Agresi militer Israel di Jalur Gaza kembali menelan korban jiwa dari kalangan warga sipil setelah sebuah serangan udara menghantam kawasan apartemen di Deir al-Balah, Gaza tengah, pada Rabu (15/7). Insiden mematikan ini merenggut nyawa satu keluarga Palestina yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak mereka
Sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa menyatakan Omar Abu Qasem (33), istrinya Asma Abu Qasem (32 tahun), dan putri mereka Habiba (6 tahun) terbunuh setelah rudal Israel menghantam apartemen keluarga tersebut. Sementara itu, putra mereka yang berusia empat tahun, Sami, selamat meski mengalami luka bakar sedang dan cedera lainnya.
Menurut saksi, helikopter militer Israel menembakkan dua rudal ke apartemen keluarga itu di dekat Bundaran Al-Baraka, Deir al-Balah. Serangan ini memicu kebakaran yang kemudian berhasil tim pertahanan sipil padamkan.
Selain tragedi di Deir al-Balah, intensitas serangan di wilayah lain juga tidak mereda. Drone Israel yang menghantam Pusat Rehabilitasi Ansar di sebelah barat Kota Gaza melukai seorang anak. Di samping itu, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke kawasan Abu Zeitoun, timur Kamp Jabalia, meski tidak ada korban yang dilaporkan.
Serangan lainnya adalah dengan menjatuhkan bahan peledak di sekitar Bani Suheila, Khan Younis, bagian selatan Gaza. Insiden tersebut menambah daftar pelanggaran gencatan senjata yang, menurut sumber Palestina, masih terus terjadi sejak berlaku pada 10 Oktober 2025. Hingga kini, serangan Israel terus menimbulkan korban jiwa dan memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.








