Mencari tempat mengisi daya ponsel di Jalur Gaza kini menjadi aktivitas berbahaya. Di tengah pemadaman listrik dan kehancuran infrastruktur, warga terpaksa mendatangi titik pengisian daya sementara. Namun, sejumlah lokasi tersebut justru menjadi sasaran serangan Israel.
Dalam serangan terbaru pada Jumat, drone Israel membombardir stasiun pengisian daya di kawasan Rumah Potong Hewan Turki, sebelah barat Khan Younis. Serangan ini kembali menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tersebut warga sipil gunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Khadija Al-Haj nyaris menjadi korban dalam serangan tersebut. Ia sedang menuju lokasi untuk mengisi daya ponselnya, tetapi ia terlambat beberapa menit sehingga selamat dari serangan.
Serangan terhadap stasiun pengisian daya bukan pertama kali terjadi. Youssef Baraka menyebut lokasi serupa sebelumnya juga dibombardir di Khan Younis. Menurut kesaksiannya, seluruh korban dalam serangan tersebut merupakan anak-anak.
Ponsel Menjadi Kebutuhan Dasar
Di tengah agresi, ponsel tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi. Warga mengandalkannya untuk meminta bantuan dan ambulans, mengikuti perkembangan situasi, serta melakukan transaksi melalui dompet digital.
Um Saeed Al-Najjar mengatakan keluarganya harus berulang kali mendatangi stasiun pengisian daya karena tidak memiliki sumber listrik. Kondisi ini juga memaksa sebagian keluarga membawa atau mengirim anak-anak mereka ke lokasi tersebut. Akibatnya, anak-anak turut menghadapi risiko serangan ketika mencari listrik.
Krisis ini memperlihatkan dampak penghancuran infrastruktur terhadap kehidupan warga Gaza. Pemadaman listrik tidak hanya menghambat penerangan dan aktivitas rumah tangga, tetapi juga memutus akses komunikasi dan bantuan.
Aktivitas sederhana seperti mengisi daya ponsel dan menghubungi keluarga pun dibayangi ancaman serangan. Warga yang mencari sumber listrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari justru harus mempertaruhkan keselamatan mereka.
Sumber: Palinfo







