Pendudukan Israel terus melakukan pengepungan di Kota Yabad, dekat Jenin, Tepi Barat. Selama dua hari berturut-turut mereka menutup dua pos pemeriksaan militer terdekat dan menutup pintu masuk utama yang membuat orang dan barang tidak dapat masuk. Tentara pendudukan juga menyerbu beberapa rumah dan toko di kota serta menyita kamera pengintai.
Akibatnya, Kementerian Pendidikan Palestina terpaksa memindahkan jadwal ujian masuk universitas. Ujian yang dijadwalkan pada Rabu pagi terpaksa dialihkan ke kota terdekat lainnya untuk 360 siswa yang tinggal di luar Ya’bad. Menurut Kepala Direktorat Pendidikan di Jenin, Salam Taher, para siswa juga dihalang-halangi tentara untuk masuk, meski mereka mengatakan harus mengerjakan ujian.
Sebelumnya, pada Selasa malam (13/6), pasukan pendudukan Israel menyerang warga Palestina yang turun ke jalan untuk memprotes penutupan kota. Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa tentara Israel menembakkan peluru, gas air mata, dan bom suara ke warga Palestina dan rumah mereka. Tidak ada cedera yang dilaporkan.
Selama berbulan-bulan, pasukan pendudukan Israel telah meningkatkan tindakan tidak adil terhadap warga Palestina di Tepi Barat termasuk penutupan, penyerangan dan penangkapan sebagai bagian dari kebijakan hukuman kolektif yang terus berlangsung.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








