• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, April 18, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Jumlah Anak yang Tinggal di Zona Perang Melonjak Hampir 10 Persen dalam Satu Tahun

by Adara Relief International
Desember 7, 2022
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Jumlah Anak yang Tinggal di Zona Perang Melonjak Hampir 10 Persen dalam Satu Tahun
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Lebih dari separuh atau sekitar 230 juta anak tinggal di negara konflik paling mematikan pada tahun 2021. Hal tersebut meningkat 9% dari tahun sebelumnya, ungkap analisis baru dari Save the Children yang dirilis selama Konferensi Afrika tentang Anak-anak dan Konflik Bersenjata. Sementara itu, jumlah insiden pembunuhan dan cacat yang tercatat dalam konflik telah turun sekitar sepertiga sejak 2018, tetapi lebih dari 8.000 anak atau sekitar 22 anak dalam sehari masih menjadi korban tewas atau cacat pada 2021. Angka ini secara tragis diperkirakan akan meningkat pada 2022 karena perang di Ukraina.

Menurut analisis Save the Children, Yaman menduduki puncak daftar 10 negara terburuk yang terkena dampak konflik anak pada 2021. Hal ini didasarkan pada jumlah pelanggaran berat yang tercatat, intensitas konflik, serta jumlah anak yang tumbuh dengan kekerasan terkait konflik. Peningkatan jumlah anak yang tinggal di zona perang paling mematikan menyebabkan lebih dari 1.000 kematian akibat perang dalam setahun. Meskipun demikian, jumlah keseluruhan pelanggaran berat terhadap anak telah menurun sejak 2020, kemungkinan karena kurangnya pelaporan akibat pembatasan akses.

Pelanggaran berat terhadap anak-anak yang meliputi perekrutan, penculikan, kekerasan seksual, penolakan akses kemanusiaan, penyerangan terhadap sekolah dan rumah sakit, serta pembunuhan dan pencacatan, berdampak besar pada kehidupan mereka mulai dari trauma fisik hingga psikologis, melemahkan atau mengubah kemampuan survival karena cedera, dan juga kematian.

Zaid* (9 tahun) dari Yaman kehilangan kakinya dalam insiden penembakan saat dia bermain di luar dengan teman-temannya. “Sulit rasanya kehilangan kaki. Saya hanya tinggal di dalam dan bermain dengan mainan,” kata Zaid. “Sebelum saya cedera, saya biasa bermain sepak bola. Saya biasa berlari dan bermain dengan teman-teman saya, tetapi kemudian peluru itu mengenai saya.”

Penelitian Stop the War on Children: The Forgotten Ones juga mencakup analisis tentang bagaimana liputan media di 10 negara yang paling parah terkena dampak konflik sejak perang di Ukraina meningkat pada awal tahun ini.

Platform pemantauan media Meltwater menemukan bahwa antara 1 Januari dan 30 September 2022, Ukraina menerima liputan media lima kali lebih banyak daripada gabungan 10 negara yang terkena dampak konflik terburuk untuk anak-anak. Selama periode itu, Yaman – negara terburuk bagi anak-anak dalam konflik – hanya mendapat 2,3% liputan media dibandingkan dengan Ukraina.

Demikian juga dengan timpangnya bantuan pendanaan dari Rencana Tanggap Kemanusiaan (Humanitarian Response Plans/HRP). Pada 4 November, HRP Suriah hanya memiliki 27,5% pendanaan, Myanmar sebesar 22,5% pendanaan, sementara Ukraina, di sisi lain, didanai sebesar 68,1%.

Inger Ashing, CEO Save the Children International, mengatakan, “Anak-anak tidak menyebabkan atau memulai perang, namun tidak dapat disangkal bahwa mereka adalah korban terbesar dan paling rentan dalam setiap konflik.” 

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa:

  • Sekitar 449 juta anak di seluruh dunia, atau 1 dari 6, tinggal di zona konflik pada tahun 2021, sedikit menurun dari tahun sebelumnya (450 juta).
  • Afrika memiliki jumlah keseluruhan anak yang terkena dampak konflik tertinggi (180 juta), diikuti oleh Asia (152 juta), dan Amerika (64 juta).
  • Timur Tengah adalah rumah bagi anak-anak dengan proporsi tertinggi yang tinggal di daerah konflik, 1 dari setiap 3 anak.
  • Sementara Eropa memiliki jumlah dan proporsi anak-anak yang terkena dampak konflik terendah secara keseluruhan, jumlah tersebut diperkirakan akan meroket pada tahun 2022 karena eskalasi kekerasan di Ukraina.
  • Insiden penolakan akses kemanusiaan yang terverifikasi melonjak signifikan dalam tiga tahun terakhir, sebagian besar didorong oleh insiden di Yaman dan wilayah penjajahan Palestina.

 

*Nama diubah untuk melindungi identitas

 

Sumber:

https://reliefweb.int

https://www.savethechildren.net

Baca Juga

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah

Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

https://resourcecentre.savethechildren.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakInternasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kasus HIV Anak di Indonesia Tembus 17 Ribu, Waspadai Tanda Gejalanya!

Next Post

Perusahaan Eropa Gelontorkan $171 miliar untuk Permukiman Ilegal Israel

Adara Relief International

Related Posts

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah
Berita Kemanusiaan

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah

by Adara Relief International
April 18, 2026
0
19

Otoritas Pertahanan Sipil Gaza mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi kemanusiaan internasional untuk menekan Israel agar mengungkap nasib korban warga...

Read moreDetails
Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

April 18, 2026
12
Otoritas Gaza Bantah Klaim AS soal Lonjakan Bantuan

Otoritas Gaza Bantah Klaim AS soal Lonjakan Bantuan

April 18, 2026
12
Kekerasan Pemukim di Tepi Barat Meningkat Tajam

Kekerasan Pemukim di Tepi Barat Meningkat Tajam

April 18, 2026
13
Peringatan Hari Tawanan Palestina Digelar Massal di Gaza dan Tepi Barat

Peringatan Hari Tawanan Palestina Digelar Massal di Gaza dan Tepi Barat

April 18, 2026
16
Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

April 16, 2026
21
Next Post
Perusahaan Eropa Gelontorkan $171 miliar untuk Permukiman Ilegal Israel

Perusahaan Eropa Gelontorkan $171 miliar untuk Permukiman Ilegal Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630