• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Mei 6, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Pentingnya Masalah Palestina di Mata Kakek Dian Sastrowardoyo (Sunario Sastrowardoyo)

by Adara Relief International
Agustus 11, 2024
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Pentingnya Masalah Palestina di Mata Kakek Dian Sastrowardoyo (Sunario Sastrowardoyo)
184
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

 

Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo memiliki kontribusi yang tak terpisahkan terhadap perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Kontribusinya terpampang jelas pada saat dalam dua peristiwa yang menjadi tonggak sejarah nasional yaitu Manifesto 1925 dan Kongres Pemuda II. Namun, di luar kontribusi nasionalnya tersebut, beliau juga dikenal sebagai seorang diplomat unggul yang menjadi Ketua delegasi RI konferensi Asia Afrika di Bandung. Dalam perannya sebagai menteri Luar Negeri beliau juga turut melakukan advokasi pembebasan Palestina.

Sunario lahir di Madiun pada tanggal 28 Agustus 1902. Sejak kecil, Sunario telah mengenyam pendidikan di sekolah Belanda karena ia adalah anak dari seorang mantan wedana, Sutejo Sastrowardoyo dan Suyati Kartokusumo. Pasangan Sutejo Sastrowardoyo dan Suyati Kartokusumo memiliki 14 orang anak, dengan Soenario sebagai anak pertama dan memiliki 13 orang adik. Salah satu salah satu adiknya, Sumarsono Sastrowardoyo, adalah kakek dari pelaku seni peran Dian Sastrowardoyo.

Selama berkuliah di Belanda 1926 – 1942 ia aktif dalam Perhimpunan Indonesia (PI). PI bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia dengan menganut sikap non-kooperasi terhadap pemerintahan penjajah Belanda. Ia juga menjadi salah satu perencana utama di balik Kongres Pemuda Indonesia II yang diadakan pada 27-28 Oktober 1928. Acara ini menjadi momen penting dalam sejarah karena terbentuknya Sumpah Pemuda. Saat itu, ia menyampaikan makalah berjudul “Pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia.”

Pentingnya Masalah Palestina di Mata Kakek Dian Sastrowardoyo (Sunario Sastrowardoyo)

Setelah Indonesia merdeka, Sunario diangkat menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo (1953 – 1955). Salah satu kontribusinya yang berarti adalah aktif terlibat dalam penyusunan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Konferensi ini menjadi langkah penting dalam upaya menyatukan negara-negara di wilayah Afrika. Ide-idenya tercermin dalam pidatonya yang penuh dengan visi ke depan. Ia menekankan betapa pentingnya prinsip hidup secara damai. Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika merindukan perdamaian yang tidak bergantung pada keseimbangan kekuatan militer seperti yang dijalankan oleh negara-negara besar.

Dalam tulisannya berjudul “Konferensi Asia-Afrika dan Masalah Timur Tengah” pada tahun 1978, Sunario dengan tegas menyatakan bahwa pada tahun 1950-an, dunia masih menyaksikan maraknya kolonialisme dan imperialisme di Timur Tengah, yang menyebabkan keprihatinan bagi bangsa Indonesia dan dunia. Sunario mengaitkan situasi tersebut dengan deklarasi “negara Israel” oleh kaum Zionis Yahudi pada tahun 1948 di Palestina.

Sunario mengkritik kelompok Yahudi, yang sebelumnya telah menjadi korban pembantaian oleh Hitler dan terpaksa melarikan diri dari Eropa, namun kini kelompok Zionis Yahudi ini tanpa belas kasihan mengusir bangsa Palestina yang sudah berabad-abad bermukim di tanah kelahirannya, sehingga menyebabkan gelombang pengungsi hingga dua juta orang.

Tidak hanya itu, menurut Sunario, Israel juga melakukan ekspansi wilayah ke Tepi Barat, Gaza, Sinai, dan dataran tinggi Golan, mengakibatkan wilayah yang diduduki semakin meluas.

