• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Juli 1, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Uban Prematur di Gaza: Dampak Psikologis Genosida Israel pada Pemuda Gaza

by Adara Relief International
Juli 1, 2026
in Berita Kemanusiaan, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Uban Prematur di Gaza: Dampak Psikologis Genosida Israel pada Pemuda Gaza

Uban Prematur di Gaza: Dampak Psikologis Genosida Israel pada Pemuda Gaza

10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Rambut memutih dini (uban prematur) semakin banyak terlihat di kalangan pemuda Gaza. Jika dulu identik dengan usia lanjut, kini rambut putih atau uban muncul pada mereka yang masih berusia 20 hingga 30 tahun. Banyak warga meyakini fenomena ini berkaitan dengan tekanan psikologis berat akibat agresi genosida. Selama genosida, banyak orang telah kehilangan anggota keluarga, pengungsian berulang, dan ketidakpastian masa depan.

Mohamed Abu Al-Abd (27 tahun) mengaku tidak memiliki uban sebelum agresi. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, uban mulai muncul di kepala dan janggutnya. Ia merasa seolah menua sepuluh tahun lebih cepat akibat ketakutan, kurang tidur, dan kehilangan kerabat selama agresi Israel di Gaza.

Baca Juga

Mukena Jadi Teman Setia Perempuan Gaza

CPJ Hapus 20 Nama Jurnalis Gaza, Anggota Dewan Mundur Setelah Pertanyakan Standar Ganda

Baca juga: “241 Anak Palestina Terbunuh di Tepi Barat, B’Tselem: Tertinggi Sejak Pendudukan 1967″

Pengalaman serupa juga terjadi pada Abu Karim (31 tahun). Ia mengatakan teman-temannya terus menyoroti perubahan warna rambutnya yang terjadi dalam waktu singkat. Sementara itu, Mahmoud Ahmed (24 tahun) mulai mengalami perubahan warna rambut setelah beberapa kali mengungsi. Tak hanya itu, ia juga telah kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilannya.

Menurut Mahmoud, fenomena ini kini menjadi bahan candaan di antara para pemuda Gaza. Namun di balik candaan tersebut, fenomena munculnya uban di usia muda merupakan jejak nyata dari trauma, tekanan berkepanjangan, dan perang yang terus berlangsung.

Secara medis, riset yang mendapay dukungan dari National Institutes of Health di Amerika Serikat membenarkan adanya hubungan antara stres psikologis akut dengan munculnya uban prematur. Stres hebat dapat memengaruhi sel punca di folikel rambut yang bertanggung jawab memproduksi pigmen, sehingga menyebabkan hilangnya warna alami rambut lebih cepat dari kondisi normal akibat respons sistem saraf “lawan atau lari” (fight or flight) yang terus aktif. 

Selain faktor genetik, para peneliti juga mengaitkan uban prematur dengan kekurangan zat besi, vitamin B12, malnutrisi, serta gangguan kesehatan mental. Para psikolog menegaskan bahwa trauma, kesedihan, dan kecemasan kronis dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk kesehatan rambut.

Meski belum ada data resmi mengenai jumlah kasus rambut memutih dini di Gaza, berbagai laporan PBB mencatat memburuknya kesehatan mental warga akibat agresi. Bagi banyak pemuda Gaza, uban yang muncul sebelum waktunya merupakan saksi dari kehilangan, tekanan, dan ketidakpastian yang mereka alami setiap hari.

Sumber: Palinfo

ShareTweetSendShare
Previous Post

Berkat Sahabat Adara, Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa Telah Menjangkau Seluruh Indonesia

Next Post

Mukena Jadi Teman Setia Perempuan Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Mukena Jadi Teman Setia Perempuan Gaza
Berita Kemanusiaan

Mukena Jadi Teman Setia Perempuan Gaza

by Adara Relief International
Juli 1, 2026
0
10

Mukena kini bukan lagi sekadar pakaian untuk salat bagi perempuan di Gaza. Di tengah agresi yang terus berlangsung, mukena telah...

Read moreDetails
CPJ Hapus 20 Nama Jurnalis Gaza, Anggota Dewan Mundur Setelah Pertanyakan Standar Ganda

CPJ Hapus 20 Nama Jurnalis Gaza, Anggota Dewan Mundur Setelah Pertanyakan Standar Ganda

Juni 30, 2026
17
3.465 Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza: Israel Bunuh 1.045 Sipil dan Blokir 64% Bantuan

3.465 Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza: Israel Bunuh 1.045 Sipil dan Blokir 64% Bantuan

Juni 30, 2026
15
Remaja 15 Tahun Asal Al-Quds Ditembak Mati di Al-Bireh, Kegubernuran Kecam Eksekusi Israel

Remaja 15 Tahun Asal Al-Quds Ditembak Mati di Al-Bireh, Kegubernuran Kecam Eksekusi Israel

Juni 30, 2026
19
65 Pelajar Palestina Ditangkap Israel di Tepi Barat, 4 di Antaranya Saat Ujian Nasional

65 Pelajar Palestina Ditangkap Israel di Tepi Barat, 4 di Antaranya Saat Ujian Nasional

Juni 30, 2026
15
241 Anak Palestina Terbunuh di Tepi Barat, B’Tselem: Tertinggi Sejak Pendudukan 1967

241 Anak Palestina Terbunuh di Tepi Barat, B’Tselem: Tertinggi Sejak Pendudukan 1967

Juni 30, 2026
18
Next Post
Mukena Jadi Teman Setia Perempuan Gaza

Mukena Jadi Teman Setia Perempuan Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 150 Keluarga di Al Quds

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630