Genosida Israel telah menghancurkan 85% fasilitas air dan limbah di Jalur Gaza, menurut Otoritas Air Palestina (PWA). Hal ini diumumkan dalam pertemuan Thematic Cluster on Water di kota Ramallah, Tepi Barat.
Sebagai akibat dari kerusakan yang ditimbulkan pada sektor ini, PWA menambahkan, Jalur Gaza menghadapi krisis air minum akut di samping ancaman lain yang timbul dari kerusakan pengolahan limbah. Ini menyebabkan limbah mengalir ke daerah permukiman dan menyebarkan epidemi di antara penduduk.
Kepala Cluster Thematic on Water, Marwan Bardawil, mengatakan bahwa Israel menimbulkan kerugian pada sektor air yang diperkirakan mencapai lebih dari $ 1 miliar. Bardawil menambahkan bahwa sebelum dimulainya agresi militer Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023, PWA telah berhasil mengubah Jalur Gaza dari daerah yang tidak dapat dihuni menjadi memiliki akses ke air minum.
Bardawil menunjukkan bahwa PWA melakukan intervensi darurat pada tingkat penyediaan air ke daerah-daerah di Gaza, seperti rehabilitasi sistem air dan sumur, dengan menggunakan sarana dan kemampuan yang tersedia. Ia mencatat bahwa sebagai bagian dari fase respons darurat, serangkaian intervensi darurat masih diperlukan, termasuk pasokan unit desalinasi air bertenaga surya dengan kapasitas berkisar antara 20 hingga 500 meter kubik sehari.
Sumber: https://english.wafa.ps
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)