Penyeberangan perbatasan Gaza dengan Mesir akan dibuka kembali pekan depan, demikian diumumkan oleh pemimpin teknokrat Palestina yang didukung Washington untuk mengelola wilayah tersebut, setelah hampir sepenuhnya ditutup selama genosida Israel.
Ali Shaath menyampaikan pengumuman tersebut pada Kamis (22/01), melalui tautan video selama acara yang diselenggarakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. “Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa penyeberangan Rafah akan dibuka pekan depan untuk kedua arah. Bagi warga Palestina di Gaza, Rafah lebih dari sekadar gerbang. Ini adalah jalur kehidupan dan simbol peluang,” kata Shaath. “Pembukaan Rafah menandakan bahwa masa depan Gaza tidak lagi tertutup,” tambahnya.
Tidak ada komentar langsung dari Israel, yang telah mengendalikan penyeberangan Rafah sejak 2024. Sejak gencatan senjata 10 Oktober berlaku berdasarkan rencana Trump, Israel telah menunda pembukaan kembali penyeberangan tersebut untuk memasukkan bantuan yang sangat dibutuhkan masuk dan mengeluarkan orang-orang yang membutuhkan perawatan medis.
Kesepakatan gencatan senjata tersebut membuat Israel menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza di luar bagian yang dikenal sebagai garis kuning, termasuk area perbatasan Gaza. Jika diterapkan, pembukaan kembali perlintasan Rafah akan menandai perubahan aturan Israel sebelumnya yang menyatakan bahwa perlintasan tersebut hanya akan dibuka “khusus untuk keluarnya penduduk dari Jalur Gaza ke Mesir”.
Sumber: Al Jazeera, The New Arab, Middle East Monitor








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)