• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Mei 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Amnesty International: Banjir dan Kehancuran di Gaza Bukan Bencana Alam, Melainkan Tragedi yang Dapat Dicegah

by Adara Relief International
Desember 18, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Amnesty International: Banjir dan Kehancuran di Gaza Bukan Bencana Alam, Melainkan Tragedi yang Dapat Dicegah
63
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Amnesty International menyatakan bahwa kehancuran dan penderitaan akibat hujan lebat serta badai yang melanda Jalur Gaza merupakan konsekuensi yang dapat diperkirakan dari genosida Israel yang terus berlangsung, serta sebuah tragedi yang sepenuhnya dapat dicegah. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (17/12), menyusul munculnya gambaran tenda-tenda pengungsi yang terendam banjir dan bangunan runtuh di berbagai wilayah Gaza.

Dalam pernyataannya, organisasi hak asasi manusia internasional tersebut menegaskan bahwa kondisi mengenaskan di Gaza tidak dapat semata-mata dianggap sebagai dampak dari cuaca buruk. Menurut Amnesty, bencana ini merupakan akibat langsung dari taktik Israel yang secara sengaja menghalangi masuknya bahan-bahan perlindungan dan perbaikan bagi warga Palestina yang terusir.

“Ini adalah konsekuensi yang dapat diperkirakan dari genosida Israel yang sedang berlangsung serta langkah yang disengaja untuk memblokade masuknya material tempat tinggal sementara bagi para pengungsi,” ujar Erika Guevara Rosas, Direktur Senior Amnesty International untuk Riset, Advokasi, Kebijakan, dan Kampanye.

Amnesty menekankan bahwa Israel hanya mengizinkan masuknya bantuan dalam jumlah yang sangat terbatas ke Gaza. Hal ini, menurut organisasi tersebut, semakin menguatkan indikasi bahwa otoritas Israel secara sengaja menciptakan kondisi kehidupan yang ditujukan untuk menghancurkan warga Palestina secara fisik, sebuah tindakan yang dilarang oleh Konvensi Genosida.

“Kerusakan dan kematian akibat badai di Gaza menjadi peringatan keras ke sekian kalinya bagi komunitas internasional, yang dibayar dengan nyawa orang-orang yang sebelumnya berhasil bertahan dari dua tahun genosida Israel,” tegas Rosas.

Baca Juga

Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Ia mendesak komunitas internasional untuk segera memungkinkan Gaza mempersiapkan diri menghadapi musim dingin yang ekstrem dengan menekan Israel agar mengakhiri blokade dan mencabut seluruh pembatasan terhadap masuknya bantuan penyelamat nyawa, termasuk bahan tempat tinggal, makanan bergizi, dan bantuan medis.

Amnesty juga mencatat bahwa setelah berulang kali mengalami pengungsian, kehancuran atau kerusakan hingga sedikitnya 81 persen bangunan, serta penetapan hampir 58 persen wilayah Gaza sebagai zona terlarang, mayoritas warga Palestina kini terpaksa tinggal di tenda-tenda rapuh atau tempat perlindungan yang rusak.

“Saya masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa kami selamat dari pengeboman, hanya untuk menyaksikan anak-anak saya terbunuh akibat badai,” ujar Mohammed Nassar, ayah dari Lina (18) dan Ghazi (15). Keduanya meninggal dunia setelah rumah mereka yang telah rusak parah di Sheikh Radwan runtuh pada 12 Desember akibat badai.

Sementara itu, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa Badai Byron semakin memperburuk kondisi kehidupan ribuan pengungsi di Jalur Gaza, yang sebagian besar berlindung di tenda-tenda atau bangunan yang rusak. Sejak pekan lalu, ribuan tenda berubah menjadi genangan air, merendam alas tidur, pakaian, dan persediaan makanan, serta membuat ratusan keluarga Palestina terpapar dingin tanpa perlindungan memadai.

Kantor media Gaza menyatakan bahwa wilayah tersebut membutuhkan sekitar 300.000 tenda dan unit hunian prefabrikasi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal paling dasar, menyusul hancurnya infrastruktur Gaza akibat dua tahun serangan Israel.

Genosida Israel di Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun membunuh lebih dari 70.000 warga Palestina dan meluluhlantakkan wilayah tersebut. Serangan ini seharusnya berhenti melalui kesepakatan gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku pada Oktober lalu. Namun, Israel berulang kali melanggar perjanjian tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 393 orang terbunuh dan 1.074 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Di tingkat internasional, Perdana Menteri Israel kini masuk dalam daftar buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Pekan ini, majelis banding ICC menolak upaya hukum Israel untuk menghentikan penyelidikan atas tindakannya di wilayah Palestina tersebut.

Sumber:
Amnesty International, MEMO

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Tangkap Puluhan Warga Palestina dalam Penggerebekan di Tepi Barat

Next Post

Lebih dari 100 Bangunan Runtuh dan 90 Persen Tenda Terendam Banjir akibat Badai di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis
Berita Kemanusiaan

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

by Adara Relief International
Mei 8, 2026
0
17

Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan krisis obat dan perlengkapan medis di Jalur Gaza semakin memburuk. Dalam pernyataan pada Kamis, kementerian menyebut...

Read moreDetails
Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Mei 8, 2026
19
Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Mei 8, 2026
19
Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Mei 8, 2026
14
PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

Mei 8, 2026
25
Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Mei 7, 2026
25
Next Post
Lebih dari 100 Bangunan Runtuh dan 90 Persen Tenda Terendam Banjir akibat Badai di Gaza

Lebih dari 100 Bangunan Runtuh dan 90 Persen Tenda Terendam Banjir akibat Badai di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630