• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Mei 1, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Perempuan Tawanan Palestina Hadapi Pelecehan di Penjara Israel

by Adara Relief International
Maret 9, 2026
in Berita Kemanusiaan, Perempuan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Perempuan Tawanan Palestina Hadapi Pelecehan di Penjara Israel
35
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebuah laporan bersama dari Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Palestina, Masyarakat Tawanan Palestina, dan Asosiasi Pendukung Tawanan dan Hak Asasi Manusia Addameer menunjukkan bahwa perempuan Palestina menjadi sasaran penangkapan sistematis. Israel telah melakukan berbagai pelanggaran dimulai sejak penangkapan dan berlanjut selama interogasi dan penahanan.

Menurut laporan tersebut, Israel saat ini menahan 72 perempuan Palestina, sebagian besar di Penjara Damon. Di antara mereka terdapat tiga anak di bawah umur dan 32 ibu. Israel juga menahan sekitar 130 anak. Sebanyak 17 perempuan tawanan berstatus tahanan administratif. Artinya, mereka ditahan tanpa adanya proses pengadilan. Lima orang menjalani hukuman penjara, yang terlama adalah 16 tahun. Selain itu, 50 perempuan tetap Israel tahan tanpa putusan akhir, termasuk beberapa yang mereka tuduh melakukan tindakan “penghasutan.”

Data tersebut juga menunjukkan bahwa satu tawanan terluka dan 18 perempuan menderita penyakit, termasuk tiga orang yang menderita kanker. Di antara para tawanan terdapat 12 mahasiswa dan tiga siswi sekolah. Sebagian besar tawanan berasal dari Tepi Barat, termasuk Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur), sementara tiga lainnya berasal dari dalam perbatasan Israel tahun 1948.

Sejak awal genosida, otoritas Israel telah mengintensifkan kampanye penangkapan yang menargetkan perempuan. Lebih dari 700 perempuan Palestina telah Israel tahan, termasuk mahasiswa, aktivis, ibu rumah tangga, dan anak di bawah umur. Organisasi hak asasi manusia mengatakan Israel memperluas penangkapan hingga mencakup perempuan sebagai bagian dari tatanan sosial Palestina yang lebih luas.

Baca Juga

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga telah mendokumentasikan kasus-kasus penahanan perempuan sebagai bentuk tekanan terhadap anggota keluarga yang Israel targetkan. Istri, ibu, dan kerabat telah Israel tangkap untuk memaksa kerabat laki-laki mereka menyerah. Tindakan ini seringkali bersamaan dengan intimidasi, kekerasan fisik, perusakan harta benda, dan penyitaan.

Baca juga : “Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel Meningkat Menjadi 59“

Kesaksian dari para perempuan tawanan menggambarkan pelecehan fisik dan psikologis sejak saat penangkapan. Ini sering terjadi selama penggerebekan rumah di malam hari atau dini hari. Israel mendobrak pintu, menggeledah rumah secara menyeluruh, dan memborgol para perempuan. Tak hanya itu, Israel juga menutup mata para perempuan dan mempermalukan mereka saat membawa mereka ke pusat-pusat interogasi.

Tuduhan “penghasutan di media sosial” juga telah menjadi dasar utama penangkapan, karena Israel telah memperluas interpretasi tuduhan ini hingga mencakup unggahan atau ekspresi pribadi secara daring.

Penahanan administratif juga semakin sering Israel terapkan terhadap perempuan. Di bawah aturan ini, Israel dapat menahan tawanan tanpa dakwaan berdasarkan “berkas rahasia” yang tidak pernah dibuka. Selain itu, Israel juga bisa memperpanjang perintah penahanan  tanpa batas waktu. Hal ini membuat para tawanan dan keluarga mereka berada dalam ketidakpastian yang berkepanjangan tanpa pengadilan yang adil.

Di dalam penjara, perempuan menghadapi kondisi penahanan yang keras. Pengalaman mereka sering bermula di fasilitas interogasi, melewati Penjara Hasharon sebagai tempat penahanan sementara, dan berakhir di Penjara Damon, tempat penahanan sebagian besar perempuan tawanan. Kesaksian menunjukkan adanya penyalahgunaan yang meluas, termasuk penyiksaan, perlakuan buruk, kekurangan makanan, kurangnya perawatan medis, dan kepadatan yang parah.

Para tawanan juga melaporkan penggerebekan penjara berulang kali oleh penjaga dengan anjing polisi, penggunaan kekerasan dan pemukulan, penggeledahan tubuh, dan pemaksaan posisi yang memalukan dalam waktu yang lama. Israel juga sering menyita barang-barang pribadi dan melarang tawanan mengakses halaman penjara.

Selain itu, organisasi hak asasi manusia telah mendokumentasikan kasus-kasus pelecehan seksual, penyerangan, dan penggeledahan tubuh yang invasif selama penangkapan atau interogasi, serta ancaman kekerasan seksual. Laporan PBB mengutip kesaksian yang menggambarkan pelecehan seksual terhadap tawanan Palestina, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Berdasarkan temuan ini, kelompok-kelompok hak asasi manusia menyerukan tindakan internasional yang mendesak untuk menerjemahkan kewajiban hukum menjadi langkah-langkah konkret. Di antaranya dengan menerapkan pendapat penasihat Mahkamah Internasional yang menyatakan pendudukan adalah ilegal dan mengambil langkah-langkah untuk mengakhirinya.

Mereka juga menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap seluruh perempuan tawanan Palestina, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa penjara-penjara Israel telah menjadi sistem yang penuh dengan pelanggaran dan penderitaan yang terus berlanjut.

Sumber: Palinfo

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Membunuh 12.500 Perempuan di Gaza

Next Post

Mengenang Perempuan Jurnalis Palestina yang Telah Gugur

Adara Relief International

Related Posts

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal
Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

by Adara Relief International
April 30, 2026
0
31

Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan....

Read moreDetails
74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

April 30, 2026
29
Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

April 30, 2026
22
PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

April 30, 2026
19
Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

April 30, 2026
23
OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

April 29, 2026
27
Next Post
Mengenang Perempuan Jurnalis Palestina yang Telah Gugur

Mengenang Perempuan Jurnalis Palestina yang Telah Gugur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630