Pemukim Israel Kembali Serbu Masjid Al-Aqsa dan Sekolah Palestina di Yerusalem Timur
Ketegangan di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur kembali memuncak setelah sejumlah pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Rabu (15/7) pagi. Dalam aksi provokatif tersebut, para pemukim memasuki area halaman masjid sambil melantunkan slogan-slogan yang memicu kemarahan jemaah.
Rekaman yang otoritas Al-Quds rilis menunjukkan kehadiran para pemukim di dalam situs suci tersebut. Sejak 2003, kepolisian Israel secara kontroversial mengizinkan pemukim masuk ke kawasan Al-Aqsa setiap hari, kecuali Jumat dan Sabtu. Laporan dari Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mencatat bahwa insiden ini merupakan bagian dari tren eskalasi. Sedikitnya, terdapat 26 aksi penyusupan serupa terjadi sepanjang Juni 2026.
Intimidasi terhadap Lembaga Pendidikan Palestina
Selain di Al-Aqsa, provokasi juga menyasar sektor pendidikan. Pada Selasa (14/7), anggota parlemen Israel dari Partai Religious Zionism, Tzvi Sukkot, melakukan aksi agresif dengan menyerbu sebuah sekolah yatim piatu di Kota Tua Al-Quds. Sukkot merusak papan nama sekolah yang menampilkan bendera Palestina dan secara terbuka mengancam akan menutup lembaga pendidikan tersebut.
Tindakan ini memicu kecaman keras. Anggota parlemen Arab Israel, Ayman Odeh, menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk belajar, bukan arena untuk manuver politik. Sementara itu, Sukkot berdalih bahwa sekolah yang berada di bawah kurikulum Otoritas Palestina tidak seharusnya beroperasi di wilayah yang diklaim sebagai kedaulatan Israel.
Upaya Penghapusan Identitas Al-Quds
Warga Palestina memandang rangkaian aksi ini sebagai taktik sistematis untuk memperkuat kontrol Israel atas Al-Quds bagian timur dan menghapus identitas Arab serta Islam di kota tersebut. Hingga kini, sekitar 390.000 warga Palestina masih tinggal di Yerusalem Timur dan sebagian besar sekolah tetap menggunakan kurikulum Palestina.








