Serangan Israel terus membunuh warga Gaza di tengah eskalasi kekerasan yang berlanjut di berbagai wilayah. Serangan tersebut menyasar sebuah pos polisi di kawasan al-Zawaida. Akibatnya, Khamis Juwaifel gugur dan dua orang terluka di lokasi kejadian.
Pada saat yang sama, wilayah timur Gaza turut menghadapi intensifikasi serangan bersamaan dengan aksi penembakan serta penahanan warga sipil oleh pasukan Israel. Dua pemuda di antaranya Israel tangkap saat sedang mengumpulkan kayu bakar di area terdampak.
Baca juga : “The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
“71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
Eskalasi serangan ini tidak hanya berpusat pada jalanan dan permukiman warga, tetapi juga menghantam fasilitas publik. Salah satu bangunan sekolah milik PBB di Nuseirat yang beralih fungsi menjadi tempat pengungsian ikut terkena dampak. Berdasarkan laporan resmi PBB, proyektil serangan merusak bagian atap sekolah. Namun, tidak ada korban luka dalam insiden di fasilitas penampungan tersebut.
Sementara itu di Tepi Barat, situasi tegang juga tercatat setelah seorang warga Palestina dibunuh setelah melewati pembatas jalan menuju wilayah Al-Quds bagian timur. Berdasarkan laporan lanjutan, korban nekat menyeberangi koridor terlarang tersebut demi mencari peluang kerja.
Baca juga : “Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina“
Sumber: MEMO








