• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

300.000 Warga Palestina Kembali ke Gaza Utara: Kehancuran Tak Mematahkan Semangat Warga Palestina

by Adara Relief International
Januari 28, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
300.000 Warga Palestina Kembali ke Gaza Utara: Kehancuran Tak Mematahkan Semangat Warga Palestina

Warga Palestina yang mengungsi akibat pasukan Israel, kembali membangun rumah mereka di antara reruntuhan bangunan yang runtuh melalui Jalan Salah al-Din dan Jalan Al-Rashid di jalur pantai setelah perjanjian gencatan senjata di Kota Gaza, Gaza pada 27 Januari 2025. [Hassan Jedi – Anadolu Agency]

17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ribuan warga Palestina yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke Jalur Gaza bagian utara pada Senin (27/01), diiringi kegembiraan yang bercampur dengan kesedihan. Mereka sebelumnya dipaksa meninggalkan rumah mereka akibat genosida yang dilancarkan oleh Israel, demikian laporan Anadolu Agency.

Puluhan ribu warga berjalan kaki melalui Jalan Al-Rashid, sebuah jalur pesisir, di bawah kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan antara Israel dan kelompok Perlawanan Palestina, Hamas.

Sebagian warga lainnya kembali ke wilayah utara dengan kendaraan melalui Koridor Netzarim, yang memisahkan bagian utara dan selatan Jalur Gaza.

Kembalinya warga Palestina ini terjadi tak lama setelah Qatar berhasil memediasi kesepakatan antara Hamas dan Israel. Dalam perjanjian tersebut, Hamas setuju untuk membebaskan tiga tahanan Israel, termasuk seorang wanita bernama Arbel Yehud, sebelum Jumat mendatang.

Kebahagiaan di Tengah Kehancuran

“Hari ini kami merasakan kegembiraan, meskipun rasa sakit dan penderitaan tetap ada setelah sekian lama kehilangan harapan untuk kembali,” ungkap Bassam Saleh kepada Anadolu.

Saleh kembali ke Gaza utara menggunakan sepeda melalui Jalan Al-Rashid menuju rumahnya di Kamp Pengungsi Jabalia. Dengan membawa beberapa barang di sepedanya, ia melintasi jalanan yang hancur untuk mencapai kamp yang telah porak-poranda akibat serangan Israel.

Seperti banyak warga pengungsi lainnya, Saleh harus melewati medan yang berat dan jalanan yang rusak sepanjang beberapa kilometer. “Kami harus beradaptasi dengan situasi ini dan memanfaatkan apa yang ada,” tambahnya.

Rasa Gembira yang Pahit

Fatima Abu Hasira, yang selama beberapa bulan mengungsi di Khan Younis, kota di bagian selatan Gaza, mengaku bahwa perjalanan kembali ke utara adalah pengalaman yang berat.

“Hari ini adalah hari yang penuh kegembiraan, tetapi kesedihan mendalam tetap menyelimuti hati kami,” kata Fatima yang tampak lelah dan berduka.

“Saya kehilangan anak-anak dan cucu saya selama agresi bersama dengan orang-orang terkasih, tetangga, dan rumah kami,” lanjutnya.

Meski rumahnya telah hancur, Fatima lebih memilih tinggal di antara puing-puing rumahnya dibandingkan hidup jauh dari tanah kelahirannya, yang terletak di dekat pelabuhan Kota Gaza. Selama masa pengungsian, ia harus bertahan dengan kekurangan makanan, air, dan kebutuhan hidup lainnya.

Momen Reuni yang Mengharukan

Dalam momen yang emosional, kamera Anadolu menangkap seorang pemuda berlari memeluk ibu dan anaknya yang menunggu di pantai dekat Kota Gaza.

Dengan air mata kebahagiaan yang bercampur kesedihan, pemuda itu memeluk erat keluarganya setelah berbulan-bulan terpisah akibat agresi. “Semoga Allah merahmati Hamed, Bu. Dia ingin menjadi orang pertama yang menyambutku,” ucapnya sambil menangis. Tidak jelas apakah Hamed adalah saudara laki-lakinya atau anaknya.

Perlawanan Melawan Pengusiran

Mustafa Ibrahim, seorang penulis dan analis politik, menyebut kembalinya warga Palestina ini sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya Israel untuk menggusur mereka.

“Sejak pagi hari di Deir Al-Balah, kerumunan warga terlihat berjalan kaki menuju utara dalam pemandangan yang megah dan bersejarah, menantang upaya pendudukan Israel,” tulisnya dalam sebuah unggahan di Facebook.

Ibrahim melihat kepulangan ini sebagai bentuk “konfrontasi langsung terhadap rencana penggusuran dan pengusiran.”

“Lelaki, perempuan, orang tua, dan anak-anak mengenakan pakaian baru, seolah-olah merayakan Idul Fitri. Wajah mereka dipenuhi senyum dan kebahagiaan,” ungkapnya, menggambarkan suasana penuh harapan di tengah kehancuran.

Kehidupan di Tengah Kehancuran

Meskipun mengalami kehilangan yang begitu besar, banyak warga Palestina yang memilih untuk kembali ke rumah mereka yang kini berupa reruntuhan. Mereka siap menghadapi perjuangan sehari-hari untuk membangun kembali kehidupan, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar seperti air dan sumber daya lainnya.

Serangan Israel selama agresi telah menghancurkan hampir 88 persen bangunan dan infrastruktur di Gaza, termasuk rumah, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas ekonomi penting lainnya.

Fase pertama kesepakatan gencatan senjata selama enam pekan mulai berlaku pada 19 Januari. Perjanjian ini menghentikan genosida Israel yang telah membunuh lebih dari 47.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 111.000 orang sejak 7 Oktober 2023.

Sejauh ini, tujuh tahanan Israel, termasuk empat tentara, telah dibebaskan sebagai imbalan untuk 290 tawanan Palestina sejak kesepakatan ini diberlakukan.

Agresi Israel juga menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, menciptakan kehancuran besar dan krisis kemanusiaan yang merenggut nyawa ribuan orang, termasuk lansia dan anak-anak, menjadikannya sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresi yang dilancarkannya di wilayah tersebut.

Sumber:
https://www.aa.com.tr

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pabrik Desalinasi Air di Gaza Hancur Akibat Serangan Israel

Next Post

Kisah Pabrik Usia 4 Dekade yang Sirna Sekejap Akibat Genosida Israel

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
20
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Kisah Pabrik Usia 4 Dekade yang Sirna Sekejap Akibat Genosida Israel

Kisah Pabrik Usia 4 Dekade yang Sirna Sekejap Akibat Genosida Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630