Dua anak Palestina kembali menjadi korban yang terbunuh akibat rentetan gempuran dan tembakan militer Israel di Jalur Gaza pada Sabtu dan Minggu, 17–18 Oktober 2026. Kedua korban jiwa tersebut teridentifikasi sebagai Mohamed Riyad Abu Hamad, seorang pelajar berusia 14 tahun, serta Misk Hazem al-Dallu yang baru berusia enam tahun.
Pada Minggu, Misk terbunuh setelah pasukan Israel menembaki tenda-tenda yang menampung keluarga pengungsi di kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah. Menurut sumber medis yang dikutip kantor berita WAFA dan Anadolu, Misk Hazem al-Dalou meninggal akibat luka yang dideritanya dalam insiden tersebut.
Sehari sebelumnya, Mohamed Riyad Abu Hamad terbunuh saat berjalan pulang dari sekolah di Deir al-Balah. Pecahan peluru dari serangan Israel menembus tas sekolahnya dan merenggut nyawanya.
Baca juga: Data Isolasi Anak Palestina di Penjara Israel Ungkap Praktik Kejam
Menurut sumber setempat, serangan tersebut menargetkan sekelompok warga sipil di Jalan al-Baraka, Deir al-Balah. Empat orang lainnya terluka, termasuk seorang anak perempuan, dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.
Kementerian Pendidikan Gaza melaporkan kematian Mohamed dan mendesak perlindungan internasional segera bagi para pelajar serta anak-anak Palestina. Kementerian tersebut menegaskan bahwa insiden ini mencerminkan bahaya serius yang terus mengancam anak-anak di Jalur Gaza.
Kematian kedua anak itu terjadi meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 1.511 warga Palestina terbunuh dan 5.375 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku.
Sementara itu, jumlah korban terbunuh akibat perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 74.469 orang, dengan 175.492 lainnya terluka, berdasarkan data kementerian yang mereka rilis pada Sabtu.








