Anas Ibrahim, koordinator umum Kampanye Global untuk Memboikot Israel dan Pendukungnya, Qati, melaporkan bahwa kampanye tersebut sedang bersiap untuk meluncurkan serangkaian kampanye boikot pekan depan. Kampanye tersebut akan fokus menargetkan produk-produk konsumen paling menonjol yang terkait dengan bulan Ramadan. Tindakan ini merupakan bagian dari peningkatan tekanan ekonomi terhadap Israel dan perusahaan-perusahaan yang mendukungnya.
Kampanye Boikot Targetkan Produk Israel yang Beredar di Bulan Ramadan
Ibrahim menjelaskan bahwa kampanye mendatang akan mencakup produk makanan, minuman, dan jus yang terkenal. Ia akan mengimplementasikan kampanye dengan cara yang mereka sesuaikan dengan setiap negara. Mereka akan mempertimbangkan perbedaan kebiasaan konsumen dan produk populer dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Felesteen pada Senin (09/02), ia menambahkan bahwa kampanye nasional yang beroperasi di bawah naungan Qati memiliki pengetahuan yang tepat tentang pasar lokal dan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam mendukung Israel. Hal tersebut memungkinkan penargetan boikot yang efektif, menyoroti alternatif yang aman, dan mendukung produk lokal.
Ia mengklarifikasi bahwa tujuan dari upaya-upaya ini adalah untuk menciptakan dampak nyata dalam mengisolasi Israel, meningkatkan kerugian atas kejahatannya, dan memperkuat penolakan global terhadapnya. Di samping itu, upaya ini dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina, produk-produk nasional, dan alternatif-alternatif yang bebas dari segala keterkaitan dengan Israel atau sistem ekonominya.
Ibrahim menjelaskan bahwa Qati meluncurkan kampanye global besar-besaran, sekitar dua pekan sebelum Ramadan, untuk memboikot kurma Medjool dan Majhool. Hal ini merupakan bagian dari upaya melanjutkan tekanan ekonomi terhadap Israel. Selain itu, ia juga memperingatkan khalayak Arab dan Islam, serta orang-orang merdeka di seluruh dunia, tentang upaya Israel untuk menghindari boikot melalui manipulasi negara asal, kemasan, dan pemasaran untuk mempromosikan produknya.
Ibrahim mengungkapkan bahwa tajuk kampanye yang ia luncurkan pada awal tahun ini ialah Kalender Boikot. Itu merupakan sebuah rencana berdasarkan lini masa sistematis untuk mengatur kampanye dan mengarahkan upaya secara bijaksana dan bertahap. Caranya adalah dengan menetapkan periode waktu yang jelas untuk menargetkan produk-produk tertentu. Selain itu, ia harus memastikan momentum publik yang berkelanjutan dan mencapai dampak sebesar mungkin. Ia menambahkan bahwa kampanye tersebut juga berfokus untuk menyoroti kerugian ekonomi yang diderita oleh perusahaan-perusahaan yang mendukung Israel.
Sumber: Palinfo








