Di Tepi Barat, serbuan militer Israel masih berlanjut di Hebron, Qalqilya, Nablus, Yerusalem (Al-Quds) Timur, Yerikho, dan Ramallah. Pasukan Israel menangkap 18 orang hanya dalam semalam, termasuk dua perempuan di Yerikho. Sekarang, jumlah total warga Palestina yang telah ditangkap di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem (Al Quds) Timur berjumlah 7.020 orang. Penangkapan telah disebut sebagai salah satu bentuk hukuman kolektif yang paling umum.
Selain itu, pemusnahan rumah juga Israel lakukan sebagai bentuk hukuman kolektif. Semalam, pasukan Israel menyerbu rumah aktivis Palestina Fakhri Abu Diab, seorang juru bicara untuk lingkungan Silwan di Al-Quds Timur untuk menghancurkan rumahnya.
Sementara itu di wilayah Betlehem, Israel menyerang empat keluarga di Kaisan, timur Betlehem, pada Rabu (14/2). Kepala Dewan Desa Kaisan, Musa Abayat, mengatakan kepada WAFA bahwa sekitar 50 pemukim dari permukiman Ma’ale Amos, menyerang empat rumah di Kaisan. Dia menambahkan bahwa mereka menyerang rumah-rumah, mobil, dan tenda milik beberapa warga lokal dan memaksa mereka untuk meninggalkan rumah mereka di bawah todongan senjata.
Abayat juga menyoroti eskalasi serangan pemukim kolonial dalam beberapa hari terakhir, yang paling baru adalah serangan terhadap seorang perempuan Palestina, perampasan 40 ekor domba, sebuah kendaraan, dan traktor pertanian.
Kemudian di Salfit, pasukan Israel menyita peralatan bangunan dan menahan empat orang dalam serangan Israel ke kota Deir Ballut, di barat Salfit. Wali kota Deir Ballut, Samir Nimer, mengatakan bahwa pasukan Israel merazia kota tersebut dan menyita peralatan bangunan dari sebuah rumah yang sedang dibangun di daerah utara kota.
sumber:
https://mondoweiss.net
https://english.wafa.ps
https://english.wafa.ps
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








