• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Mei 29, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

5.000 Anak Gaza Harus Diamputasi Akibat Genosida Israel

by Adara Relief International
Juli 18, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
5.000 Anak Gaza Harus Diamputasi Akibat Genosida Israel

“Dokter memeriksa kaki saya, dan ulat-ulat kecil keluar!" -Ritaj (8 tahun), anak Gaza-

42
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Lebih dari 5.000 anak Gaza telah kehilangan anggota tubuh sejak Oktober 2023. Mereka menghadapi komplikasi luar biasa saat menunggu luka amputasi mereka sembuh, termasuk mengalami infeksi, cedera akibat serpihan, dan rasa sakit yang terus berlanjut.

Sembilan bulan genosida di Gaza yang terus berlanjut, ada ribuan anak Palestina yang hidup dengan setidaknya satu anggota tubuh yang diamputasi dan tidak menerima perawatan medis yang mereka butuhkan. 

Dr. Ghassan Abu Sittah, ahli bedah plastik Inggris-Palestina yang telah melakukan operasi pada banyak warga Palestina yang terluka di Gaza, memperkirakan sekarang ada sekitar 5.000 anak yang telah diamputasi.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan akhir tahun lalu, ketika sekitar 1.000 anak Palestina di Gaza terpaksa menjalani amputasi untuk satu atau kedua kaki mereka, menurut UNICEF. 

“Ini merupakan bentuk amputasi pediatrik terbesar dalam sejarah,” kata Abu Sittah pada bulan Maret. 

Pasukan Israel terus menyerang warga Palestina di Gaza dari udara, darat, dan laut. Pada saat bersamaan, otoritas Israel juga membatasi dan menghalangi bantuan dan barang-barang penting masuk ke Gaza. Hampir tidak ada sistem perawatan kesehatan yang tersisa untuk memberikan perawatan medis bagi anak-anak di Gaza.

Salah seorang anak yang menjadi korban, Ghazal yang berusia empat tahun dan keluarganya terkena peluru yang ditembakkan dari tank Israel. Hal itu terjadi saat mereka mencoba mengungsi ke selatan Gaza pada November 2023.

Baca Juga

Garis Oranye Israel Mempersempit Wilayah Gaza

AS-Israel Berupaya Cabut Perwalian Al-Aqsa

“Tank itu membuat putri saya kehilangan kakinya,” kata ibu Ghazal kepada seorang peneliti lapangan dari Defense for Children International – Palestine (DCIP). “Dokter harus menindak kakinya tanpa anestesi. Ada beberapa pisau di apartemen. Mereka membawa tabung gas untuk memanaskan pisau dan memulai mengamputasi kaki putri saya. Ia menjerit.”

Rasa Sakit yang Tak Terbayangkan

Ghazal tidak sendirian dalam penderitaannya. Banyak kasus amputasi di Gaza yang dilakukan selama berjam-jam tanpa anestesi. Tak terbayangkan bagaimana rasa sakit yang tak tertahankan harus ditanggung seorang anak.

Dokter dan staf medis mengamputasi anggota tubuh anak-anak di rumah sakit yang penuh sesak, tempat puluhan ribu warga Palestina yang terlantar mengungsi untuk mencari perlindungan. Sementara itu, ruang operasi gelap tanpa listrik, tanpa obat pereda nyeri, antibiotik, atau persediaan yang steril. Itu semua terjadi saat RS berada di bawah pengepungan pasukan Israel.

Kampanye genosida Israel telah membuat sistem perawatan kesehatan Gaza lumpuh. Tidak ada perawatan lanjutan atau terapi fisik, juga tidak ada alat buatan (prostetik) yang digunakan untuk menggantikan bagian tubuh yang hilang

Seorang anak yang bagian tubuhnya diamputasi menggunakan anggota tubuh prostetik membutuhkan alat baru sekitar setahun sekali, dan kadang lebih sering, tergantung pada pertumbuhan mereka. Seiring pertumbuhan anak, mereka membutuhkan perawatan berkelanjutan dari spesialis.

Anak-anak yang diamputasi dari Gaza dapat menghadapi komplikasi luar biasa saat amputasi mereka sembuh, termasuk infeksi, cedera akibat serpihan, dan rasa sakit yang terus berlanjut.

Ritaj yang berusia delapan tahun, seorang anak perempuan Palestina dari Juhr Al-Deek, selatan Kota Gaza, selamat dari serangan udara Israel yang membunuh keluarganya. 

Setelah dua hari berada di bawah puing-puing, Ritaj diselamatkan. Dokter terpaksa mengamputasi kakinya setelah melalui beberapa operasi, dan sekarang dia berjuang untuk sembuh dalam kondisi mengungsi di tempat penampungan sekolah UNRWA.

“Dokter memeriksa kaki saya, dan ulat-ulat kecil keluar!”, kata Ritaj kepada seorang peneliti lapangan DCIP yang mengunjunginya di tempat penampungan sekolah UNRWA tempat dia tinggal bersama bibinya. 

