Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, telah memerintahkan polisi untuk melanjutkan penghancuran rumah-rumah Palestina yang “dibangun secara ilegal” di Al-Quds Timur selama bulan suci Ramadan, saluran penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan (6/3).
Bulan Ramadan, waktu ketika umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, akan dimulai akhir bulan ini. Israel tidak melakukan penghancuran rumah selama Ramadan dalam beberapa tahun terakhir untuk menghindari ketegangan dengan penduduk Palestina, lapor Kantor Berita Anadolu.
Orang Palestina melihat kebijakan penghancuran tersebut sebagai upaya untuk mengusir mereka dari Al-Quds Timur dan memperkuat pendudukan Israel atas kota itu. Otoritas Israel menganggap rumah-rumah ini dibangun secara ilegal, tanpa izin. Sementara itu, surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, mengatakan polisi Israel telah memperingatkan Ben-Gvir bahwa bulan Ramadan bisa sangat tidak stabil di tengah ketegangan di Tepi Barat.
Ben-Gvir memegang pandangan sayap kanan tentang Palestina dan menyerukan pemindahan mereka. Dia telah berulang kali bergabung dengan pemukim Israel dalam menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur. Pada November 2022, Presiden Israel Isaac Herzog memperingatkan dalam audio yang bocor bahwa “seluruh dunia khawatir” tentang pandangan sayap kanan Ben-Gvir.
Israel menduduki Al-Quds Timur selama Perang Arab-Israel 1967. Israel menganeksasi seluruh kota pada 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Al-Quds Timur sebagai Wilayah Pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana adalah ilegal.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








