Agresi Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat sejak 7 Oktober telah menewaskan 12.415 orang dan melukai sekitar 32.500 lainnya, kata Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Ahad (19/11).
Kementerian menjelaskan, dalam laporan hariannya mengenai agresi, bahwa pihaknya menghadapi tantangan besar dalam mengakses pembaruan data selama tujuh hari berturut-turut. Ini merupakan akibat dari terputusnya layanan komunikasi di Gaza akibat serangan Israel yang sedang berlangsung.
Mereka mengatakan, jumlah korban yang tewas di Jalur Gaza sejak dimulainya agresi hingga 18 November mencapai 12.200 orang, termasuk 5.000 anak-anak, 3.250 wanita, dan 690 lansia. Jumlah korban luka mencapai lebih dari 29.500 orang. Kementerian mengatakan bahwa para pengungsi yang melarikan diri ke utara melaporkan bahwa mayat-mayat berserakan di tanah. Dikatakan juga bahwa lebih dari 4000 warga sipil masih dilaporkan hilang, termasuk 2000 anak-anak.
Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa mereka tidak dapat menanggapi ratusan permintaan bantuan dan evakuasi korban luka atau orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan, tambah kementerian tersebut.
Kementerian mengatakan pasukan Israel secara paksa mengevakuasi sebagian besar korban luka, sakit, pengungsi, dan petugas kesehatan dari kompleks medis Al-Shifa dalam batas waktu satu jam. Mereka menuju ke selatan dengan berjalan kaki dalam kondisi yang sangat sulit, tambahnya. Ia memperingatkan bahwa tidak ada rumah sakit di Jalur Gaza yang dapat menampung bayi-bayi yang terluka dan prematur yang terpaksa dievakuasi dari Rumah Sakit Al-Shifa.
Kementerian menyerukan intervensi segera oleh organisasi internasional untuk memindahkan bayi yang terluka dan prematur dari kompleks medis A-Shifa ke rumah sakit di Tepi Barat atau Mesir. Antara tanggal 11 dan 18 November, sebanyak 51 pasien, termasuk empat bayi prematur, telah kehilangan nyawa mereka di Rumah Sakit Al-Shifa karena pemadaman listrik akibat kehabisan daya dan blokade yang diberlakukan terhadap kompleks tersebut oleh Israel.
Kementerian mengatakan bahwa pasukan Israel terus mengepung Rumah Sakit Baptis al-Maadani di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza, dan menyatakan bahwa tim medis tidak dapat bergerak dan menjangkau korban luka dengan aman.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








