• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Penahanan Jenazah Palestina: Ramai Tagar #ReturnOurChild di Media Sosial

by Adara Relief International
Oktober 7, 2021
in Artikel, Berita Kemanusiaan, Tema Populer
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Penahanan Jenazah Palestina: Ramai Tagar #ReturnOurChild di Media Sosial

Photo by MEE/Chloé Benoist

12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Randa Wahbe, seorang akademisi dari Universitas Harvard yang fokus mengkaji tentang penahanan jenazah warga Palestina oleh Zionis Israel, menyerukan kampanye daring pada Senin lalu (30/08). Melalui akun twitter-nya, @randawahbe, ia mengajak sebanyak mungkin orang untuk mengecam Zionis dengan cara membagikan cuitan mengenai penahanan jenazah, dengan menyertai tagar #ReturnOurChildren (#KembalikanAnakKami). Kampanye ini diikuti juga oleh beberapa akademisi lainnya seperti Mohammed El Kurd, Noura Erakat, dan Yara Hawari.

Kampanye tersebut merupakan respon atas strategi Zionis Israel yang menahan tujuh jenazah warga Palestina pada Jumat lalu (27/08). Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan mengatakan bahwa tujuh jenazah tersebut merupakan tawanan Palestina yang tewas di penjara-penjara Zionis. Al-Mezan melaporkan bahwa para tawanan tersebut diperlakukan dengan tidak layak di dalam penjara. Penjara Zionis tidak menyediakan pelayanan medis yang baik, termasuk dalam pencegahan Covid-19 sehingga hidup para tawanan terancam di dalam penjara.

Baca Juga

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Photo by MEE/Shatha Hammad

Zionis Israel menolak untuk menyerahkan jenazah-jenazah tersebut kepada keluarganya agar dapat digunakan sebagai alat tawar-menawar demi tujuan politik. Putusan Mahkamah Agung Zionis Israel pada 1967 menyatakan bahwa komandan militer memiliki wewenang untuk menahan jenazah warga Palestina dan menguburkannya sementara untuk digunakan sebagai alat negosiasi di masa depan.

Sudah hampir dua bulan keluarga Afana menahan rasa sakit. Khaled Yousef Afana (56) dan Khulood (47) kehilangan putri mereka, Mai (29), akibat ditembak oleh pasukan Zionis Israel pada 16 Juni yang lalu. Kehilangan dan rasa sakit itu pun dirasakan oleh suami dan anaknya yang baru berusia lima tahun.

Pagi itu, Khaled menerima telepon yang mengabarkan bahwa pasukan Zionis Israel telah menembak putrinya di dekat Desa Hizma di Tepi Barat, timur laut Al-Quds. Mai Yousef Afana, yang berprofesi sebagai psikiater, ditembak ketika sedang mengemudi menuju Ramallah karena ada janji medis dan ingin menemui temannya untuk sarapan bersama. Akan tetapi, pasukan Zionis Israel mengklaim bahwa Afana mencoba menabrak tentara Zionis dengan kendaraannya. Jasad Mai hingga kini ditahan oleh pasukan Zionis. Setelah membunuh afana tanpa alasan, pasukan Zionis tidak mengizinkan keluarganya melihat putri mereka untuk terakhir kalinya.

Keluarga terus memperjuangkan pengembalian jasad Afana agar dapat dikuburkan dengan layak. Selain mendirikan tenda di kampung halaman mereka di Abu Dis yang terletak di pinggiran Al-Quds, mereka juga melakukan demonstrasi setiap minggu di pintu masuk permukiman ilegal Zionis Israel di Maaleh Adunim demi menuntut pengembalian jasad Afana.

Sumber: twitter @m7mdkurd

Duka yang sama dirasakan juga di Silwad, timur laut Ramallah. Fatima Hammad kehilangan putranya, Mohammad Ruhi Hammad (30), akibat ditembak oleh pasukan Zionis Israel pada 14 Juni yang lalu. Mohammad ditembak hanya dua hari setelah Hari Raya Idulfitri. Pagi itu, Mohammad sempat sarapan bersama ibunya sebelum berangkat. Dua jam kemudian, ibu Mohammad mendapat kabar duka bahwa putranya ditembak oleh pasukan Zionis di dekat permukiman Ofra, dekat Silwad, akibat dituduh melakukan serangan dengan menabrakkan mobil.

Hampir tiga bulan setelah kematiannya, jasad Mohammad tidak kunjung dikembalikan ke keluarganya oleh pasukan Zionis. Tanah yang telah disiapkan untuk menguburkan Mohammad dibiarkan terbuka. Fatima secara rutin mengunjungi kuburan kosong itu, sebab jasad putranya masih berada di lemari es kamar mayat Zionis Israel.

