Warga Palestina memeriksa lokasi serangan udara Israel yang menghantam gudang obat-obatan di dekat tenda-tenda pengungsi di Deir el-Balah, Jalur Gaza tengah (1/8). Serangan di sekitar fasilitas kesehatan yang menjadi penopang hidup warga wilayah tersebut sedikitnya merenggut nyawa tujuh orang. [Mahmoud Issa/Reuters/Haaretz/Al Jazeera]Warga memeriksa kerusakan akibat serangan di Deir al-Balah, di tengah serangan udara Israel yang menargetkan Kota Gaza, Khan Younis, dan Deir al-Balah (2/8). Sedikitnya 13 orang terbunuh, termasuk lima anak. [Reuters/BBC/Al-Arabiya]
Pekerja teknologi di Gaza berupaya memperbaiki komputer menggunakan suku cadang dari perangkat yang rusak di tengah kehancuran infrastruktur (3/8). Di tengah tingkat pengangguran yang melampaui 80% dan kehancuran jaringan telekomunikasi serta sistem kelistrikan, pekerjaan daring dan kewirausahaan jarak jauh menjadi salah satu peluang langka untuk bertahan hidup dan mencari penghasilan. (BBC)
Warga Palestina mengikuti pemakaman massal di Kota Gaza untuk mengantar jenazah 112 anggota keluarga Hassayna dan Abu Sharia (4/8). Jasad para korban, termasuk sedikitnya 40 anak-anak, baru berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan gedung di lingkungan Sabra hampir tiga tahun setelah serangan udara Israel. [Jehad Alshrafi/AP/BBC/Al Jazeera/Al Monitor]Seorang pria berjalan melewati pasukan Israel saat penggerebekan di kamp pengungsi Qalandiya, selatan Ramallah (5/8). Pasukan Israel memasuki rumah dan toko, mengeluarkan ancaman pembongkaran, menangkap setidaknya 20 orang, serta melukai delapan warga yang dilarikan ke rumah sakit. [Zain Jaafar/AFP/ WAFA/ Al Jazeera]Insinyur pertanian Hassan Abu Latifa memperbaiki pemantik api di Khan Yunis (6/8). Akibat pembatasan pasokan dasar oleh Israel, harga satu pemantik api melonjak hingga 100 syekel (Rp500.000,00), memaksa warga mengandalkan jasa perbaikan dengan mengisi ulang menggunakan gas masak demi menyalakan api untuk memasak. [Doaa Albaz/ActiveStill]Warga memeriksa kerusakan akibat kebakaran menyusul serangan pemukim Israel di desa Palestina Tuba, Masafer Yatta, Tepi Barat yang diduduki (6/8). Dalam serangan tersebut, rumah-rumah dibakar, panel surya desa dihancurkan, grafiti bertuliskan bahasa Ibrani ditinggalkan di lokasi, dan enam warga Palestina mengalami luka-luka dengan lima di antaranya harus dirawat di rumah sakit. [Mosab Shawer/ActiveStill/+927 Magazine]Pasukan Israel berhadapan dengan sekelompok pemuda Palestina setelah menahan sebuah keluarga di dalam mobil mereka di tengah serbuan pemukim di Kota Tua Al-Khalil/Hebron, Tepi Barat (8/8). Keluarga tersebut dilarang melanjutkan perjalanan hingga para pemukim meninggalkan area itu, di tengah pembatasan ketat, penutupan toko, dan upaya perluasan permukiman di dekat Masjid Ibrahimi yang mengancam kebebasan bergerak warga Palestina. [Mosab Shawer/ ActiveStill/ WAFA]Tentara bersenjata Israel berpatroli di pasar Kota Tua Nablus, Tepi Barat yang diduduki (9/8). Tepi Barat menghadapi penggerebekan militer setiap hari dalam upaya masifnya perampasan lahan oleh pemukim kolonial. [Jaafar Ashtiyeh/AFP/ Arab News]Anak-anak Palestina duduk di tengah reruntuhan rumah milik Ahmed Ibrahim Abu Alian yang dihancurkan oleh pasukan Israel di Khirbet Khallat Al-Fara, dekat Yatta, Tepi Barat (10/8). Rumah yang dihuni oleh enam orang tersebut diruntuhkan dengan