Menurut Pizaro, Pengamat dan Pengajar Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia dalam artikelnya, saat menjabat sebagai Ketua Seksi Luar Negeri DPR RI dari tahun 1950 hingga 1953, Sunario juga terlibat dalam advokasi untuk kemerdekaan Palestina. Posisi yang diemban oleh Sunario setara dengan posisi Badan Kerjasama Antar Parlemen dalam struktur DPR saat ini. Dalam pidato pembukaannya pada rapat DPR, Sunario menekankan pentingnya menangani masalah di Timur Tengah selain isu Indo Cina yang tengah hangat pada waktu itu. Sunario menyuarakan upaya untuk menghadapi rasisme dan agresi Israel terhadap wilayah Palestina di depan anggota dewan.

“Karena fakta-fakta itu, maka Indonesia dari semula belum pernah bersedia untuk mengakui Israel sebagai negara. Masalah Yerusalem yang diduduki Israel itu, adalah penting pula bagi umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia,” ungkap Sunario.

Di tahun 1953 ketika ia menjabat sebagai menteri luar negeri ia juga mengirim Ahmad Subardjo dan Sirajuddin Abbas ke Yerusalem untuk menghadiri Muktamar Umum Islam. Dalam Muktamar tersebut Indonesia turut berdonasi sebanyak 60 ribu dolar Amerika untuk Palestine Relief Fund (Sumbangan Pengungsi Palestina).

Dalam bukunya yang berjudul “Politik Luar Negeri Jang Bebas” (1951), Sunario menyoroti pentingnya Indonesia mempertahankan posisi netral dan aktif dalam menjalankan politik bebas dan aktif. Dia menegaskan bahwa Indonesia harus tetap independen dan tidak boleh tergabung dalam salah satu blok kekuatan, baik Amerika Serikat maupun Rusia.

Bagi Sunario, politik bebas aktif tidak berarti bersikap netral, melainkan berarti bahwa kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam berpartisipasi aktif dalam memelihara perdamaian dunia. Baginya, perdamaian dunia adalah manifestasi dari nilai-nilai Pancasila dan jiwa spiritual bangsa Indonesia.

 

Baca Juga

Berkurban Sebagai Bentuk Syukur

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

Yunda Kania Alfiani, S.Hum.

Penulis merupakan Relawan Departemen Research Development and Mobilization Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Ilmu Sejarah, FIB UI.

Referensi

Sagimun. 1992. 90 Tahun Prof. Mr. Sunario (manusia langka Indonesia). Jakarta: Rosda Jayaputra.

Sunario. 1952. Politik Luar Negeri Indonesia Jang Bebas. Jakarta: Endang.

Kisah Perjuangan Sunario Sastrowardoyo Membela Bangsa Palestina

Sumbangsih Pertama Indonesia untuk Palestina

Prof Sunario Sastrowardoyo Sang Konseptor Kongres Pemuda

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: ArtikelHubungan Indonesia - PalestinaIndonesiaPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pengumuman Ujian Tawjihi, Oase yang Menyejukkan di Tengah Penjajahan yang Mencekam Palestina

Next Post

Pasukan Israel Keluarkan Perintah Pembongkaran Kota Dekat Masjid Al-Aqsa

Adara Relief International

Related Posts

kurban
Artikel

Berkurban Sebagai Bentuk Syukur

by Adara Relief International
Mei 5, 2026
0
22

Bicara tentang kurban berarti bicara tentang Surat Al-Kautsar. Di dalam surat terpendek ini, Allah SWT menegaskan betapa nikmat-Nya telah tercurah...

Read moreDetails
71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

April 27, 2026
54
Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5):  Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

April 27, 2026
40
Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

April 21, 2026
40
Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4):  Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

April 21, 2026
31
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
84
Next Post
Pasukan Israel Keluarkan Perintah Pembongkaran Kota Dekat Masjid Al-Aqsa

Pasukan Israel Keluarkan Perintah Pembongkaran Kota Dekat Masjid Al-Aqsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630