Berdasarkan data dari Jerusalem Legal Aid and Human Rights Center (JLAC), Zionis Israel telah menahan 67 jenazah penduduk Palestina yang dibunuh pasukan Zionis antara tahun 2015 hingga 2020. Sementara itu, Palestinian National Campaign to Retrieve the Bodies of Martyrs mengatakan bahwa jumlah itu telah bertambah menjadi 81 jenazah pada 2021. Jasad-jasad tersebut disimpan di lemari es kamar mayat Zionis Israel dan mereka menolak mengembalikan jasad tersebut kepada keluarganya.

Zionis telah menahan jenazah penduduk Palestina sejak 1967 dan dijadikan alat untuk menjalankan strategi negosiasi mereka. Beberapa di antaranya, mereka kuburkan di tempat yang disebut ‘Pemakaman Angka’, sebab setiap kuburan hanya ditandai dengan angka, bukan nama dari jenazah yang dikuburkan. Sementara itu, sisa jenazah lainnya mereka simpan di lemari es kamar mayat. Menurut Hammad, setidaknya ada 350 jenazah penduduk Palestina di Pemakaman Angka, terhitung sejak 2015 hingga 2021. Sebelumnya, jenazah-jenazah tersebut ditahan dengan periode mulai dari tiga hari hingga lima tahun. Berdasarkan laporan dari kelompok HAM, jumlah ini meningkat banyak dari tahun 2017 yang berjumlah 249 jenazah.

Zionis sempat menghentikan strategi penahanan jenazah ini pada 2004 kemudian mengembalikan 90 jenazah pada 2012 dan 27 jenazah pada 2014 untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai antara pejabat Palestina dan Zionis Israel. Akan tetapi, penduduk Palestina kesulitan mengidentifikasi jenazah-jenazah tersebut karena hanya dikategorikan menggunakan nomor. Kebijakan penahanan jenazah ini juga sempat dihukumi ilegal oleh Pengadilan Zionis Israel pada 2017, tetapi keputusan tersebut dengan cepat dibatalkan.

Pada 2019, Pengadilan Tinggi Zionis Israel menyatakan bahwa menahan jasad merupakan hal legal bagi militer Zionis, dengan syarat individu yang dibunuh adalah anggota gerakan Hamas, atau mereka telah melakukan operasi signifikan. “Operasi signifikan” ini hanyalah istilah yang sesungguhnya diinterpretasi oleh tentara Zionis sesuai dengan keinginan mereka. Setahun kemudian, Kabinet Keamanan Zionis Israel memutuskan bahwa mereka dapat menahan semua jasad orang Palestina yang dibunuh dengan tuduhan melakukan serangan terhadap Zionis Israel walaupun mereka bukan termasuk anggota Hamas.

Photo from law4palestine.org

Taktik Zionis dalam menahan jenazah ini bertentangan dengan hukum internasional dan Konvensi Jenewa. Berdasarkan hukum internasional, setiap keluarga memiliki hak untuk menerima jenazah orang yang mereka cintai, terlepas dari status mereka sebagai orang Palestina yang dibunuh akibat kesalahan yang dituduhkan atas mereka. Konvensi Jenewa juga menyatakan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata harus saling menguburkan jenazah secara terhormat. Dalam tinjauan mengenai kepatuhan Zionis Israel terhadap Konvensi PBB tahun 2016, Komite PBB juga menentang tindakan ini dan menyatakan keprihatinannya terhadap praktik yang dijalankan oleh Zionis ini.

Kemanusiaan terus-menerus hilang ditelan arogansi politik apartheid. Bagi Zionis Israel, orang-orang Palestina tidak lebih dari sekadar angka. Ketika hidup, mereka tidak dihargai, bahkan setelah meninggal pun, jasad mereka tidak dihormati.

Sumber: Link 1 / Link 2 / Link 3 / Link 4 / Link 5 / Link 6

 

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Puluhan Murid dan Guru Sekolah di Nablus Ditangkap

Next Post

Adara Humanitarian Report #01, Krisis Air Palestina: Upaya Sistematis Zionis Memutus Akses Air Untuk Meruntuhkan Kedaulatan

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
16
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Januari 19, 2026
22
Next Post
Adara Humanitarian Report #01, Krisis Air Palestina: Upaya Sistematis Zionis Memutus Akses Air Untuk Meruntuhkan Kedaulatan

Adara Humanitarian Report #01, Krisis Air Palestina: Upaya Sistematis Zionis Memutus Akses Air Untuk Meruntuhkan Kedaulatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630