Para pemimpin Kristen Palestina memperingatkan akan lenyapnya salah satu komunitas Kristen tertua di dunia. Peringatan ini muncul seiring dengan berlanjutnya teror oleh pemukim Israel terhadap desa-desa kuno di Tepi Barat.
Beit Jala, sebuah kota Kristen di sebelah barat Betlehem, telah mempertahankan keberadaan umat Kristen yang tak terputus sejak abad ke-3. Penulusuran menunjukkan bahwa penduduk Beit Jala terhubung ke komunitas berbahasa Aram. Gereja, sekolah, serta rumah-rumah di sana telah berdiri selama beberapa generasi. Namun, keberadaan itu kini terancam oleh Israel.
Penduduk Beit Jala, yang saat ini menjadi rumah bagi sekitar 11.000 umat Kristen, terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Para pemukim Israel telah merebut lahan di sekitarnya dan mencegah akses ke lahan pertanian dan kebun zaitun. Penduduk setempat melaporkan pelecehan dan kekerasan, di samping meningkatnya pembatasan pergerakan dan kemiskinan di bawah pendudukan Israel.
Penargetan Israel terhadap umat Kristen Palestina adalah bagian dari sejarah panjang pembersihan etnis. Pada abad ke-4, Eusebius dari Caesarea, “Bapak Sejarah Gereja”, menyusun Onomasticon, sebuah buku catatan rinci tentang desa-desa Kristen dan alkitabiah di seluruh Palestina. Catatannya mendokumentasikan puluhan komunitas Kristen yang berkembang pesat dan tersebar di seluruh wilayah tersebut, termasuk kota-kota seperti Beit Jala, Betlehem, dan Nazaret, bersama dengan desa-desa yang lebih kecil.
Lebih dari 1.600 tahun kemudian, sejarawan dan kartografer Palestina, Dr. Salman Abu Sitta, mengunjungi kembali desa-desa yang sama. Ia memetakan keberadaan umat Kristen selama berabad-abad dan menemukan bahwa banyak kota dan desa kuno ini telah mengalami pembersihan etnis selama Nakba 1948. Penelitiannya menunjukkan bahwa komunitas Palestina Kristen dan Islam diusir secara sama rata. Israel menodai atau merusak gereja-gereja mereka, dan rumah-rumah mereka berganti dengan kota-kota Israel yang mereka bangun di atas reruntuhan.
Sumber: Middle East Monitor








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)