• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Activities

Adara Ajak Perempuan Indonesia untuk Bangun Kembali Gaza

by Adara Relief International
November 26, 2023
in Activities, Event, International, Siaran Pers, Sorotan
Reading Time: 7 mins read
0 0
0
Adara Ajak Perempuan Indonesia untuk Bangun Kembali Gaza
144
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Peringati Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina, Adara Ajak Perempuan Indonesia untuk Bangun Kembali Gaza

Dalam rangka memperingati Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina yang jatuh pada 29 November, Adara Relief International menggelar acara ‘Women Speak up for Palestine’, dengan tema ‘Your Silence is Killing’. Kegiatan yang dihelat pada Sabtu, 25 November 2023 di Restoran Al Jazeera ini mengundang serangkaian tokoh perempuan dari berbagai kalangan dan profesi untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap agresi yang berlangsung di Gaza.

perempuan indonesia

Aktivis perempuan peduli Palestina dan Al Aqsa turut menghadiri acara ini, baik secara langsung maupun online, di antaranya: Dr. Rabab Awadh, sekretaris Global Woman Coalition for Al Quds and Palestine (GWCQP); Ustadzah Nurjanah Hulwani, S. Ag, M.E., selaku Ketua Kolisi Perempuan Indonesia Peduli Al Aqsa (KPIPA); serta aktivis Palestina Ustadzah Annisa Theresia Ebenna Ezeria.

perempuan indonesia

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

perempuan indonesia

Acara ini juga dihadiri oleh perempuan tokoh agama, Dr. Syifa Fauzia, M.Arts., selaku Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT); anggota Komisi X DPR RI, Hj. Desy Ratnasari, M. Si, M. Psi; perempuan praktisi hukum, Evi Risna Yanti, S. H., M. Kn.; mewakili perempuan di bidang medis yaitu Hj. Roziana Ghani yang merupakan Direktur Rumah Sakit Ridhoka Salma, beserta dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK, FINSDV, FAADV; mewakili psikolog yaitu Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, Psikolog (Bunda Romi); perempuan penulis, Asma Nadia; influencer dan pegiat parenting, Vendryana Larasati; serta mewakili insan pers, yaitu jurnalis Dazeninda Vrilla Vaditra. Selain itu, acara juga dihadiri oleh para undangan dari berbagai kalangan dan komunitas secara daring.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan berdoa bersama, kemudian dilanjutkan oleh pembicara pertama yaitu Direktur Utama Adara Relief Internasional, Ir. Maryam Rachmayani, S.Th., M. M., “Saat ini kebanyakan media internasional bungkam terhadap isu Palestina,” kata Maryam, “namun tentunya, kami berharap tidak demikian dengan para rekan media di Indonesia. Oleh karena itu, pada hari ini Adara mengajak rekan media, para tokoh, influencer, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan Palestina, jangan pernah bosan apalagi berhenti hingga penjajahan itu berakhir, karena ‘your silence is killing’. Diamnya kita, berarti merestui genosida yang sedang terjadi di Gaza.”

Berbicara mengenai tema yang diusung, Maryam mengatakan bahwa genosida Israel di Gaza terjadi karena dunia telah lama mengabaikan Palestina. Padahal, isu kemanusiaan di Palestina adalah tanggung jawab bersama, khususnya karena anak dan perempuan menjadi pihak paling rentan sekaligus sasaran utama penjajah Israel dalam setiap agresi maupun kebijakan penjajahannya.

Baca juga Israa Jaabis tiba di rumah setelah dibebaskan dari penjara Israel

“Bahkan jika agresi telah berhenti sama sekali hari ini pun, dunia masih memiliki utang untuk Gaza dan Palestina. Agresi bukan hanya telah mengakibatkan korban kematian sebanyak lebih dari 15.000 jiwa, termasuk sekitar 6.000 anak dan 4.000 perempuan, tetapi juga meninggalkan banyak luka fisik maupun psikis yang membutuhkan pemulihan dalam jangka panjang. Selain itu, ribuan anak telah menjadi yatim dan piatu baru dan perempuan-perempuan menjadi janda, di tengah kondisi Jalur Gaza yang hancur lebur dan perekonomian berhenti total,” tutur Maryam.

“Maka, pada Hari Peringatan Solidaritas Internasional untuk Palestina ini, Adara merilis program ‘Bangun Kembali Gaza’.” ungkapnya, ”Kami berkomitmen untuk membangun kembali Gaza dengan mendirikan klinik kesehatan, pusat bantuan untuk kebutuhan anak dan perempuan, serta taman bermain anak. Selain itu, 2.000 yatim akan mendapatkan kesempatan melanjutkan masa depannya meĺalui program Dekap Yatim Palestina, 1.000 penghafal Al Qur’an setiap tahun akan dilahirkan dari Gaza melalui program HAQ (Hidupkan Ahlul Qur’an).”

