• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Mei 4, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

300.000 Warga Palestina Kembali ke Gaza Utara: Kehancuran Tak Mematahkan Semangat Warga Palestina

by Adara Relief International
Januari 28, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
300.000 Warga Palestina Kembali ke Gaza Utara: Kehancuran Tak Mematahkan Semangat Warga Palestina

Warga Palestina yang mengungsi akibat pasukan Israel, kembali membangun rumah mereka di antara reruntuhan bangunan yang runtuh melalui Jalan Salah al-Din dan Jalan Al-Rashid di jalur pantai setelah perjanjian gencatan senjata di Kota Gaza, Gaza pada 27 Januari 2025. [Hassan Jedi – Anadolu Agency]

19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ribuan warga Palestina yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke Jalur Gaza bagian utara pada Senin (27/01), diiringi kegembiraan yang bercampur dengan kesedihan. Mereka sebelumnya dipaksa meninggalkan rumah mereka akibat genosida yang dilancarkan oleh Israel, demikian laporan Anadolu Agency.

Puluhan ribu warga berjalan kaki melalui Jalan Al-Rashid, sebuah jalur pesisir, di bawah kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan antara Israel dan kelompok Perlawanan Palestina, Hamas.

Sebagian warga lainnya kembali ke wilayah utara dengan kendaraan melalui Koridor Netzarim, yang memisahkan bagian utara dan selatan Jalur Gaza.

Kembalinya warga Palestina ini terjadi tak lama setelah Qatar berhasil memediasi kesepakatan antara Hamas dan Israel. Dalam perjanjian tersebut, Hamas setuju untuk membebaskan tiga tahanan Israel, termasuk seorang wanita bernama Arbel Yehud, sebelum Jumat mendatang.

Kebahagiaan di Tengah Kehancuran

“Hari ini kami merasakan kegembiraan, meskipun rasa sakit dan penderitaan tetap ada setelah sekian lama kehilangan harapan untuk kembali,” ungkap Bassam Saleh kepada Anadolu.

Saleh kembali ke Gaza utara menggunakan sepeda melalui Jalan Al-Rashid menuju rumahnya di Kamp Pengungsi Jabalia. Dengan membawa beberapa barang di sepedanya, ia melintasi jalanan yang hancur untuk mencapai kamp yang telah porak-poranda akibat serangan Israel.

Seperti banyak warga pengungsi lainnya, Saleh harus melewati medan yang berat dan jalanan yang rusak sepanjang beberapa kilometer. “Kami harus beradaptasi dengan situasi ini dan memanfaatkan apa yang ada,” tambahnya.

Rasa Gembira yang Pahit

Fatima Abu Hasira, yang selama beberapa bulan mengungsi di Khan Younis, kota di bagian selatan Gaza, mengaku bahwa perjalanan kembali ke utara adalah pengalaman yang berat.

“Hari ini adalah hari yang penuh kegembiraan, tetapi kesedihan mendalam tetap menyelimuti hati kami,” kata Fatima yang tampak lelah dan berduka.

“Saya kehilangan anak-anak dan cucu saya selama agresi bersama dengan orang-orang terkasih, tetangga, dan rumah kami,” lanjutnya.

Meski rumahnya telah hancur, Fatima lebih memilih tinggal di antara puing-puing rumahnya dibandingkan hidup jauh dari tanah kelahirannya, yang terletak di dekat pelabuhan Kota Gaza. Selama masa pengungsian, ia harus bertahan dengan kekurangan makanan, air, dan kebutuhan hidup lainnya.

Momen Reuni yang Mengharukan

Dalam momen yang emosional, kamera Anadolu menangkap seorang pemuda berlari memeluk ibu dan anaknya yang menunggu di pantai dekat Kota Gaza.

Dengan air mata kebahagiaan yang bercampur kesedihan, pemuda itu memeluk erat keluarganya setelah berbulan-bulan terpisah akibat agresi. “Semoga Allah merahmati Hamed, Bu. Dia ingin menjadi orang pertama yang menyambutku,” ucapnya sambil menangis. Tidak jelas apakah Hamed adalah saudara laki-lakinya atau anaknya.

Perlawanan Melawan Pengusiran

Mustafa Ibrahim, seorang penulis dan analis politik, menyebut kembalinya warga Palestina ini sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya Israel untuk menggusur mereka.

“Sejak pagi hari di Deir Al-Balah, kerumunan warga terlihat berjalan kaki menuju utara dalam pemandangan yang megah dan bersejarah, menantang upaya pendudukan Israel,” tulisnya dalam sebuah unggahan di Facebook.

Ibrahim melihat kepulangan ini sebagai bentuk “konfrontasi langsung terhadap rencana penggusuran dan pengusiran.”

“Lelaki, perempuan, orang tua, dan anak-anak mengenakan pakaian baru, seolah-olah merayakan Idul Fitri. Wajah mereka dipenuhi senyum dan kebahagiaan,” ungkapnya, menggambarkan suasana penuh harapan di tengah kehancuran.

Kehidupan di Tengah Kehancuran

Meskipun mengalami kehilangan yang begitu besar, banyak warga Palestina yang memilih untuk kembali ke rumah mereka yang kini berupa reruntuhan. Mereka siap menghadapi perjuangan sehari-hari untuk membangun kembali kehidupan, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar seperti air dan sumber daya lainnya.

Baca Juga

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

Serangan Israel selama agresi telah menghancurkan hampir 88 persen bangunan dan infrastruktur di Gaza, termasuk rumah, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas ekonomi penting lainnya.

Fase pertama kesepakatan gencatan senjata selama enam pekan mulai berlaku pada 19 Januari. Perjanjian ini menghentikan genosida Israel yang telah membunuh lebih dari 47.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 111.000 orang sejak 7 Oktober 2023.

Sejauh ini, tujuh tahanan Israel, termasuk empat tentara, telah dibebaskan sebagai imbalan untuk 290 tawanan Palestina sejak kesepakatan ini diberlakukan.

Agresi Israel juga menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, menciptakan kehancuran besar dan krisis kemanusiaan yang merenggut nyawa ribuan orang, termasuk lansia dan anak-anak, menjadikannya sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresi yang dilancarkannya di wilayah tersebut.

Sumber:
https://www.aa.com.tr

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pabrik Desalinasi Air di Gaza Hancur Akibat Serangan Israel

Next Post

Kisah Pabrik Usia 4 Dekade yang Sirna Sekejap Akibat Genosida Israel

Adara Relief International

Related Posts

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal
Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

by Adara Relief International
April 30, 2026
0
39

Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan....

Read moreDetails
74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

April 30, 2026
35
Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

April 30, 2026
28
PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

April 30, 2026
23
Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

April 30, 2026
27
OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

April 29, 2026
27
Next Post
Kisah Pabrik Usia 4 Dekade yang Sirna Sekejap Akibat Genosida Israel

Kisah Pabrik Usia 4 Dekade yang Sirna Sekejap Akibat Genosida Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630