• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, April 18, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Inilah Kata Terakhir Seorang Ibu Palestina Kepada Anaknya yang Dibunuh Israel

by Adara Relief International
Desember 9, 2022
in Anak, Berita Kemanusiaan, Perempuan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Inilah Kata Terakhir Seorang Ibu Palestina Kepada Anaknya yang Dibunuh Israel
60
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ammar Mefleh saat itu tengah menghabiskan Jumat sore  dengan menikmati kebersamaan dengan bibi dan pamannya, yang datang berkunjung ke rumah keluarganya di Osarin, sebuah desa di tenggara Nablus, Tepi Barat. Sekitar pukul 15.30, ayah dari pria berusia 22 tahun itu memintanya untuk pergi ke apotek di kota terdekat Huwara untuk membeli obat. Saat dia berjalan keluar pintu, ibunya, Jeenan, memanggilnya, menyampaikan bahwa sudara laki-laki Ammar, Samir, seorang tawanan politik di Israel, sedang menelepon dan ingin berbicara dengannya. 

Baca Juga

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah

Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

“Dia mengatakan kepada saya bahwa dia sedang terburu-buru untuk membelikan obat untuk ayahnya. Ia mengatakan akan berbicara dengan Samir ketika dia kembali,” kata Jeenan (44) kepada Middle East Eye dari sudut kamar tidur di rumah tersebut. Enam wanita lainnya diam-diam memperhatikannya berbicara. Saat Ammar melangkah keluar pintu, dia bertanya apakah ibunya menginginkan sesuatu dari luar. “Aku bilang, ‘tidak, jangan pergi lama-lama’.” Jeenan tidak tahu itu adalah kata-kata terakhir yang akan dia ucapkan kepada putranya.

Sekitar dua jam setelah putranya pergi, Jeenan mendapat telepon yang mengatakan bahwa pasukan Israel telah melukainya. “Saya khawatir mendengar dia terluka, tetapi saya tidak berpikir mereka membunuhnya.” Jeenan mengatakan Mefleh memiliki sejarah panjang “dihukum” karena menentang pendudukan Israel. Sejak usia 13 tahun, dia telah ditangkap oleh tentara dan dikirim ke penjara selama dua setengah tahun. Dia telah ditembak empat kali oleh pasukan Israel selama berbagai protes.

“Ini adalah panggilan telepon kelima yang saya terima dan mengatakan tentara Israel menembaknya. Tidak terlintas dalam pikiran saya bahwa dia telah syahid sampai saudara laki-laki saya datang memberitahu saya bahwa tentara telah membunuhnya,” katanya. “Setelah saya mendapat berita itu, saya merasa semuanya berputar. Saya tidak ingat apa yang terjadi setelah itu. Saya tidak bisa mendengar apa pun yang dikatakan orang,” katanya kepada MEE.

Rekaman seorang polisi perbatasan Israel menembaknya empat kali dari jarak dekat selama perkelahian telah menjadi viral di media sosial. Dua tembakan pertama menjatuhkan pemuda berusia 22 tahun itu ke tanah, lalu dua tembakan lainnya ditembakkan setelah dia terlihat tergeletak di tanah. Video tersebut telah memicu protes di kalangan warga Palestina yang menggambarkan kematiannya sebagai “eksekusi”.

Israel mengklaim bahwa mereka menembak Mefleh karena melihatnya membawa pisau untuk melukai pemukim yang sedang berada di dalam mobil. Akan tetapi, saksi mata bernama Nader Hashim Fidah (49), seorang petani dari Desa Ainabus yang menyaksikan pembunuhan itu saat pulang dari pesta pernikahan, mengatakan, “Orang Israel mengatakan dia punya pisau. Saya tidak melihat pisau apa pun. Tidak ada apa-apa di tangannya. Tidak ketika dia berbicara dengan pemukim di dalam mobil, atau bahkan saat melawan tentara,” kata Fidah. Israel juga mencegah ambulans untuk menolong Mefleh selama 30 menit, kemudian menahan jasadnya dan belum kunjung memberikannya kepada keluarganya.

Itamar Ben-Gvir, menteri keamanan publik Israel, memuji penembak itu sebagai “pahlawan”. “Anda melindungi diri sendiri dan orang-orang di sana. Setiap teroris akan tahu bahwa jika dia ingin mencuri senjata dan membunuh seorang pejuang (Israel)–beginilah cara para pejuang bekerja,” kata politisi sayap kanan itu. Komisaris polisi Israel, Kobi Shabtai, juga memuji prajurit tersebut, ia mengatakan: “Dia bertindak secara profesional seperti yang diharapkan dari prajurit atau perwira mana pun.”

Jeenan tidak terkejut dengan reaksi para pejabat Israel tersebut. Ia mengatakan: “Saya tidak berharap lebih. Kami tidak memiliki hak asasi manusia di sini. Kegembiraan mereka atas eksekusi anak saya adalah satu serangan kecil terhadap kami sebagai orang Palestina dalam skema besar pendudukan mereka. Yang membuat saya sedih adalah dunia tidak melakukan apa-apa.”

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakPalestinaPerempuanUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pasukan Israel Tangkap 3 Perempuan Palestina di Halaman Masjid Al-Aqsa

Next Post

Pemukim Israel Serang Sekolah di Dekat Nablus

Adara Relief International

Related Posts

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah
Berita Kemanusiaan

Gaza Desak Kejelasan Nasib Korban yang Tertimbun di Rafah

by Adara Relief International
April 18, 2026
0
19

Otoritas Pertahanan Sipil Gaza mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi kemanusiaan internasional untuk menekan Israel agar mengungkap nasib korban warga...

Read moreDetails
Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

Sistem Sampah Gaza Terancam Kolaps, Risiko Penyakit Meningkat

April 18, 2026
12
Otoritas Gaza Bantah Klaim AS soal Lonjakan Bantuan

Otoritas Gaza Bantah Klaim AS soal Lonjakan Bantuan

April 18, 2026
12
Kekerasan Pemukim di Tepi Barat Meningkat Tajam

Kekerasan Pemukim di Tepi Barat Meningkat Tajam

April 18, 2026
13
Peringatan Hari Tawanan Palestina Digelar Massal di Gaza dan Tepi Barat

Peringatan Hari Tawanan Palestina Digelar Massal di Gaza dan Tepi Barat

April 18, 2026
17
Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

April 16, 2026
21
Next Post
Pemukim Israel Serang Sekolah di Dekat Nablus

Pemukim Israel Serang Sekolah di Dekat Nablus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630