JAKARTA – Adara Relief International menggelar Art and Craft for Palestine di Pasaraya Blok M pada Sabtu (22/8). Acara ini menjadi ajang untuk mengajak masyarakat menyuarakan kepedulian untuk Palestina dan Al-Aqsa melalui kreativitas seni.
Art and Craft for Palestine merupakan hasil kolaborasi Adara bersama Gerai Adara, Koalisi Perempuan Muda Indonesia untuk Palestina (KPMIP), serta Rajut Indonesia. Bahkan, gerakan ini turut merambah ke kancah internasional melalui komunitas Hands of Ummah di Jepang.
Selebrasi 1000 Karya untuk Palestina
Sejak Juni 2026, Adara menginisiasi movement digital karya untuk Palestina. Gerakan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 karya dari ratusan seniman di Indonesia dan Jepang.

Seluruh karya kemudian dipamerkan dalam Art and Craft for Palestine. Karya yang terkumpul meliputi karya digital, lukisan, rajutan, sulam pita, sabun, pipe cleaner, flanel, tas, topi, sajadah, hijab, hingga karya daur ulang.
Gerakan ini turut melibatkan peserta difabel. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang dalam menyalurkan kreativitas untuk menyuarakan Palestina.

Tak hanya itu, Adara juga membagikan ratusan gantungan kunci bertema Palestina kepada pengunjung. Pembagian karya ini menjadi bagian dari Social Movement untuk meluaskan pesan kepedulian terhadap Palestina.
Panggung Solidaritas untuk Palestina
Selain pameran karya, Art and Craft for Palestine menghadirkan Crafter Sharing Session. Sesi ini menghadirkan Eva Kurniawati (Founder Ne Craft), dengan karya sulam pita bertema Al-Aqsa. Sesi ini juga menghadirkan Slamet Riyadi (Founder Lumintu Recycle Art). Sementara itu, Thita Febria (Founder Rajut Indonesia), Faizah Wirawan (Crocheter dari Jepang), dan Septi Purnama Sari (Pengurus Hands of Ummah) turut meramaikan sesi ini secara online.
Pada kesempatan tersebut, para pembicara membagikan pengalaman dalam menggabungkan kreativitas dan kepedulian untuk Palestina melalui karya seni.

Suasana acara semakin semarak dengan penampilan musik dari Bella Fawzi dan Fia Fellow. Pembacaan puisi turut menggugah hati para pengunjung Blok M melalui puisi dari para sastrawan Palestina. Pasaraya semakin ramai ketika UPBM UNPAD mengajak pengunjung menari bersama melalui sesi Dabke for All.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mengabadikan momen melalui Newspaper Photobooth. Photobooth ini menghadirkan edukasi tentang Palestina dan Al-Aqsa dalam cetakan berbentuk koran. Tak ketinggalan, pengunjung juga bisa mendapatkan stamp solidaritas spesial bertema Al-Aqsa.
Direktur Utama Adara Relief International, Maryam Rachmayani, menyampaikan apresiasi penuh kepada seluruh pihak dan peserta yang telah berpartisipasi dalam gerakan solidaritas ini.
“Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyuarakan Palestina. Seperti memakai bros semangka, gantungan kunci, sapu tangan, slayer, bahkan tas Palestina,” tutur Maryam.
Melalui Art & Craft for Palestine, Adara berharap semangat kepedulian ini terus tumbuh dalam beragam bentuk, khususnya melalui karya dan aksi nyata untuk Palestina.







