Krisis Air Meracuni Warga GazaKrisis air di Gaza perlahan meracuni warga – Air Gaza yang tidak bisa diminum dan ‘Perlahan Meracuni’ warga Palestina. Organisasi hak asasi manusia telah memperingatkan selama bertahun-tahun tentang situasi air yang memburuk di Jalur Gaza, terlebih lagi setelah serangan Zionis pada Mei 2021.
Pada sesi ke-48 Dewan Hak Asasi Manusia PBB Senin lalu, Institut Global untuk Air, Lingkungan, dan Kesehatan serta Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania mengatakan air di Gaza “tidak dapat diminum” dan “perlahan meracuni” warga Palestina.

Warga sipil di Gaza harus membeli air minum dari pemasok swasta karena air keran kota sering tidak berfungsi akibat pemadaman listrik yang lama. Air yang ada pun terlalu asin untuk diminum.
Sumber air yang sangat tercemar di jalur tersebut telah berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan akan risiko penyakit yang ditularkan melalui air.
“Rasanya seperti berasal dari laut. Kami tidak bisa menggunakannya untuk minum, memasak, atau bahkan mandi,” tutur Falesteen Abdelkarim(36).
Abdelkarim mengatakan warga memiliki akses ke air kota hanya tiga kali seminggu, dan kadang-kadang, air itu “bercampur dengan limbah” karena infrastruktur yang rusak di kamp-kamp pengungsi tidak dapat menanganinya dengan baik.

Harga air yang mahal
“Hidup di kamp-kamp pengungsi sangat menyedihkan. Kami selalu membeli air minum dari pedagang kaki lima,” kata Abdelkarim, ibu lima anak.
Banyak pedagang swasta di Gaza menghilangkan garam air dan menjualnya kepada orang-orang di jalur tersebut. Biaya rata-rata adalah 30 shekel ($7) untuk 1.000 liter air.
Meracuni perlahan-lahan
Muhammad menambahkan bahwa “tidak mungkin” selama bertahun-tahun bagi dia dan keluarganya untuk menggunakan air keran kota untuk minum, memasak, atau kebutuhan lainnya. “Jika tanaman mati karena air ini, bagaimana dengan tubuh manusia?” Dia bertanya.
“Blokade Israel jangka panjang telah menyebabkan kerusakan keamanan air yang serius di Gaza, membuat 97% air terkontaminasi,” kata sebuah pernyataan bersama. “Penduduk Gaza dipaksa menyaksikan anak-anak dan orang yang mereka cintai, teracuni air perlahan-lahan.”
Sumber : Al Jazeera
Baca juga Krisis Air Palestina: Upaya Sistematis Zionis Memutus Akses Air
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.






