Israel Tutup Dua Sumur di Tepi Barat

Pasukan pendudukan Israel pada Selasa (20/9) menyumbat dua sumur air bawah tanah yang menyediakan kebutuhan air minum bagi penduduk di Desa Al-Ras dan Kafr Aboush, selatan Tulkarm. Kepala Dewan Desa Al-Ras, Muhammad Majdoub, mengatakan bahwa pasukan pendudukan menutup sumur di wilayah timur desa dengan  semen, tanpa peringatan sebelumnya.

Pasukan Israel juga menyita sebuah pompa air dan sebuah truk yang diparkir di area milik penduduk setempat dan memaksa petugas Palestina untuk meninggalkan daerah tersebut. Majdoub menambahkan bahwa sumur itu digali oleh pemerintah kota pada tahun lalu untuk menyediakan air minum guna mengurangi krisis air di desa, terutama pada musim panas, setelah perusahaan Israel Mekorot menolak untuk menyediakan lebih banyak air bagi penduduk desa.

Aktivis di Desa Kafr Aboush, Murshid Jabara, menjelaskan bahwa sumur itu digali satu setengah tahun yang lalu dan baru disetujui dua bulan lalu untuk melayani dua desa.

Israel memiliki kendali penuh atas sumber daya air Palestina di wilayah pendudukan dan tidak mengizinkan warga Palestina untuk menggali sumur air bawah tanah atau bahkan kolam yang menampung air hujan, memaksa warga Palestina untuk membeli apa yang seharusnya menjadi air mereka sendiri dari sumber-sumber Israel.

Sumber:

https://english.wafa.ps

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Free Email Updates
We respect your privacy.

Leave a Reply