Negosiasi Gaza kembali berlangsung di Kairo pada Ahad (7/06). Pertemuan ini menjadi hari kedua konsultasi antara faksi-faksi Palestina dan para mediator dari Mesir, Qatar, serta Turki. Tujuannya adalah mendorong pelaksanaan fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Menurut sumber yang dikutip media Mesir, para pihak memulai putaran baru negosiasi Gaza untuk membahas mekanisme penerapan tahap kedua Perjanjian Sharm El-Sheikh. Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan dari seluruh faksi Palestina.
Mesir, Qatar, dan Turki terus melakukan upaya intensif untuk mengatasi kebuntuan yang menghambat implementasi kesepakatan. Sebelumnya, Hamas mengumumkan bahwa negosiasi Gaza telah mulai sejak Sabtu guna menyelesaikan tahap pertama dan melanjutkan ke tahap berikutnya.
Pada September lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan rencana gencatan senjata dalam 20 poin. Rencana itu mencakup pembebasan tawanan Israel, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, serta penempatan pasukan stabilisasi internasional. Selain itu, rencana tersebut juga menyerukan pelucutan senjata Hamas.
Tahap pertama kesepakatan mencakup penghentian sementara pertempuran dan pertukaran tahanan. Namun, sumber Palestina menyebut Israel masih melakukan pelanggaran hampir setiap hari. Karena itu, negosiasi ini menghadapi tantangan besar meski gencatan senjata telah berlaku.
Dalam tahap kedua, Israel diharapkan melakukan penarikan pasukan lebih lanjut dari wilayah Gaza. Sementara itu, pasukan internasional akan mengambil peran keamanan, termasuk memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi.
Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel masih berlanjut. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 961 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 3.000 lainnya terluka sejak saat itu.
Hingga kini, keberhasilan negosiasi Gaza menjadi harapan utama untuk menghentikan penderitaan warga serta mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali wilayah tersebut.







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)