• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel Seni Budaya

Mimbar Nuruddin Zanky (800 tahun)

by Adara Relief International
April 15, 2018
in Seni Budaya
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Mimbar Nuruddin Zanky (800 tahun)
302
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dibuat tahun 564 H/1168 M

Atas prakarsa Nuruddin Zanki bin Imaduddin Zanki (511 H/1118 M -569 H/1174 M)
beliau bernadzar untuk meletakkan mimbar saat pembebasan Al-Aqsa dari pasukan Salib.

Tim pembuat mimbar :
Ibnu Dzofir al-Halby, Sulaiman bin Ma’aly, Hamid bin Dzofir, Fadoyil bin Yahya al-Halby, Abul Hasan bin Yahya al-Halby

Dibuat di Halb (Aleppo) Suriah

Nama lain Mimbar : Mimbar Shalahuddin Al-Ayyubi
Penerus perjuangan Nuruddin serta para pendahulunya dalam membebaskan Al-Aqsa.

27 Rajab 583 H/1187 M 19 tahun setelah mimbar dibuat. Shalahuddin dan pasukannya berhasil masuk dan memboyong mimbar Nuruddin dan meletakkannya di dalam Masjid Qibly

Filosofi Mimbar :
1. Mimbar Nuruddin adalah cara unik seorang tokoh panutan umat mempersiapkan kemenangan. Merupakan wujud keyakinan kuat akan kembalinya Masjid Al-Aqsa ke pangkuan umat meski saat itu terlihat mustahil.
2. Mimbar Nuruddin dibuat dengan cara inovatif dan unik. Merupakan lambang kesatuan umat. Memberi pesan kuat bahwa kemenangan bukan buah perjuangan individu semata atau sebuah prestasi sekejap mata; akan tetapi kemenangan merupakan buah perjuangan kolektif, melalui tahap demi tahap dan dengan kesungguhan tak terbatas dari generasi ke generasi.
3. Mimbar Nuruddin adalah simbol perang mental, memberi pesan kepada musuh bahwa pembebasan akan segera menyongsong dengan izin Allah
4. Kondisi berat penjajahan tidak memalingkan tujuan akan inti dari perjuangan yaitu pembebasan Al-Aqsa
5. Bersabar dengan waktu yang dibutuhkan dalam proses yang dilalui tahap demi tahap
6. Teladan dari Shalahuddin Al-Ayyubi yang melanjutkan nadzar Nuruddin memboyong Mimbar ke Masjid Al-Aqsa di hari pembebasannya. Sebuah sikap mengenyampingkan kepentingan popularitas pribadi dan pesan kuat bahwa perjuangan ini adalah bagian dari rangkaian perjuangan para pendahulu.

Karakter Mimbar :
a. Ukuran Mimbar :
tinggi 6 M
Lebar depan 1,12 M
Lebar samping 4 M
b. Ukiran tulisan pada mimbar terbagi dua :
1). Tulisan nama pemrakarsa dan tim pembuat
a) Di bagian kiri posisi khatib naik bertuliskan kaligrafi bahasa Arab yang artinya :
“Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dibuat atas prakarsa Hamba yang sangat membutuhkan rahmatNya, yang senantiasa mensyukuri nikmatnya, mujahid di jalanNya, yang selalu ribath (berjaga) demi tegaknya dienullah, Raja yang Adil Nuruddin, Sentra Islam dan Kaum Muslimin, pencegah kedzaliman orang yang berbuat dzalim. Abul Qosim Mahmud bin Zanki bin Aq Sanqor… pada sekitar tahun 564 H.”
di bagian bawah mimbar tertulis : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dibuat di masa Maulana Malik al-Adil ash-Shalih bin Muhammad Zanki”
b) Di pintu mimbar : nama-nama pembuat mimbar:
Ibnu Dzofir al-Halby, Sulaiman bin Ma’aly, Hamid bin Dzofir, Fadoyil bin Yahya al-Halby, Abul Hasana bin Yahya al-Halby
2).Tulisan ayat-ayat Al-Quran
a). Di bagian kanan posisi khatib naik mimbar : Tulisan Ayat Al-Quran An-Nahl 16 : 90 yang artinya :
“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil dan ihsan, menyantuni kerabat, mencegah perbuatan keji, kemunkaran dan pembangkangan, nasehat bagi kalian agar kalian ingat.”
b) Di bagian atas tempat khatib berdiri dan di bagian tempat duduk khatib sisi kiri dan kanannya bertuliskan ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang pentingnya memakmurkan rumah Allah dengan dzikir, doa dan berdakwah kepada Allah
c. Bentuk ukiran simbol-simbol
Simbol-simbol di sisi-sisi mimbar melambangkan orbit bumi, Merkurius dan Jupiter. Terdapat bentuk persegi di bagian lain sisi mimbar melambangkan hubungan antara bumi dan bulan dan bentuk bulan yang membesar.

