• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Mei 30, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Tiga Musim Dingin Tanpa Atap: Krisis Kemanusiaan Gaza yang Tak Berujung

by Adara Relief International
November 12, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Tiga Musim Dingin Tanpa Atap: Krisis Kemanusiaan Gaza yang Tak Berujung
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Di Jalur Gaza, keluarga-keluarga yang terusir akibat genosida Israel selama dua tahun terakhir kembali menghadapi kenyataan yang pahit: tiga musim dingin berturut-turut tanpa tempat berlindung yang layak. Malam-malam yang membeku, tenda-tenda yang sobek, dan kawasan rawan banjir kini menjadi keseharian mereka.

Farah Ashour, remaja berusia 19 tahun asal Tel al-Hawa, tidur setiap malam di bawah langit terbuka. “Bagaimana jika bom Israel jatuh menimpaku sekarang, meski ada gencatan senjata? Mereka kejam,” ujarnya kepada Quds News Network. Ia menambahkan, “Musim dingin sebentar lagi tiba, prakiraan cuaca memperingatkan hujan dan badai… tapi tak ada yang peduli pada nasib kami.”

Keluarga Farah, terdiri dari sepuluh orang, kini hidup dalam satu tenda rapuh di atas reruntuhan rumah mereka yang telah dua kali dibom Israel. “Tahun lalu, angin dan banjir menyobek tenda kami hingga kami terpaksa tidur di udara terbuka,” katanya. Bahkan kini, mereka tinggal di lantai dua rumah yang hancur sebagian, meski masih terdapat rudal aktif yang belum meledak di lantai atas.

Gencatan Senjata, Tapi Bantuan Tak Masuk

Menurut UNRWA, hampir seluruh penduduk Gaza kini mengungsi. Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 10 Oktober, Israel terus memblokir masuknya bantuan. Data Norwegian Refugee Council (NRC) mencatat bahwa Israel telah menolak 23 permohonan dari sembilan lembaga kemanusiaan untuk membawa perlengkapan darurat seperti tenda, selimut, kasur, dan perlengkapan dapur—sekitar 4.000 palet bantuan yang tertahan.

“Waktu kami sangat terbatas untuk melindungi keluarga-keluarga ini dari hujan dan dingin,” ujar Angelita Caredda, Direktur Regional NRC untuk Timur Tengah dan Afrika Utara. “Lebih dari tiga pekan setelah gencatan senjata, Gaza seharusnya menerima gelombang bantuan, tapi yang masuk hanya sebagian kecil.”

Sementara itu, badan koordinasi kemanusiaan mencatat lebih dari 1,5 juta orang membutuhkan tenda dan perlindungan darurat akibat lebih dari 282.000 unit rumah rusak atau hancur.

Ancaman Banjir, Penyakit, dan Kelaparan

Pemerintah Kota Gaza memperingatkan bahwa datangnya hujan musim dingin dapat memperburuk penderitaan ratusan ribu pengungsi. Sekitar 93 persen tenda kini telah roboh atau tak layak huni. Selain itu, tanpa pasokan bahan bakar, air bersih, serta alat perbaikan, sistem sanitasi bisa benar-benar lumpuh sehingga meningkatkan risiko banjir, wabah penyakit, dan pencemaran air.

“Tragedi warga Gaza dapat memburuk dalam beberapa pekan ke depan jika tidak ada intervensi internasional segera,” bunyi pernyataan resmi pemerintah kota.

UNRWA melaporkan bahwa 61 juta ton puing kini menutupi Gaza, mengakibatkan seluruh lingkungan hilang dari peta. Banyak keluarga terpaksa mencari perlindungan di reruntuhan rumah mereka sendiri.

Baca Juga

Serangan Israel Kembali Bunuh Pengungsi Gaza

Anak Gaza yang Hilang Kian Bertambah

Lembaga Gaza Rights Center (GRC) menegaskan bahwa 74 persen tenda yang digunakan pengungsi berstatus tidak layak huni. Sementara itu, lembaga kemanusiaan Inggris Muslims In Need (MIN) menyebut Israel menolak banyak izin untuk pengiriman bantuan, dengan alasan bahwa lembaga-lembaga tersebut “tidak berwenang menyalurkan bantuan ke Gaza.”

“Sebagian besar warga Gaza kini hidup di tenda, bahkan di jalan tanpa perlindungan sama sekali,” kata perwakilan MIN di Gaza. “Banyak yang meminta tenda sebelum musim dingin, tapi kami tak mampu menyediakannya. Hidup di sini nyaris tak tertahankan.”

Yang Paling Rentan: Anak-Anak dan Lansia

Di kamp pengungsian dekat laut di Deir al-Balah, Aya Sada bertanya lirih, “Apa yang dapat menghangatkan kami malam ini?” Keluarganya sudah dua tahun tinggal di tenda darurat. Ia berkata, “Tahun lalu, beberapa anak meninggal karena kedinginan. Sekarang, banyak bangunan telah rata, dan tenda-tenda yang tersisa sudah rusak parah.”

Amjad al-Shawa, Direktur Palestinian NGO Network, memperingatkan risiko tinggi banjir dan wabah penyakit akibat tumpukan sampah di dekat area permukiman. “Kita akan segera menghadapi musim hujan, dan situasinya sangat berbahaya,” ujarnya.

Aya menambahkan, “Orang-orang di Gaza kini membenci musim dingin. Sebagian besar keluarga hanya memiliki satu selimut untuk dipakai bersama sepanjang musim. Itulah kenyataannya.”

Sumber:  Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Warga Palestina di Gaza Selatan

Next Post

UNICEF: 2.400 Anak di Gaza Telah Dapat Vaksin di Hari Pertama Kampanye Imunisasi

Adara Relief International

Related Posts

Garis Oranye Israel Mempersempit Wilayah Gaza
Berita Kemanusiaan

Garis Oranye Israel Mempersempit Wilayah Gaza

by Adara Relief International
Mei 27, 2026
0
31

Wilayah Jalur Gaza terus menyempit sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025 akibat perluasan wilayah kontrol Israel. Dalam perjanjian gencatan...

Read moreDetails
AS-Israel Berupaya Cabut Perwalian Al-Aqsa

AS-Israel Berupaya Cabut Perwalian Al-Aqsa

Mei 27, 2026
32
Serangan Israel Kembali Bunuh Pengungsi Gaza

Serangan Israel Kembali Bunuh Pengungsi Gaza

Mei 27, 2026
29
Anak Gaza yang Hilang Kian Bertambah

Anak Gaza yang Hilang Kian Bertambah

Mei 27, 2026
24
Krisis Gaza Memburuk Jelang Iduladha

Krisis Gaza Memburuk Jelang Iduladha

Mei 27, 2026
24
Wabah Penyakit Palestina Kian Memburuk

Wabah Penyakit Palestina Kian Memburuk

Mei 25, 2026
32
Next Post
UNICEF: 2.400 Anak di Gaza Telah Dapat Vaksin di Hari Pertama Kampanye Imunisasi

UNICEF: 2.400 Anak di Gaza Telah Dapat Vaksin di Hari Pertama Kampanye Imunisasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Idul Adha, Sahabat Adara Terus Membersamai 2000 Yatim Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630