Tepi Barat kini menjadi “wilayah tanpa hukum” akibat agresi pemukim Israel yang terus berlangsung, kata Kardinal Pierbattista Pizzaballa. Pernyataan tersebut disampaikan Pizzaballa, Patriark Latin Al-Quds (Yerusalem), dalam festival Katolik di Rimini, Italia utara.
Menurutnya, situasi di Tepi Barat terus memburuk tanpa pengawasan keamanan atau batasan hukum yang efektif. “Situasi agresi terus-menerus oleh pemukim telah terbukti,” ujar Pizzaballa kepada wartawan.
Ia mendesak negara-negara Barat meningkatkan upaya diplomatik untuk menghentikan kekerasan yang terus meningkat di Timur Tengah. Pizzaballa menilai diplomasi merupakan satu-satunya cara menyelesaikan kekerasan pemukim tanpa menggunakan senjata, kekerasan, maupun kekuatan militer. Sementara itu, ia menggambarkan kondisi Gaza sebagai wilayah yang sangat hancur dari sisi kemanusiaan.
Baca juga: Israel Perkuat Pasukan di Pusat Pelatihan UNRWA Qalandia
Ratusan Pemukim Israel Serbu Makam Yusuf di Nablus
Pizzaballa juga menyatakan bahwa kunjungan Paus ke Tanah Suci (Al-Quds) pada akhirnya akan terjadi. Oleh karena itu, ia mendorong semua pihak mempersiapkan kondisi agar kunjungan tersebut membawa hasil nyata.
Pizzaballa meminta masyarakat tidak menyederhanakan perdamaian menjadi sekadar slogan. Ia menilai apa yang terjadi di Tepi Barat dan Timur Tengah membutuhkan pendekatan yang realistis. Ia mengakui situasi telah memburuk. Namun, di tengah kebencian dan penderitaan yang melanda Timur Tengah, ia tetap menyerukan pentingnya menumbuhkan harapan.
Sumber: MEMO, Vatican News