“Saya sebagai Direktur Utama Adara Relief International semakin yakin dengan adanya andil dari media dan para tokoh perempuan yang dengan posisi masing-masing dapat menguatkan tujuan bersama, yakni mewujudkan amanah konstitusi sebagai bangsa Indonesia dengan mendukung kemerdekaan Palestina dan menjaga ketertiban dunia.” pungkas Maryam.

Baca juga Anak Palestina ditembak mati oleh pasukan pendudukan Israel di sebelah timur Al-Bireh, Tepi Barat

Dr. Rabab Awadh, sekretaris Global Woman Coalition for Al Quds and Palestine (GWCQP), menyampaikan bahwa peran perempuan sangat penting dalam membela dan menyuarakan Palestina, “Saudariku bentuklah generasi, kita harus fokus pada pendidikan generasi anak-anak kita, mereka harus tahu sejarah dan fakta mengenai apa yang terjadi saat ini di Palestina. Kita harus memainkan peran penting ini. Anak-anak kita saat ini dengan izin Allah kelak akan menjadi generasi pembebas yang berkontribusi dalam terwujudnya kemerdekaan Palestina yang waktunya hanya berjarak dua ujung busur panah bahkan lebih dekat dari itu (sudah tidak lama lagi).”

Berbicara atas nama Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al Aqsa (KPIPA), Nurjanah Hulwani menyatakan bahwa kejahatan penjajah zionis harus dilawan dengan segala kekuatan yang dimiliki, “Jumlah lebih dari 14 ribu yang meninggal di Gaza, 70% nya adalah perempuan dan anak dalam waktu 1,5 bulan, ini adalah bentuk kejahatan kemanusian terbesar yang dilakukan penjajah zionis Israel. Kita perempuan Indonesia harus terus menyuarakan dan membuktikan pembelaan kita kepada Palestina dengan menghimpun kekuatan yang kita miliki yaitu kekuatan politik, kekuatan media dan kekuatan dana.” ujarnya, “semoga dengan kekuatan2 tersebut kita bisa mengurangi penderitaan perempuan dan anak Palestina.”

Sementara itu, Bunda Romi menyatakan bahwa program-program pemulihan Gaza pasca agresi sangat penting, khususnya bagi anak dan perempuan yang menjadi sasaran Israel, “Anak-anak dan perempuan harus dilindungi, karena mereka adalah penerus bangsa.” ia menegaskan, “kita bisa membantu masyarakat di Palestina, tidak hanya dari sisi kesehatan fisik ilmu kedokteran tapi secara psikologis kita bisa membantu mereka, menghilangkan trauma, membantu perempuan-perempuan yang merasa sudah mengalami banyak hal dalam hidupnya agar mereka bisa keluar dari perasaan cemas dan rasa tidak nyaman ini, melalui konseling online atau apapun agar dapat membantu membangitkan kehidupan mereka.”

Hal yang sama diungkap pula oleh Roziana Ghani dan dr. Dewi Inong Irana, yang mengatakan bahwa agresi militer Israel sangat merusak kesehatan masyarakat, “khususnya anak-anak dan bayi yang terluka parah, luka parah tersebut bisa menyebabkan infeksi berat, apalagi dengan tidak adanya obat-obatan saat ini, dan tenaga medis serta tempat pengobatan yang layak, dan akibatnya bisa mengakibatkan nyeri yang sangat parah, penderitaan yang sangat mengerikan untuk anak dan wanita, cacat dan kematian.” kata dr. Dewi. Inong. Oleh karena itu, menurutnya perlu bantuan medis untuk rehabilitasi pasca agresi yang akan menjadi pekerjaan jangka panjang.

Mewakili tokoh agama di kalangan perempuan, Dr. Syifa yang merupakan Ketua Umum Badan Kerjasama Majelis Taklim (BKMT) menyampaikan urgensi para tokoh agama untuk tidak berhenti bersuara tentang Palestina dalam majelis ilmu, khususnya tentang Gaza. Hal senada disampaikan Ustadzah Tere, yang menambahkan bahwa isu Palestina adalah isu kemanusiaan dan bukan isu SARA. Ia menekankan, bahwa ‘cukup menjadi manusia’ untuk membela Palestina.