“Setiap hari, saya tidak bisa tidur karena suara pengeboman meskipun saya ingin tidur karena kaki saya sakit. Namun, saya bertahan.”

Sementara sejumlah anak Palestina yang terluka di Gaza berhasil mempertahankan anggota tubuh mereka, lebih banyak anak yang harus menghadapi kelumpuhan dan komplikasi yang menyertainya.

Kelompok Rentan

Dunya yang berusia dua belas tahun selamat dari serangan Israel yang membunuh orang tua dan saudara-saudaranya–ia juga harus merelakan kakinya.

“Darah mengalir dan saya tidak punya kaki,” kata Dunya kepada seorang peneliti lapangan DCIP pada bulan November. “Saya mencoba menggerakkannya, tapi tidak bisa.”

Serangan Israel menggusur Dunya dan keluarganya, mengubur mereka di bawah puing-puing, membuat Dunya menjadi yatim piatu, dan menghancurkan kakinya. Ketika Dunya sedang memulihkan diri di Rumah Sakit Naser di Khan Younis pada Desember 2023, sebuah peluru yang ditembakkan dari tank Israel mengenai dirinya saat dia berbaring di tempat tidur rumah sakitnya. Dunya tewas seketika.

Pasukan Israel melancarkan kekejaman terhadap anak-anak Palestina di Gaza pada setiap kesempatan. Jumlah kematian anak-anak di Gaza telah melampaui 15.000, dan semakin banyak anak-anak yang terluka akibat serangan Israel. Sudah waktunya bagi komunitas internasional untuk bertindak.

Negara-negara harus menghentikan aliran senjata ke militer Israel karena anak-anak di Gaza membutuhkan gencatan senjata hari ini. Anak-anak Palestina yang cacat berhak untuk hidup dan sembuh dari luka-luka mereka.

Kewajiban Hukum

Memastikan anak-anak Palestina yang cacat di Gaza seperti Ghazal, Ritaj, Mohammad, dan ribuan anak lainnya untuk memiliki akses ke perawatan medis, pendidikan, dan rehabilitasi bukan sekadar hal yang benar untuk dilakukan, tetapi merupakan kewajiban hukum.

Israel meratifikasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Anak pada tahun 1991, dan setuju untuk menegakkan hak-hak anak yang ditentukan. Pasal 23 dari CRC berfokus pada hak-hak khusus anak-anak penyandang disabilitas.

Nyatanya, genosida Israel di Gaza justru menargetkan anak-anak Palestina yang cacat yang tidak bisa melarikan diri dari serangan udara, mendengar tembakan, atau memahami mengapa keluarga mereka terusir berulang kali. Komunitas internasional harus memberlakukan embargo senjata dan bekerja untuk menuntut pertanggungjawaban otoritas Israel atas kejahatan mereka.

Anak-anak itu seharusnya menerima perawatan dan pendidikan khusus untuk memfasilitasi integrasi sosial dan perkembangan pribadi mereka secara lengkap, serta mendapatkan hak mereka untuk pendidikan, pelatihan, pelayanan kesehatan, rehabilitasi, dan kesempatan rekreasi.

Sumber: https://www.trtworld.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hari Keadilan Internasional 2024: Kala Penjajah Meninabobokan Dunia dari Kebisingan Palestina

Next Post

Sistem Kesehatan Gaza Berada Di Ujung Tanduk, RS Butuh Generator Listrik!

Adara Relief International

Related Posts

Garis Oranye Israel Mempersempit Wilayah Gaza
Berita Kemanusiaan

Garis Oranye Israel Mempersempit Wilayah Gaza

by Adara Relief International
Mei 27, 2026
0
31

Wilayah Jalur Gaza terus menyempit sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025 akibat perluasan wilayah kontrol Israel. Dalam perjanjian gencatan...

Read moreDetails
AS-Israel Berupaya Cabut Perwalian Al-Aqsa

AS-Israel Berupaya Cabut Perwalian Al-Aqsa

Mei 27, 2026
32
Serangan Israel Kembali Bunuh Pengungsi Gaza

Serangan Israel Kembali Bunuh Pengungsi Gaza

Mei 27, 2026
29
Anak Gaza yang Hilang Kian Bertambah

Anak Gaza yang Hilang Kian Bertambah

Mei 27, 2026
24
Krisis Gaza Memburuk Jelang Iduladha

Krisis Gaza Memburuk Jelang Iduladha

Mei 27, 2026
24
Wabah Penyakit Palestina Kian Memburuk

Wabah Penyakit Palestina Kian Memburuk

Mei 25, 2026
32
Next Post
Sistem Kesehatan Gaza Berada Di Ujung Tanduk, RS Butuh Generator Listrik!

Sistem Kesehatan Gaza Berada Di Ujung Tanduk, RS Butuh Generator Listrik!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Idul Adha, Sahabat Adara Terus Membersamai 2000 Yatim Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630