Keistimewaan Mimbar :
1. Merupakan karya seni Islam bernilai tinggi
2. Mengandung banyak makna dibalik detail ukirannya yang melambangkan pola pikir Islam abad 12.
5. Bagian luar dan dalam pintu mimbar memiliki dua pola ukiran yang berbeda
6. Dibuat dari kayu eboni sebanyak kurang lebih 16.500 keping dengan ornamen gading.
7. Disusun dengan sistem interlock (pasak, tanpa paku dan lem)
8. Dibuat oleh para pakar. Mimbar asli dibuat selama kurang lebih 3 tahun, oleh 4 orang seniman tersohor di Damaskus.

Pembakaran Masjid Qibly Dan Mimbar Nuruddin

Pada 1389 H/ 21 Agustus 1969 M
Seorang Yahudi berkebangsaan Australia Dennis Michael Rohan membakar hampir sepertiga Masjid Qibly termasuk mimbar Nuruddin hingga menjadi debu dan hanya menyisakan kepingan-kepingan kecil yang kini tersimpan di arsip Lembaga Wakaf Masjid Al-Aqsa.

0aa8db17-4d3d-4496-ab6b-ee31ca5057fb

Proyek Pembuatan Mimbar Baru

28 Agustus 1993 setelah 38 tahun mimbar dibakar, Raja Husein bin Thalal dari Yordan memerintahkan pembuatan mimbar baru pengganti mimbar Nuruddin dengan bentuk dan cara pengerjaan yang sama persis.

Sejak 1993- hingga 2002 proyek penelitian tentang mimbar pimpinan Deputi Dekan Fakultas Seni Tradisional Islam Universitas Balqa , Yordania, Ir. Munawar Muhaidi dimulai untuk membuat rancangan mimbar baru (replika).
Referensi penelitian diambil dari buku pola seni Islam yang ditulis oleh profesor seni arsitektur Inggris Keith Crichlow dan juga dari perpustakaan besar dunia Kongres di Amerika Serikat dan museum besar di London serta museum-museum lainnya yang terdapat di beberapa ibukota di Eropa untuk membuat mimbar baru dengan teknik dan bentuk yang sama dengan aslinya.

Setelah Raja Husein bin Thalal wafat, proyek dilanjutkan Raja Abdullah II bin Husein dengan membiayai seluruh proyek yang mencapai 2 juta US Dolar

Fakultas Seni Tradisional Islam Universitas Balqa, Yordan mengadakan lomba bagi seluruh ahli ukir dan seniman dari berbagai negara untuk menemukan ahli ukir yang akan tergabung dalam tim pembuat Replika Mimbar

Indonesia menjadi salah satu negara peserta lomba melalui Institut Teknologi Bandung (ITB)

Atas prakarsa Alm. Bapak Mahmud Bukhori dan beberapa rekan alumni ITB dari Desenta dan Birano, Indonesia mengirimkan sample ukiran sebagai salah satu peserta lomba

Sampel ukiran tangan tim Indonesia terpilih sebagai pemenang dan berhak bergabung dengan tim dari negara lainnya.