dalih tidak memiliki izin bangunan, di tengah meningkatnya pembongkaran rumah dan perampasan tanah seiring perluasan permukiman ilegal Otniel di dekatnya. [Mosab Shawer/ActiveStill]Pemukim Israel yang didampingi tentara berkumpul setelah mengejar dan menyerang petani Palestina yang sedang menggarap tanah mereka di desa Al-Mughayyir, Tepi Barat (11/8). Aparat keamanan Israel membiarkan aksi penyerangan tersebut serta menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah warga lokal yang berdatangan. [Oren Ziv/ActiveStill]Warga Gaza, Ahmed Abdulkarim Mustafa al-Saqili, bersama istri dan satu-satunya anak mereka yang selamat, Rezan, berada di dalam tenda darurat di kawasan al-Mawasi, Khan Yunis, Jalur Gaza (12/8). Setelah dibebaskan dari penjara Israel, Ahmed mendapati keenam anaknya telah gugur akibat perang, dan ia bersama istrinya sempat mengunjungi makam anak-anak mereka di Kota Gaza. [Mahmoud Abu Hamda/Anadolu/ TRT/ MEE/ Reuters]Pasien dialisis Basel Al-Dahdouh berada di dalam tenda keluarganya di Jalan Al-Shuhada, Kota Gaza pusat (13/8). Di tengah krisis kesehatan yang memburuk akibat blokade Israel, ayah empat anak yang mulai menjalani cuci darah sejak 2020 ini kesulitan mendapatkan obat-obatan dasar seperti vitamin kalsium dan suntikan penambah hemoglobin yang harganya melonjak drastis di pasaran. [Hussain Al-Jerjawi/+972 Magazine]Para pemukim Israel merayakan pendirian kembali permukiman Ganim dekat Jenin, Tepi Barat, yang sebelumnya dibongkar pada 2005 sebagai bagian dari rencana pelepasan (13/8). Langkah ini menyusul persetujuan pemerintah Israel atas pembangunan 18 permukiman baru di utara Tepi Barat, bersamaan dengan penggusuran paksa dan perusakan kamp pengungsi, bertujuan merombak lanskap geopolitik kawasan tersebut. [Oren Ziv/ActiveStill/WAFA/Anadolu]Tentara Israel menghalangi aktivis yang hendak mengirimkan pasokan ke rumah Qusai Abu Ridi di Qusra, Tepi Barat yang diduduki (14/8). Selama sepuluh hari, Abu Ridi bersama putranya terjebak di dalam rumah setelah pemukim mendirikan tenda di depan kediamannya, memutus pasokan air dan listrik, serta memblokir jalan sebagai bagian dari taktik perluasan permukiman untuk memaksa warga meninggalkan properti mereka. [Oren Ziv/ActiveStill/+972 Magazine]Seorang perawat, Mohammed Mutafer, dirawat di RS Pemerintah Al-Khalil (Hebron) setelah ditembak oleh pemukim Israel dalam serangan di Kota Sa’ir (15/8). Tembakan tersebut merusak tulang belakangnya dan menyebabkan kelumpuhan permanen. Namun Mutafer menegaskan bahwa luka tersebut tidak akan mematahkan tekadnya untuk tetap bertahan di Palestina. [Mosab Shawer/ActiveStill/WAFA/Arab News]Seorang anak berjalan di Kota Gaza membawa meja di punggungnya melewati para pekerja yang memilah reruntuhan bangunan untuk mendaur ulang materialnya (16/8). Di tengah krisis kemanusiaan yang mendalam dan serangan yang terus berlangsung meskipun gencatan senjata telah disepakati, warga Gaza berupaya bertahan dengan memanfaatkan sisa-sisa puing untuk kebutuhan masa depan. [Omar al-Qattaa/AFP/ MEE]Anggota kelompok “Gaza English Corner” berkumpul di sebuah taman di Kota Gaza (17/8). Di tengah reruntuhan, ancaman tank dan pesawat nirawak di sepanjang jalan raya Salah Al-Din, serta batas “Garis Kuning” yang mematikan, lebih dari 200 warga Palestina tetap mengikuti pertemuan mingguan demi menemukan rasa kemanusiaan di