, Human Rights Watch menemukan bahwa dokter masih melakukan prosedur ini. Misalnya, Gayatri (nama samaran), dari wilayah Madhya Pradesh. Ia berusia 17 tahun ketika saudara laki-lakinya menyaksikan ayah mereka memperkosanya pada 2016. Pemerkosaan telah terjadi selama berbulan-bulan. Setelah mereka melaporkan pemerkosaan, dokter mencatat bahwa Gayatri kemungkinan hamil. Dokter melakukan “tes dua jari” dan menulis pendapat profesional bahwa “vagina longgar, tidak membesar, dan dia terbiasa melakukan hubungan seksual.”

Mahkamah Agung mengarahkan pemerintah pusat dan negara bagian untuk memastikan pedoman 2014 diedarkan ke semua rumah sakit, mengadakan lokakarya pelatihan untuk penyedia layanan kesehatan, dan meninjau kurikulum sekolah kedokteran.

Pemerintah India telah berulang kali mengatakan berkomitmen untuk memastikan keadilan atas kekerasan terhadap perempuan. Namun, alih-alih melanjutkan praktik patriarki yang merendahkan perempuan, pihak berwenang harus memastikan bahwa profesional medis memperlakukan korban kekerasan seksual dengan bermartabat, menyediakan lingkungan kepercayaan yang aman untuk perawatan dan pemeriksaan, serta menawarkan dukungan penting dan layanan perawatan terapeutik.

Baca Juga

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah

Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

Sumber:

https://www.hrw.org

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Internasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perempuan Jurnalis Swedia Dokumentasikan Kehidupan di Palestina

Next Post

Warga Palestina Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarga 

Adara Relief International

Related Posts

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah
Berita Kemanusiaan

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah

by Adara Relief International
April 18, 2026
0
21

Otoritas Pertahanan Sipil Gaza mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi kemanusiaan internasional untuk menekan Israel agar mengungkap nasib korban warga...

Read moreDetails
Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

April 18, 2026
13
Otoritas Gaza Bantah Klaim AS soal Lonjakan Bantuan

Otoritas Gaza Bantah Klaim AS soal Lonjakan Bantuan

April 18, 2026
12
Kekerasan Pemukim di Tepi Barat Meningkat Tajam

Kekerasan Pemukim di Tepi Barat Meningkat Tajam

April 18, 2026
14
Peringatan Hari Tawanan Palestina Digelar Massal di Gaza dan Tepi Barat

Peringatan Hari Tawanan Palestina Digelar Massal di Gaza dan Tepi Barat

April 18, 2026
20
Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

April 16, 2026
22
Next Post
Warga Palestina Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarga 

Warga Palestina Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarga 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630