Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Rabu (17/12) memperingatkan bahaya serius akibat runtuhnya bangunan-bangunan rusak di Jalur Gaza seiring cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah tersebut. ICRC menegaskan bahwa struktur bangunan yang tidak aman itu menjadi ancaman langsung bagi keselamatan warga dan berkontribusi pada meningkatnya jumlah korban.
Dalam pernyataannya, ICRC menjelaskan bahwa ribuan warga sipil terpaksa tetap tinggal di rumah dan bangunan yang berisiko runtuh karena tidak adanya alternatif tempat berlindung yang layak. Kondisi ini semakin memperparah risiko kemanusiaan di seluruh wilayah Gaza.
ICRC menekankan urgensi untuk meningkatkan arus bantuan kemanusiaan ke Gaza serta menjamin keberlanjutannya guna memenuhi kebutuhan mendesak maupun jangka menengah. Bantuan tersebut mencakup penyediaan pangan, tempat tinggal, dan kebutuhan pokok lainnya, serta peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki infrastruktur vital yang mengalami kerusakan parah.
Selain itu, Palang Merah menegaskan pentingnya memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan dan disalurkan secara cepat serta aman ke seluruh wilayah Jalur Gaza, demi meringankan penderitaan warga di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan perang yang digambarkan sebagai genosida terhadap penduduk Gaza, dengan dukungan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Serangan tersebut ditandai dengan pembunuhan massal, kelaparan, penghancuran infrastruktur, pengungsian, dan penahanan massal, serta mengabaikan seruan internasional dan perintah Mahkamah Internasional (ICJ) untuk menghentikan penyerangan. Meskipun gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, Israel dilaporkan terus melanggar ketentuan perjanjian tersebut setiap hari.
Sumber: Qudsnen