tengah perang. [Said Alsaloul/+972 Magazine/ Gaza English Corner]Dua lelaki Palestina mengawasi pergerakan tentara Israel dari atap rumah yang dikepung oleh pemukim kolonial di Qusra, Tepi Barat (18/8). Aktivis setempat melaporkan bahwa setiap hari desa-desa di sekitar Nablus menghadapi ancaman serangan pemukim, dengan upaya pengusiran sistematis yang melibatkan kolusi antara militer dan para pemukim. [Ilia Yefimovich/AFP/Getty Images/ CNN]Pelatih renang melompat ke dalam air untuk melatih anak-anak Palestina, termasuk para penyandang disabilitas amputasi dan anak-anak yatim piatu, dalam sesi latihan proyek “Waves of Hope” di sebuah kolam renang di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan (19/8). Melalui kegiatan renang ini, anak-anak korban perang tersebut dapat merasakan kebebasan bergerak, keberanian, dan momen keceriaan masa kecil di tengah keterbatasan. [Abdel Kareem Hanna/AP Photo/DW]Pijar kemerahan matahari terbenam menyinari Kubah Shakhrah (Dome of the Rock) di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang tampak dari Bukit Zaitun di Al-Quds (20/8). Di tengah ketegangan yang terus membayangi, Al-Aqsa tetap berdiri sebagai warisan budaya serta identitas sejarah yang mendalam bagi warga Palestina. [Mostafa Alkharouf/Anadolu/ MEE]Salem Muhanna menunjukkan benih kacang panjang putih di “Bank Benih Al Qarara” yang didukung oleh ICRC di Deir el-Balah, Jalur Gaza tengah (20/8). Di dalam tenda darurat, bank benih tersebut berupaya memulihkan stok benih lokal yang hancur akibat agresi demi menghidupkan kembali sektor pertanian dan melestarikan warisan agraris Gaza. [Bashar Thaleb/AFP/RTL/Al Monitor]Kendaraan polisi Israel terparkir di dekat lokasi pembakaran mesin tambang batu oleh pemukim bersenjata di dekat Al-Khalil, Tepi Barat yang diduduki (21/8). Rangkaian serangan pemukim dan penggerebekan militer telah melukai setidaknya 19 warga Palestina, sementara PBB mencatat lebih dari 2.300 warga Palestina terusir dari rumah mereka pada tahun ini akibat kekerasan pemukim yang kerap dibiarkan atau difasilitasi oleh otoritas Israel. [Mussa Qawasma/Reuters/Al Jazeera]Seekor kucing mendapatkan perawatan di sebuah klinik hewan di Kamp Pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza (22/8). Blokade dan serangan militer Israel yang berkelanjutan turut memicu krisis parah bagi hewan peliharaan maupun liar di wilayah kantong tersebut. Para dokter hewan berjuang merawat satwa yang mengalami malnutrisi dan penurunan daya tahan tubuh di tengah kelangkaan pakan serta pasokan medis. [Hassan Jedi/Anadolu/Reuters/TRT]Sebuah bola api membumbung tinggi menyusul serangan udara Israel di kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah (23/8/2026). Rangkaian serangan militer di Nuseirat, az-Zawayda, dan sepanjang Jalan Salah al-Din membunuh setidaknya tiga warga Palestina dan melukai sembilan lainnya. [Eyad Baba/AFP/MEE/ AL Jazeera]Warga Palestina berusaha memadamkan kebakaran di reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di Kota Gaza (24/8). Serangan udara dan tembakan tank Israel membunuh sedikitnya empat orang, termasuk dua anak-anak, di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk. [Jehad Alshrafi/AP Photo/Anadolu/Reuters]Anak-anak Palestina mandi di dalam wadah kecil untuk mendinginkan diri di Kota Gaza (24/8). Di tengah gelombang panas musim panas yang