Israel paksa keluarga Palestina membongkar makam anak mereka di wilayah Jenin, Tepi Barat utara, pada Jumat (8/5) malam.
Israel memaksa keluarga tersebut untuk memindahkan jenazah ke lokasi lain dengan alasan lokasinya terlalu dekat dengan permukiman ilegal Israel di dekat Kota Jaba’.
Menurut kantor berita Palestina WAFA, tentara Israel mendatangi makam di Desa Asasa setelah sejumlah pemukim mulai menggali area pemakaman. Setelah itu, tentara Israel paksa keluarga korban membongkar makam dan memindahkan jenazah untuk dimakamkan kembali di tempat berbeda. Israel paksa langkah tersebut dengan alasan kawasan pemakaman berada dekat permukiman Tarsala atau bekas permukiman Sanur.
Selain itu, warga Palestina menghadapi tekanan Israel yang terus meningkat di wilayah Jenin. Pada April lalu, otoritas Israel mengizinkan pemukim kembali ke Sanur, dua dekade setelah evakuasi tahun 2005 dalam rencana penarikan. Sejak saat itu, tentara dan pemukim Israel semakin sering menyerbu Jaba’ dan Silat ad-Dhahr. Mereka juga merusak properti warga dan menebar ancaman.
Israel juga memaksa sejumlah pemilik toko di jalan Jenin–Nablus untuk membongkar toko mereka dengan mengklaim bangunan tersebut terlalu dekat dengan permukiman ilegal.
Di sisi lain, Israel terus memperluas pembangunan permukiman di Tepi Barat. Pada 29 April, otoritas Israel menyetujui pembangunan 126 unit permukiman baru di Jenin. Langkah ini memicu kecaman luas karena dianggap melanggar hukum internasional.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel dan aksi pemukim telah membunuh sedikitnya 1.155 warga Palestina. Selain itu, sekitar 11.750 orang terluka dan hampir 22.000 lainnya ditangkap, menurut data resmi Palestina.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)