Maraton Internasional Palestina (Palestine International Marathon) ke-10 resmi dimulai pada Jumat (9/5) di Kota Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki. Maraton ini berlangsung setelah sempat terhenti selama dua tahun akibat agresi genosida Israel di Gaza.
Lomba lari sejauh 42,195 kilometer ini mulai pada pukul 06.00 waktu setempat. Ribuan pelari Palestina dan internasional berkumpul di depan Gereja Kelahiran, yang menjadi titik start perlombaan.
Koordinator maraton, Itidal Abdul Ghani, mengatakan tema tahun ini adalah “persatuan tanah air”, sebagai pesan solidaritas bagi rakyat Palestina. Selain di Bethlehem, lomba lari paralel sejauh 5 kilometer juga berlangsung di Gaza, berawal dari Wadi Gaza Bridge menuju wilayah utara.
Sebelumnya, panitia menyelenggarakan maraton virtual pada 17–21 April dengan partisipasi lebih dari 5.000 peserta dari 88 negara. Secara keseluruhan, jumlah peserta tahun ini mencapai lebih dari 13.000 orang. Di antara para perserta termasuk 2.523 pelari di Gaza dan sekitar 1.000 peserta internasional dari 75 negara.
Ajang ini mencakup beberapa kategori lomba: 42,195 km, 21 km, 10 km, serta lari keluarga 5 km. Maraton ini terselenggara berkat koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Palestina, Komite Olimpiade Palestina, dan Pemerintah Kota Betlehem.
Kembalinya maraton ini berlangsung di tengah terus berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata di Gaza oleh Israel serta eskalasi kekerasan di Tepi Barat sejak Oktober 2023. Menurut data Palestina, lebih dari 1.155 warga Palestina terbunuh di Tepi Barat, sementara di Gaza jumlah korban telah melampaui 72.000 jiwa.







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)