ekstrem, ribuan keluarga pengungsi yang tinggal di dalam tenda nilon darurat harus berjuang bertahan hidup tanpa fasilitas dasar, air, maupun listrik akibat blokade ketat dan serangan militer yang terus berlanjut. [Saeed M. M. T. Jaras/Anadolu/ Reuters]Anggota Knesset (parlemen) Israel, Zvi Sukkot, menggunakan palu godam untuk merusak monumen peringatan di Desa Madama, dekat Nablus, Tepi Barat (25/8). Tindakan politisi sayap kanan sekaligus pemukim kolonial tersebut menuai kecaman sebagai pelanggaran serius atas wewenang karena menyalahgunakan izin kunjungan yang dikawal pasukan Israel. [i24News/BBC/Haaretz/Arab News]Puluhan anak berkumpul di Pelabuhan Gaza untuk memprotes keputusan militer Israel yang menganggap layang-layang di Gaza sebagai ancaman (25/8). Juru bicara PBB menegaskan bahwa retorika Israel itu sangat keterlaluan dan mencerminkan eskalasi tindakan hukuman kolektif yang melanggar hukum internasional [Abdalhkem Abu Riash/Anadolu/ MEMO/ Al Jazeera]Pelayat mengusung peti mati seniman terkemuka Palestina, Sliman Mansour, saat pemakamannya di Birzeit, Tepi Barat yang diduduki (26/8). Mansour, yang wafat pada usia 79 tahun, meninggalkan warisan budaya dan seni rupa kontemporer yang mendalam tentang sejarah serta memori kolektif rakyat Palestina. [Wahaj Bani Moufleh/+972 Magazine/MEE/Al Jazeera]Petani Palestina merawat dan menanam benih lokal di Deir el-Balah, Jalur Gaza (27/8). Upaya ini dilakukan untuk menjaga hubungan dengan tanah, mempertahankan produksi pertanian, serta mencapai kemandirian di tengah kehancuran masif dan blokade Israel yang membatasi pasokan serta akses lahan. [Mohammed Ebu Redwan/Anadolu/ TRT Haber/ Reuters]Sekitar 370 anak Palestina berada di penjara Israel, di tengah masifnya kampanye penangkapan anak di Tepi Barat yang diduduki dan Al-Quds bagian timur. Menurut laporan Pusat Advokasi Tawanan Palestina pada 28 Agustus 2026, pasukan Israel telah menahan 276 anak sepanjang paruh pertama tahun ini di antara total lebih dari 9.400 tawanan. [The Arab Weekly/Anadolu/Palestine Chronicle]Demonstran membawa cabang zaitun dan layang-layang saat berjalan di tengah hujan deras di dekat Place de la Bastille, Paris, Prancis (29/8/2026). Aksi solidaritas pro-Palestina tersebut digelar untuk menuntut diakhirinya kekerasan di Gaza, menyerukan pembebasan para tawanan, serta mengecam pembatasan hak anak-anak Gaza bermain layang-layang. [Esra Taşkın/Anadolu/MEMO/ The New Arab]Pasukan Israel memperketat pembatasan di Desa Al-Mughayyir, Tepi Barat dengan menutup satu-satunya akses masuk yang tersisa selama 20 jam berturut-turut di tengah pengepungan yang telah berlangsung sekitar 20 hari (30/8). Sementara itu, penggerebekan militer dan serangan pemukim di berbagai wilayah, termasuk kamp pengungsi Al-Faraa dan Al-Bireh, mengakibatkan sejumlah warga sesak akibat gas air mata. [QNN/Palestine Chronicle]Sebuah ekskavator merobohkan bangunan milik warga Palestina dalam operasi militer Israel di kawasan Taawun Alawi, Nablus, Tepi Barat (31/8). Pasukan Israel mengerahkan alat berat untuk menghancurkan dua bangunan tiga lantai di ‘Area C’ sebagai bagian dari kampanye pembongkaran yang terus mendesak warga lokal. [Nedal Eshtayah/Anadolu/MEE/MEMO]
Adara Palestine Situation Report adalah dokumen ringkas dan faktual yang menyajikan perkembangan terbaru mengenai situasi kemanusiaan di Palestina. Laporan ini...