Kantor Media Pemerintah Gaza (Government Media Office/GMO) melaporkan bahwa Israel telah melakukan 3.465 pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza sejak kesepakatan berlaku 260 hari lalu. Dalam laporan yang mereka rilis pada Senin (29/6), GMO menyatakan pelanggaran tersebut telah membunuh 1.045 warga sipil dan melukai 3.380 orang.
Selain itu, pasukan Israel disebut menculik 113 warga Gaza selama periode tersebut. GMO juga menegaskan bahwa Israel terus menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Dari 156.000 truk bantuan yang seharusnya mendapat izin masuk sesuai perjanjian, Israel hanya mengizinkan 55.539 truk, atau sekitar 36 persen dari jumlah dalam kesepakatan.
Baca juga: “Israel Nyatakan Pendudukan Lebanon, Suriah, dan Gaza Berlanjut Tanpa Batas”
“Israel Rampas Kewenangan Perencanaan Kota dari Pemerintah Al-Khalil, Langgar Protokol Hebron 1997”
Pembatasan juga terjadi di Perlintasan Rafah. Menurut GMO, hanya 8.016 orang yang mendapat izin keluar dari Gaza. Padahal, berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, seharusnya 21.800 orang dapat melintas sejak perlintasan terbuka kembali. Artinya, hanya sekitar 36 persen dari target yang tercantum dalam kesepakatan.
GMO menilai berbagai tindakan tersebut menunjukkan bahwa Israel belum memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Karena itu, GMO mendesak para mediator dan pihak-pihak yang menjadi penjamin kesepakatan gencatan senjata untuk segera mengambil langkah. Tujuannya yaitu agar Israel mematuhi seluruh kewajibannya serta menghentikan pelanggaran yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Sumber: Palinfo








