Larangan bagi Nonmuslim untuk Memasuki Makkah dan Madinah

Pada musim haji tahun ini, publik dikejutkan dengan penyusupan seorang jurnalis Israel, Gil Tamary, ke Kota Suci Makkah. Hal ini memicu kemarahan umat Islam, khususnya warga Saudi, sebab terdapat larangan bagi nonmuslim untuk memasuki Kota Suci dan juga bertentangan dengan hukum yang berlaku di Saudi.

Tamary menyusup dengan bantuan warga Saudi. Ia membuat liputan video dari kunjungannya tersebut, termasuk berjalan-jalan di sekitar Masjid al-Haram dan berada di antara jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah. Unggahan video tersebut menuai protes dan kecaman keras, akhirnya berbuntut permintaan maaf dari Tamary maupun dari Channel 13 Israel, saluran media tempat Tamary bekerja dan memutar liputannya.

Sejarah mencatat bahwa hal serupa pernah terjadi. Seorang warga negara Belanda, yang bernama Snouck Hurgronje pernah tiba di Kota Makkah demi mempelajari Islam.  Hurgronje lahir di Oosterhout, Belanda, pada 1857 dan memiliki nama lengkap Christiaan Snouck Hurgronje. Ia dikabarkan mengubah keyakinan agamanya alias menjadi mualaf demi bisa menetap di Kota Makkah, melakukan ritual haji, dan meneliti kehidupan masyarakat di Makkah selama sekitar tujuh bulan.

Kemudian, muncul pertanyaan tentang hukum dalam Islam, apakah diperbolehkan nonmuslim datang atau sekadar berkunjung ke Masjid al-Haram?

Sebelum pembahasan lebih lanjut, perlu diketahui bahwa ada beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh Kota Suci Makkah.  Kota yang terletak di Arab Saudi ini menjadi tempat bertemunya umat Islam seluruh dunia untuk menunaikan ibadah haji pada bulan Zulhijah dalam kalender Hijriah, juga tempat umat Islam melaksanakan ibadah umrah. Di kota ini pula terdapat bangunan suci umat Islam, yaitu Ka’bah yang berada di dalam Masjid al-Haram.

Ka’bah merupakan bangunan berbentuk kubus yang menjadi kiblat salat umat Islam. Dalam ibadah haji dan umrah pun, Ka’bah menjadi salah satu tempat untuk menunaikan rukun, yaitu tawaf. Kota ini telah disucikan oleh Allah Swt. sejak bumi dan langit pertama kali diciptakan, sebagaimana Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (Q.S. An-Naml ayat 91)

Dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim as. memanjatkan doa kepada Allah Swt. agar menyucikan Kota Makkah:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala”. (Surat Ibrahim ayat 35)

Mayoritas Fuqaha (ahli hukum Islam) mengatakan bahwa nonmuslim dilarang memasuki tanah haram (Makkah dan Madinah), baik sekadar lewat apalagi tinggal. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam At-Taubah ayat 28,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjid al-Haram sesudah tahun ini (yaitu tahun penaklukan kota Mekkah)”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa, “Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin lagi suci agama dan dirinya agar mengusir orang-orang musyrik dari Masjid al-Haram, karena mereka adalah orang-orang yang akidahnya berbeda atau tidak menyembah Allah. Sesudah turunnya ayat ini mereka tidak boleh lagi mendekati Masjid al-Haram.

Surah At-Taubah ayat 28 ini diturunkan pada tahun kesembilan Hijriah. Oleh karena itulah, pada tahun tersebut Rasulullah Saw. mengutus Ali bin Abi Thalib ra. untuk menemani Abu Bakar ra. dan mengumumkan di kalangan orang-orang musyrik, bahwa sesudah tahun ini tidak boleh lagi ada orang musyrik yang berhaji dan tidak boleh lagi ada orang tawaf di Baitullah dengan telanjang. Dengan demikian, Allah memberlakukan dan memutuskannya sebagai suatu syariat.

Imam Abu `Amr al-Auza’i berkata, “Umar bin `Abdul `Aziz mutuskan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani dilarang memasuki Masjid al-Haram.” Larangan ini diikuti dengan penyertaan firman Allah, yaitu At-Taubah ayat 28 sebagaimana dibahas sebelumnya.

Seorang ulama, Imam At-Thabari rahimahullah menafsirkan ayat tersebut dengan menyatakan:

فلا تدعوهم أن يقربوا المسجد الحرام بدخولهم الحرم . وإنما عنى بذلك منعهم من دخول الحرم ، لأنهم إذا دخلوا الحرم فقد قربوا المسجد الحرام

“Janganlah kalian biarkan mereka (nonmuslim) mendekati Masjidil Haram dengan masuk ke Kota Makkah. Maka perhatikanlah larangan kepada memasuki kota Makkah karena jika mereka masuk, mereka akan mendekati Masjid al-Haram.”[1]

Imam Annawawy radhiyallahu anhu berkata, “Setiap orang kafir dilarang memasuki tanah haram, baik untuk menetap maupun sekadar lewat,” (kitab MajmuJilid 7 halaman 467). Selain itu, Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Adapun tanah haram, maka mereka (orang-orang kafir) tidak boleh memasukinya secara mutlak,” (kitab Al-Mughni Jilid 9 halaman 358).

(FAA)

 

[1] Tafsir At-Thabari 19/141, Muassasah Ar-Risalah, Syamilah

 

Referensi:

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir At-Thabari

Israeli reporter sneaks into Mecca, triggering outcry in Saudi Arabia and apologies in Israel – Jewish Telegraphic Agency (jta.org)

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Free Email Updates
We respect your privacy.

Leave a Reply