Sementara itu, menurut Evi Risna Yanti, pengacara dan praktisi hukum, apa yang terjadi di Gaza pada saat ini merupakan pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional (HHI) oleh Israel secara terang-terangan. Hal ini terjadi sekarang karena Israel seolah memiliki impunitas bahkan didukung oleh negara-negara pemegang hak veto PBB.

Israel juga melakukan pelanggaran terhadap pers, yang seharusnya mendapatkan perlindungan dalam perang, bahkan dengan sengaja menargetkan para jurnalis agar tidak dapat memberitakan apa yang sebenarnya terjadi di Gaza, sebagaimana disampaikan oleh Dazen Vrilla yang merupakan publik speaker dan jurnalis. Menurutnya, yang saat ini paling ditakuti oleh Israel adalah para netizen, karena memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menciptakan awareness terhadap genosida yang dilakukan Israel, “Sekarang Israel berharap dunia berangsur lupa, dan kebejatan mereka lama-lama tidak trending lagi. Di situ kita punya peran untuk reminding ke seluruh dunia bahwa hei, Palestina masih menderita loh, anak-anak masih kejang-kejang loh di lantai rumah sakit. Pemukiman warga masih dibom loh.”

Sejalan dengan itu, menurut Vendryana, sangat penting untuk terus menyuarakan Gaza dan Palestina, meskipun agresi sudah berakhir. Sebagai influencer sekaligus pegiat parenting , ia mengatakan bahwa sosial media merupakan sarana yang sangat efektif untuk menyuarakan kepedulian.

Adapun Asma Nadia, selaku penulis menyampaikan bahwa bersuara untuk Palestina harus dilakukan, karena saat ini diam bukanlah berarti netral, “pernahkah kita berfikir bahwa kediaman kita akan membawa korban jatuh lebih banyak, bahwa kediaman kita adalah serupa dengan membiarkan pembunuhan terjadi ketika kita mungkin masih bisa berbuat sesuatu?”

Pada akhirnya, apa yang terjadi di Gaza dan Palestina hari ini adalah dampak dari penjajahan. Berbicara sebagai anggota Komisi X DPR RI, Hj. Desy Ratnasari, menyatakan bahwa kita harus melakukan apa pun yang kita bisa: berdoa, berdonasi, bergerak, dan tidak berhenti untuk menyuarakan Palestina. “Kita bisa menyumbangkan tenaga dan pikiran kita untuk menggugah pimpinan negara kita, mereka yang memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk mengambil kebijakan dan keputusan membantu saudara-saudara kita di Palestina.” ungkap Desy.

Lepas dialog, Adara merilis laporan bantuan di Gaza, yang meliputi tahap kesiapsiagaan dan darurat, yang diikuti dengan tanya jawab media. Adara yang telah bermitra lama dengan NGO lokal, memiliki 2 ambulans untuk membantu evakuasi korban. Adara juga telah bekerja sama dengan mitra lokal dalam menyediakan bahan makanan dan air minum, yang telah segera Adara distribusikan saat agresi terjadi.

Selanjutnya, Adara menggelar pembacaan deklarasi kepedulian bersama para tokoh perempuan, dan secara simbolis melakukan penandatanganan para tokoh perempuan di atas kanvas dengan cap bendera Palestina. Melalui momen Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina ini, Adara berharap bahwa peluncuran program ‘Bangun Kembali Gaza’ ini dapat menjadi seruan bagi terhimpunnya seluruh potensi kebaikan hingga dapat menebar kepedulian dan kedamaian untuk Gaza dan Palestina. Seluruh dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak tentunya merupakan energi yang akan terus menguatkan. 

Adara juga menampilkan harapan dan doa dari anak-anak Indonesia untuk Palestina yang telah dikumpulkan dari berbagai sekolah yang dijadikan sebagai bagian dekorasi dari perhelatan acara Women Speak Up pada hari ini.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Palestina dalam Sepekan

Next Post

Pasukan Israel mengebom sebuah rumah di Jenin dan melukai beberapa warga Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Januari 7, 2026
30

Sukses Digelar, Pengunjung Palfest Penuhi Taman Ismail Marzuki

Januari 5, 2026
24
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Tawanan Palestina di penjara Sde Teiman (The Guardian)

Dari Tashrifeh Hingga Pembantaian: Penjara Israel Menjelma Neraka Bagi Tawanan Palestina

Desember 15, 2025
57
Next Post
Dibombardir Dua Kali, Ahmed Kecil Kehilangan Orang Tuanya, Kemudian Kakinya

Pasukan Israel mengebom sebuah rumah di Jenin dan melukai beberapa warga Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630