Tim Indonesia yang tergabung dalam tim adalah :
Abdul Mutholib, Zaenal Arifin dan Ali Ridho, Sarmidi dan Mustafid Dinul Aziz warga Desa Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Maret 2002 Pembuatan Replika Mimbar Nuruddin dimulai.
Proyek dipimpin Mahmud al-Balbisy bersama tim berjumlah 24 orang berasal dari Yordan, Turki, Indonesia, Mesir, Inggris dan Al-Jazair.

Tahun 2007 Replika mimbar selesai dibuat. Tim Indonesia menjadi tim pertama yang berfoto di samping mimbar baru

Baca Juga

Pusat Rekreasi Gaza Ini Terbuat dari Sampah

Bisnis Beauty Oil Khusus Wanita Gaza

23 Januari – 1 Februari 2007 selama 10 hari perwakilan Tim Indonesia menjadi bagian dari tim yang ikut dalam penyusunan bagian-bagian mimbar langsung di Masjid Qibly di bawah pengawasan ketat tantara Israel.

Replika mimbar kembali berdiri dengan megah di Masjid Qibly di dalam komplek Masjid Al-Aqsa.

Adara Relief International menelusuri Jejak Tim Indonesia Pak Thalib dkk

Hingga Juni 2017 (Ramadhan 1438 H) nyaris tidak ada satupun bangsa Indonesia yang mengenali Pak Thalib dkk dan peran besarnya dalam pembuatan replika Mimbar Nuruddin. Berbekal informasi dari Dr. Amal Khalifa pakar Al-Aqsa dan melalui perantara Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Pramono Aristiyanto, Adara Relief International menjadi lembaga Indonesia pertama yang menemukan jejak Pak Thalib dkk.

Semoga semua ikhtiar ini menjadi catatan sejarah penting bagi bangsa Indonesia dalam perannya memerdekan Palestina dan membebaskan Masjid Al-Aqsa

disusun oleh :
Bannasari, Bidang Kajian
Adara Relief International dari berbagai sumber

ShareTweetSendShare
Previous Post

JADWAL ACARA IBF

Next Post

Semangat Anak Palestina Menular ke Anak Indonesia

Adara Relief International

Related Posts

Peran Palestina terhadap Kemerdekaan Indonesia
Artikel

Peran Palestina terhadap Kemerdekaan Indonesia

by Adara Relief International
Agustus 11, 2024
0
10k

Peran Palestina terhadap Kemerdekaan Indonesia - Di tengah kemeriahan rakyat Indonesia dalam merayakan kemerdekaan yang ke 78, mari kita mengingat...

Read moreDetails
Inspiratif, Sosok Ayah Hebat yang Rela Berjuang Keras untuk Anaknya yang Istimewa

Inspiratif, Sosok Ayah Hebat yang Rela Berjuang Keras untuk Anaknya yang Istimewa

Januari 14, 2023
1.3k
Pusat Rekreasi Gaza Ini Terbuat dari Sampah

Pusat Rekreasi Gaza Ini Terbuat dari Sampah

Oktober 7, 2021
44
Bisnis Beauty Oil Khusus Wanita Gaza

Bisnis Beauty Oil Khusus Wanita Gaza

Oktober 7, 2021
31
Thobe: Pakaian Tradisional Palestina yang Kaya Makna

Thobe: Pakaian Tradisional Palestina yang Kaya Makna

Juli 28, 2025
2.9k
“Thobe”, Simbol Perjuangan dan Nasionalisme yang Terbalutkan dalam Sebuah Pakaian Khas Palestina

“Thobe”, Simbol Perjuangan dan Nasionalisme yang Terbalutkan dalam Sebuah Pakaian Khas Palestina

Oktober 7, 2021
853
Next Post
Semangat Anak Palestina Menular ke Anak Indonesia

Semangat Anak Palestina Menular ke Anak Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630