Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mengatakan pada Rabu (23/11) bahwa otoritas pendudukan Israel telah mengeluarkan izin untuk membuat rencana tanah di dekat Salfit, yang disita dengan menyatakannya sebagai “tanah negara”. Komisi mengatakan dalam siaran pers bahwa “Administrasi Sipil”, perpanjangan tangan pendudukan militer Israel, memberikan izin perencanaan dan penggunaan tanah dari Desa Bidya dan Kufr al-Dik di Provinsi Salfit, dengan luas lebih dari 360 dunam, yang disita dengan menyatakannya sebagai “tanah negara” pada 1984. Dikatakan bahwa langkah tersebut berarti Israel melanjutkan untuk melegitimasi pos permukiman ilegal Tal Shahrit di daerah itu.
Pekan lalu, Administrasi Sipil memberikan izin serupa untuk 320 dunam tanah di desa al-Khader, Nahalin, dan Irtas di Kegubernuran Bethlehem untuk mencaploknya ke permukiman ilegal Daniel, Eliazar, dan Efrat. Mereka mencatat bahwa daerah-daerah tersebut dinyatakan sebagai “tanah negara” pada 2014. Pada pertengahan bulan lalu, otoritas pendudukan memindahkan sekitar 616 dunam tanah dari Desa Qaryout, al-Lubban, dan al-Sawiya di Provinsi Nablus untuk menambah luas permukiman Eli.
Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mengatakan bahwa langkah-langkah ini membuktikan bahwa Israel bermaksud untuk mengontrol tanah Palestina dengan berbagai dalih, termasuk langkah-langkah hukum dan administratif, yang hanya merupakan awal dari pencaplokan tanah-tanah ini untuk tujuan permukiman.
Moayad Shaaban, ketua Komisi, mengatakan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk mengontrol tanah dan mencegah warga Palestina menggunakan tanah tersebut. Ia menambahkan bahwa otoritas pendudukan pertama-tama menyatakan tanah tersebut sebagai tanah negara dan kemudian mengubahnya menjadi proyek permukiman. Administrasi Sipil memberikan tiga izin perencanaan untuk area yang diperkirakan 1.300 dunam tanah Tepi Barat dalam upaya untuk melegitimasi pos-pos permukiman atau memindahkannya untuk memperluas wilayah permukiman yang ada.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








