Pertahanan Sipil Palestina di Jalur Gaza memperingatkan bahwa sedikitnya 17 bangunan tempat tinggal runtuh total dan 90 bangunan lainnya mengalami kerusakan parah akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, sekitar 90 persen tenda pengungsian dilaporkan terendam banjir, membuat ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung meski gencatan senjata tengah berlangsung.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, pada Selasa (16/12) menyatakan bahwa hujan musim dingin telah memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah yang dilanda perang tersebut. Menurutnya, tim Pertahanan Sipil menerima lebih dari 5.000 panggilan permintaan bantuan dari warga sejak badai mulai melanda Gaza pekan lalu.
Basal juga mengungkapkan bahwa sedikitnya 17 orang meninggal dunia akibat kedinginan, termasuk empat anak-anak. Selain itu, puluhan warga lainnya dilaporkan terbunuh akibat runtuhnya bangunan yang sebelumnya telah rusak akibat serangan.
Salah satu korban adalah Mohammed Khalil Abu al-Khair, seorang bayi berusia dua pekan, yang meninggal dunia pada Senin akibat penurunan suhu tubuh secara drastis yang dipicu cuaca dingin ekstrem.
Agresi genosida Israel yang telah berlangsung selama dua tahun telah menghancurkan lebih dari 80 persen bangunan di seluruh Jalur Gaza, memaksa ratusan ribu keluarga mengungsi dan bertahan hidup di tenda-tenda rapuh atau tempat penampungan darurat yang padat dan tidak layak.
Kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk seiring memuncaknya musim dingin, di tengah blokade Israel yang masih diberlakukan meskipun ada gencatan senjata. Keterbatasan akses terhadap material tempat tinggal sementara, bahan bakar, dan layanan kesehatan membuat warga Palestina yang mengungsi khawatir akan penderitaan yang lebih besar dalam beberapa pekan ke depan.
Sejumlah organisasi kemanusiaan mendesak Israel agar segera mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan bahwa otoritas pendudukan Israel telah menghalangi lembaga tersebut untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke wilayah Gaza.
UNRWA menegaskan bahwa situasi ini harus segera dihentikan dan bantuan kemanusiaan harus diizinkan masuk dalam skala besar. Lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa warga Palestina di seluruh Gaza kini “membeku hingga meninggal dunia” akibat kondisi ekstrem yang terus dibiarkan.








