Pada Jumat (12/5), seorang pejabat pemerintah Palestina di Gaza memperingatkan bahwa satu-satunya pembangkit listrik akan berhenti bekerja dalam waktu 72 jam, karena jumlah bahan bakar hampir habis, mengingat terus ditutupnya persimpangan Karam Abu Salem (selatan). Ini dinyatakan saat konferensi pers yang diadakan oleh kepala kantor media pemerintah, Salama Maarouf, di Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza.
Maarouf berkata, “Kami memperingatkan penutupan penyeberangan yang terus berlanjut dan larangan memasukkan bahan bakar yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik, sehingga administrasi pembangkit terpaksa mematikan salah satu dari tiga turbin untuk memperpanjang durasi kerjanya”.
Selama empat hari berturut-turut, bertepatan dengan dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza, Israel sepenuhnya menutup penyeberangan Beit Hanoun “Erez” (utara) untuk transportasi individu, dan penyeberangan Karam Abu Salem (selatan) untuk transportasi barang-barang. Maarouf meminta “komunitas internasional untuk melakukan tugasnya terkait situasi di Jalur Gaza.”
Dalam konteks yang sama, Maarouf mengatakan bahwa sejak Selasa subuh (9/5). Ia menambahkan, “Sekitar 532 unit rumah rusak, 37 diantaranya tidak layak huni dan 495 rusak sebagian dan berat.”
Setelah konferensi berakhir, pesawat tempur Israel menghancurkan dua rumah lagi, yang pertama di selatan Jalur Gaza dan yang kedua di utara. Koresponden agensi Anadolu tidak dapat menentukan jumlah apartemen yang terletak di setiap rumah.
Maarouf melaporkan bahwa sejumlah sekolah rusak akibat agresi tersebut, menyebabkan sekolah tutup dan proses pendidikan terhenti sama sekali. Dia juga menambahkan, sektor perikanan juga terhenti selama empat hari berturut-turut, menyebabkan 3.500 nelayan yang kehilangan mata pencaharian selama hari-hari tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








