Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 119 warga Palestina terbunuh sepanjang Mei meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025. Di antara mereka terdapat 19 anak dan 10 perempuan. Angka tersebut menjadi jumlah korban bulanan tertinggi yang tercatat sepanjang tahun 2026.
Selain itu, dalam 24 jam terakhir tercatat 11 pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di berbagai wilayah Jalur Gaza. Media lokal melaporkan tembakan intensif dari kendaraan militer Israel di wilayah timur Khan Yunis dan serangan Israel ke kawasan timur kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara.
Baca juga : “Serangan Israel Kembali Membunuh Warga Gaza”
“Peneliti Gaza diculik Israel saat Menuju ke Italia”
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, sejak Oktober 2025 Israel telah melakukan lebih dari 3.000 pelanggaran gencatan senjata. Pelanggaran tersebut mencakup serangan udara, penembakan, penghancuran kawasan permukiman, serta operasi militer di daerah padat penduduk.
Akibatnya, lebih dari 933 warga Palestina terbunuh dan 2.868 lainnya terluka sejak gencatan senjata berlaku. Selain itu, sedikitnya 82 warga telah pasukan Israel tahan. Secara keseluruhan, jumlah korban terbunuh sejak Oktober 2023 mencapai 72.942 orang. Ribuan lainnya masih hilang dan kemungkinan masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Baca juga : “Rencana Pendudukan Gaza Diperdebatkan”
“Penahanan Perempuan Palestina Meningkat”
Sumber: Middle East Eye, Palestine Chronicle








