Pembaruan RUU Sisdiknas Diharapkan Berdampak Positif

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berencana menghadirkan pembaruan wajib belajar 13 tahun dalam draf Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Pembaruan tersebut dinilai akan menciptakan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat pemerintah dalam merealisasikan visi Indonesia Emas 2045.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menjelaskan, keputusan Kemendikbud Ristek melakukan pembaruan wajib belajar, dari 9 tahun menjadi 13 tahun merupakan terobosan baru dalam pendidikan nasional. Dalam draf RUU Sisdiknas, ketentuan wajib belajar 13 tahun diatur pada pasal 7 ayat 2 huruf a dan b. Pasal itu menyebutkan bahwa wajib belajar pada pendidikan dasar bagi warga negara berusia 6 tahun sampai dengan 15 tahun. Adapun wajib belajar pada jenjang pendidikan menengah bagi warga negara berusia 16 tahun sampai 18 tahun.

Menurut Piter, kualitas SDM sangat menentukan tingkat produktivitas. Apabila kualitas SDM rendah, umumnya dicirikan dengan tingkat produktivitasnya yang rendah. Sebaliknya, SDM dengan pendidikan yang baik dapat memperbaiki tingkat produktivitas sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan ekonomi.

“Pendidikan itu elemen utama. Semua negara maju pasti dicirikan oleh perbaikan SDM,” kata Piter.

Selain itu, RUU Sisdiknas juga memasukkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari jenjang pendidikan formal. Ketentuan tersebut berdasarkan pasal 21 yang berbunyi bahwa jalur pendidikan formal terdiri atas jenjang pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, jenjang pendidikan menengah, dan jenjang pendidikan tinggi. Dengan demikian, akan semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sumber:

https://www.kompas.com

https://www.republika.co.id

https://www.antaranews.com

https://www.cnnindonesia.com

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Free Email Updates
We respect your privacy.

Leave a Reply