Akibat konfrontasi militer antara Israel dan Iran yang meningkat, Israel memberlakukan pembatasan besar-besaran di seluruh Tepi Barat. Tentara pendudukan Israel mengumumkan bahwa “mengingat perkembangan yang sedang berlangsung” dan eskalasi dengan Iran, semua penyeberangan akan mereka tutup. Penyeberangan hanya terbuka untuk keluarnya “pekerja penting” dengan izin khusus melalui penyeberangan Eliyahu, Tarqumiya, dan Qalandiya.
Pasukan pendudukan Israel (IOF) pada Ahad (01/03) terus memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan warga Palestina di sejumlah Kegubernuran Tepi Barat untuk hari kedua berturut-turut. Israel melakukan penutupan terhadap pos pemeriksaan militer dan pintu masuk ke kota-kota.
Baca juga : “AS Buka Layanan Paspor di Tepi Barat“
Di Ramallah dan Bireh, IOF menutup sejumlah pintu masuk penting, termasuk Atara, Rawabi, Jembatan Jabr Yabrud, Turmus Ayya, Sinjil, Nabi Saleh, Aboud, Deir Abu Mashal, dan Beit Ur. IOF juga menutup pintu masuk utara Kota Bireh bagi orang-orang yang keluar dari kota tersebut. Di samping itu, IOF juga menutup pintu masuk Ain Sinya dari satu arah.
Di Salfit, penutupan meluas hingga mencakup pintu masuk utara kota, serta pintu masuk Deir Ballut, Sada Qiraweh, Haris, Kifl Haris, Jalan Al Abara, Marda, Rafat, Kafr ad Dik, Bruqin, Deir Istiya, dan Yasuf. Penutupan ini menghambat pergerakan pekerja dan pelajar serta memaksa banyak warga untuk mengambil rute alternatif yang lebih panjang.
Di Bethlehem, IOF menutup jalan utama menuju Kota Battir dan Nahhalin serta Desa Husan dan Wadi Fukin dengan menggunakan gerbang besi. Selain itu, IOF juga menutup beberapa pintu masuk di Kota al-Khader dan daerah Beit Jala.
Tentara IOF juga mendirikan pos pemeriksaan militer di bawah jembatan di daerah Aqabat Hasna. Hal ini menyebabkan kemacetan lalu lintas dan mencegah kendaraan melewati jalan menuju pedesaan bagian barat.
Di al-Khalil (Hebron), penutupan meliputi wilayah Ras al Joura, Sa’ir, Nabi Yunis, Fahs, Zeif, Jembatan Halhul, Bani Naim, Tarqumiya, dan Kamp Arroub. Sementara itu, di Nablus, pasukan pendudukan menutup pintu masuk Yatma, Sarta, Awarta, Murabba’a, Odala, As-Sawiya, Jama’in, dan Beit Furik. Penutupan ini merupakan bagian dari tindakan militer berkelanjutan untukmeningkatkan isolasi kota dan desa serta menambah beban bagi warga.
Sumber: Palinfo, The Palestine Chronicle








