• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Mei 26, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Dua Tahun Genosida: Bagaimana Israel Menjerumuskan Gaza ke Dalam Kelaparan

by Adara Relief International
Oktober 7, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Dua Tahun Genosida: Bagaimana Israel Menjerumuskan Gaza ke Dalam Kelaparan
23
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Setelah dua tahun agresi tanpa henti, Gaza kini menghadapi kelaparan buatan akibat taktik sistematis Israel yang menggunakan makanan dan air sebagai senjata perang dan alat genosida, sebagaimana ditegaskan oleh Ramy Abdu, Ketua Euro-Med Human Rights Monitor yang berbasis di Jenewa.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 460 warga Palestina, termasuk lebih dari 150 anak-anak, telah meninggal akibat kelaparan dan kekurangan gizi. Pada Agustus 2025, PBB secara resmi menyatakan kondisi kelaparan di Gaza, disusul laporan komisi penyelidikan independen yang menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida di wilayah tersebut.

Kelaparan sebagai Senjata

Abdu menegaskan bahwa kelaparan di Gaza bukan akibat bencana alam atau krisis ekonomi semata, tetapi hasil dari taktik terencana untuk mencekik kehidupan. “Israel menjadikan makanan dan air sebagai senjata untuk membunuh secara perlahan,” ujarnya.

Sejak blokade diberlakukan pada 2006, Israel mengontrol seluruh pintu perbatasan Gaza, bahkan pernah menghitung jumlah kalori yang boleh dikonsumsi setiap warga Palestina. Hingga 2023, empat dari lima penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan, sementara tingkat pengangguran kaum muda mencapai 67%.

Kondisi itu semakin memburuk pada 9 Oktober 2023, ketika Israel mengumumkan “pengepungan total”, menghentikan suplai makanan, air, bahan bakar, dan listrik. Pertanian dibombardir, kapal nelayan dilarang beroperasi, dan konvoi bantuan diblokir. Gaza terjerumus dalam kegelapan dan kelaparan.

Pengungsian Massal dan Krisis Kemanusiaan

Serangan udara dan perintah evakuasi berulang memaksa lebih dari dua juta warga Palestina mengungsi, meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun. Anak-anak dan perempuan hamil menjadi kelompok paling rentan, menderita akibat penyakit, kekurangan air bersih, dan gizi buruk.

Pada awal 2024, Israel memperluas serangan terhadap UNRWA, badan kemanusiaan utama di Gaza. Gudang yang menampung bantuan kemanusiaan dibom, konvoi dicegat, dan pendanaan ditangguhkan. Penutupan perlintasan Rafah pada Mei 2024 memutus satu-satunya jalur keluar Gaza ke dunia luar.

Sebagai gantinya, Israel mendirikan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) pada Mei 2025 dengan dukungan AS. Namun, lembaga ini justru dikritik keras karena memiliterisasi bantuan kemanusiaan. Lebih dari 1.760 warga Palestina terbunuh saat mencoba mencapai “zona bantuan” GHF—sekitar 1.000 di antaranya di dekat lokasi distribusi.

Genosida yang Terencana

Abdu menyebut semua langkah ini sebagai blokade panjang, penutupan perbatasan, penghancuran lahan pertanian, pelarangan nelayan, serangan terhadap gudang makanan, hingga pembentukan GHF, sebagai bagian dari “taktik kelaparan yang direkayasa” untuk menghancurkan Gaza secara perlahan.

Pada September 2025, Komisi Penyelidikan Internasional PBB menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan empat dari lima tindakan genosida sebagaimana didefinisikan dalam Konvensi Genosida 1948, yaitu pembunuhan massal, menyebabkan penderitaan fisik dan mental serius, menciptakan kondisi hidup yang mematikan, serta mencegah kelahiran.

Baca Juga

Aktivis Flotilla Ungkap Penyiksaan Israel

Negara Muslim Kecam Ben Gvir

“Label genosida seharusnya memicu tanggung jawab dunia untuk mencegah dan menghukum pelaku,” kata Abdu. “Namun dalam kenyataannya, dunia hanya diam.”

Panggilan untuk Akhiri Kebijakan Kelaparan

Komisi tersebut mendesak Israel untuk berhenti melaparkan penduduk Palestina, mencabut blokade, dan memastikan akses penuh bantuan kemanusiaan, termasuk bagi staf PBB dan lembaga internasional seperti UNRWA.

Namun, hingga kini, tidak ada tindakan nyata dari komunitas internasional. “Pengakuan atas genosida hanya akan bermakna jika diikuti kemauan politik dan langkah hukum untuk menghentikan kejahatan ini,” tutup Abdu.

“Israel mengubah kerentanan yang diciptakannya selama bertahun-tahun menjadi senjata pemusnah perlahan.” – Ramy Abdu, Euro-Med Human Rights Monitor

Sumber:
Anadolu Agency, Euro-Med Human Rights Monitor

ShareTweetSendShare
Previous Post

Penjara Negev: Situs Penyiksaan Sistematis di Balik Penahanan Aktivis Armada Global Sumud

Next Post

Israel Abaikan Seruan Gencatan Senjata, Serangan di Gaza Berlanjut Meski Ada Pembicaraan Negosiasi

Adara Relief International

Related Posts

Wabah Penyakit Palestina Kian Memburuk
Berita Kemanusiaan

Wabah Penyakit Palestina Kian Memburuk

by Adara Relief International
Mei 25, 2026
0
17

Wabah penyakit Gaza terus memburuk akibat runtuhnya fasilitas kesehatan dan sanitasi. Selain itu, wabah penyakit Gaza kini mengancam jutaan warga...

Read moreDetails
Kelaparan Gaza Kian Memburuk

Kelaparan Gaza Kian Memburuk

Mei 25, 2026
12
Aktivis Flotilla Ungkap Penyiksaan Israel

Aktivis Flotilla Ungkap Penyiksaan Israel

Mei 25, 2026
12
Negara Muslim Kecam Ben Gvir

Negara Muslim Kecam Ben Gvir

Mei 25, 2026
11
Gaza Kehilangan Sukacita Iduladha

Gaza Kehilangan Sukacita Iduladha

Mei 25, 2026
11
Pemukim Israel Tekan Warga Tepi Barat

Pemukim Israel Tekan Warga Tepi Barat

Mei 25, 2026
12
Next Post
Asap mengepul dari area tersebut saat Israel melanjutkan serangannya meskipun Presiden AS Donald Trump menyerukan "segera hentikan serangan terhadap Gaza." Kamp Pengungsi Nuseirat di Kota Gaza, Gaza pada 4 Oktober 2025. [Khames Alrefi – Anadolu Agency]

Israel Abaikan Seruan Gencatan Senjata, Serangan di Gaza Berlanjut Meski Ada Pembicaraan Negosiasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Policy Brief 07

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630