Pemerintah Israel menyetujui anggaran lebih dari 1 miliar shekel (sekitar 270 juta dolar AS) untuk membangun jalan yang menghubungkan permukiman ilegal di Tepi Barat, menurut laporan Haaretz. Keputusan ini mendapat persetujuan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Tindakan ini merupakan bagian dari ekspansi permukiman yang terus meningkat sejak akhir 2022.
Pada tahap awal, sekitar 3 juta shekel (sekitar 1 juta dolar AS) akan Israel alokasikan untuk penyusunan rencana dan desain awal. Desain tersebut akan mereka ajukan dalam waktu 45 hari. Pendanaan pembangunan selanjutnya akan Israel keluarkan dari tambahan anggaran kementerian keuangan. Meskipun lokasi proyek jalan belum mereka ungkapkan, langkah ini akan memperkuat infrastruktur yang menghubungkan permukiman ilegal di wilayah pendudukan, termasuk Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
Baca juga : “Pendudukan Israel di Gaza Capai 59 Persen”
Menurut data Palestina, sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat. Jumlah ini termasuk 250.000 di Al-Quds bagian timur yang semuanya melanggar hukum internasional. Sejak Oktober 2023, pasukan dan pemukim Israel telah membunuh sedikitnya 1.155 warga Palestina. Selain itu, mereka juga melukai sekitar 11.750 orang, dan menangkap hampir 22.000 lainnya di Tepi Barat.
Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah ilegal. Mereka juga menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)