Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menerobos kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds bagian timur yang diduduki pada Senin (26/10), sehari sebelum pemilihan umum Israel. Aksi tersebut berlangsung di bawah pengawalan ketat polisi Israel dan menuai kecaman Hamas yang menilainya sebagai manuver politik menjelang pemilu.
Menurut laporan media Israel, Channel 7, Ben-Gvir memasuki kompleks tersebut dengan pengamanan ketat. Ia juga melaksanakan doa di Tembok Al-Buraq, yang dikenal sebagai Tembok Barat, di sisi barat kompleks Masjid Al-Aqsa.
Departemen Wakaf Islam di Al-Quds menyatakan Ben-Gvir datang bersama puluhan pemukim Israel. Mereka berkeliling di pelataran masjid, mendengarkan penjelasan mengenai klaim keberadaan Kuil Yahudi, serta melakukan ritual Talmud di bagian timur kompleks.
Dalam pernyataannya, Hamas mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa dan hak warga Palestina. Hamas menilai waktu kunjungan itu menunjukkan bagaimana situs suci umat Islam telah Israel manfaatkan untuk kepentingan persaingan politik. Namun, Hamas menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak akan mengubah identitas Islam Al-Aqsa.
Baca juga: Israel Paksa 2.000 Warga Palestina Mengungsi dari Al-Khalil (Hebron)
Sementara itu, pasukan Israel terus memberlakukan pembatasan terhadap warga Palestina yang hendak memasuki Masjid Al-Aqsa. Mereka menghadapi pemeriksaan identitas di pintu masuk, dan dalam sejumlah kasus, petugas menyita dokumen identitas. Selain Masjid Al-Aqsa, Ben-Gvir juga mempromosikan kebijakan pembatasan terhadap tahanan Palestina. Ia membanggakan pengurangan porsi makanan tahanan dan pembatasan akses terhadap sejumlah kebutuhan.
Hamas menyerukan warga Palestina untuk meningkatkan kehadiran di Al-Aqsa serta meminta negara-negara Arab dan Muslim, lembaga keagamaan, dan organisasi hak asasi manusia mengambil langkah nyata untuk melindungi situs tersebut. Kekhawatiran juga meningkat bahwa persaingan politik di Israel akan mendorong pembatasan lebih lanjut terhadap warga Palestina dan mengancam status quo historis serta hukum di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Kunjungan Ben-Gvir berlangsung ketika partai-partai Israel bersiap menghadapi pemilihan 27 Oktober untuk memilih 120 anggota Knesset. Berbagai kelompok Palestina menilai langkah Ben-Gvir memanfaatkan Masjid Al-Aqsa, isu rumah warga, dan hak-hak tahanan sebagai komoditas politik untuk menggalang suara dari konstituen sayap kanan radikal sekaligus menekan partisipasi pemilih Arab-Palestina.








