• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Mei 3, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel Sorotan

Mengenang 38 Tahun Tragedi Sabra Shatila

by Adara Relief International
September 21, 2020
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Mengenang Peristiwa Sabra Shatila
142
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sabra adalah sebuah nama pemukiman miskin yang ditempati oleh oleh Lebanon. Letaknya berada di pinggiran selatan ibu kota Beirut. Pemukiman ini  bersebelahan dengan kamp pengungsi UNRWA di Shatila yang dibangun untuk para pengungsi Palestina pada 1949. Selama bertahun-tahun, penduduk dari kedua wilayah menjadi semakin bercampur sehingga istilah “kamp Sabra dan Shatila” semakin akrab di telinga masyarakat.

Shatila sendiri merupakan nama dari sang pemilik tanah yang menyumbangkan tanahnya untuk para pengungsi Palestina, korban tragedi Nakba pada 1948. Pemilik tanah itu bernama Sa’dudin Basha Shatila, salah seorang warga di Lebanon. Sejak saat itu, kamp pengungsian Palestina di lokasi tersebut dikenal dengan nama Shatila.

Latar Belakang Peristiwa Sabra Shatila

Sejak 1975, kondisi Lebanon tidak kondusif. Beberapa kali terjadi kerusuhan dan pembunuhan yang menyebabkan meletusnya perang saudara. Kondisi ini berlangsung hingga 1982 yang puncaknya adalah terbunuhnya presiden Lebanon, Bashir Gemayel yang juga pimpinan tertinggi kelompok Phalange, milisi bersenjata Kristen Maronit.

Peristiwa ini menyulut kemarahan kubu Phalange ynag kemudian dimanfaatkan oleh Israel untuk mengkambinghitamkan PLO (Pejuang Palestina) sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap tewasnya Gemayel. Setelah Israel berhasil memprovokasi kelompok Phalange, akhirnya mereka berencana untuk melakukan aksi balas dendam dengan cara menangkap dan membunuh anggota PLO. Sebelumnya, Israel memberitahu bahwa anggota PLO bersembunyi di kamp pengungsian Sabra Shatila.

Pembalasan akhirnya dilakukan dengan membantai warga Palestina yang mendiami kamp Sabra Shatila.  Pembantaian ini terjadi pada 16 September 1982 yang dilancarkan oleh milisi Phalange dengan bantuan tentara Israel. Mereka yang bertanggung jawab dalam aksi ini adalah Menteri Perang Israel, Ariel Sharon dan Panglima Israel, Rafael Eitan dibantu oleh kelompok Kristen Phalange di bawah komando Elie Hobeika.

Pembantaian dimulai sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Sekitar 600 milisi Phalange memasuki kamp Shatila. Orang-orang bersenjata itu mulai memasuki rumah-rumah para penduduk, kemudian memberondong penghuninya secara membabi buta. Terdengarlah rentetan suara tembakan di setiap sudut kamp, raungan, jeritan serta tangisan dari para korban.

Para pelaku bengis itu pun tak segan memukulkan kampak ke arah para orang tua, wanita dan anak-anak, sementara sisanya mereka tembaki tanpa pandang bulu. Mereka merobek perut wanita hamil dan mengambil janinnya untuk kemudian mereka habisi nyawanya. Mereka juga memburu anak-anak laki dan memperkosa massal para gadis sebelum kemudian mereka bunuh.

Baca Juga

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

Luka Korban Hingga Saat Ini

Masih banyak kisah menyayat hati lainnya dari tragedi berdarah di Sabra Shatila. Namun, yang tak kalah menyedihkan adalah sikap dari dunia internasional, yang hanya mampu mengecam tanpa memiliki kemampuan untuk menyeret Ariel Sharon selaku otak pembantian tersebut ke Mahkamah Kriminal Internasional. Pada 2001, Ariel Sharon justru diangkat menjadi Perdana Menteri Israel. Tentu ini ibarat pelecehan terhadap hukum, seakan ia ingin mengatakan dirinya kebal terhadap hukum, terutama dari tuduhan sebagai dalang pembantaian di kamp Sabra Shatila.

Hingga saat ini, para korban peristiwa Sabra Shatila masih menuntut keadilan. Keadaan mereka di kamp pengungsian pun semakin hari semakin memburuk karena kebijakan pemerintah Lebanon yang kerap mengucilkan keberadaan para pengungsi Palestina di sana. UNRWA selaku organisasi PBB yang menangani permasalahan pengungsi Palestina, terus mengalami difisit keuangannya, sehingga menghambat program-program yang selama ini telah berjalan. Tentu buruknya kondisi para pengungsi itu menjadi tugas kita bersama. Mulai dari mengembalikan kehidupan mereka dengan layak dan merdeka, hingga saatnya nanti kembali ke tanah air yang selama ini mereka rindukan.

Sumber : KNRP

 

Cari tahu info terbaru mengenai Palestina dengan klik disini.

Ikuti akun Instagram resmi @adararelief untuk info seputar Palestina lainnya.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Penyaluran Donasi untuk Anak Yatim Palestina

Next Post

Malnutrisi Mengintai Warga Gaza

Adara Relief International

Related Posts

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?
Artikel

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

by Adara Relief International
April 27, 2026
0
50

Tujuh puluh satu tahun telah berlalu sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 digelar di Bandung, sebuah momentum ketika negara-negara Asia...

Read moreDetails
Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5):  Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

April 27, 2026
37
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
83
Pos pemeriksaan di Tepi Barat (PCHR)

Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

Maret 18, 2026
641
Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Maret 11, 2026
277
Anak-anak Gaza kembali bersekolah di sebuah tenda pengungsian (Al Jazeera)

Bawa Harapan Akan Masa Depan, Sejumlah Institusi Pendidikan Gaza Kembali Dibuka setelah Dua Tahun

Februari 10, 2026
48
Next Post
Malnutrisi Mengintai Warga Gaza

Malnutrisi Mengintai Warga Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630