• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Mei 10, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kisah Inspiratif: Teman (Difabel) Bisa Sukses

by Adara Relief International
November 10, 2022
in Berita Kemanusiaan, Sosial EKonomi
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Kisah Inspiratif: Teman (Difabel) Bisa Sukses
100
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Menjadi difabel berarti berhadapan dengan paradigma berpikir yang kerap mendiskriminasi golongan ini, meskipun secara legal hak teman difabel di Indonesia diatur dalam UU No. 8 tahun 2016. Hal ini sebab penerapan UU tersebut belum maksimal. Secara internasional, hak-hak teman difabel pun baru diakui melalui Konvensi PBB yang dibentuk pada 2006 dan diratifikasi pada 2011. Konvensi PBB ini menjadi titik mula peran negara dalam mengakui hak teman difabel.  

Teman difabel memiliki kebutuhan yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Apalagi ketika masuk ke ranah pekerjaan. Masih sedikit lapangan kerja yang terbuka bagi para teman difabel, meskipun Undang-Undang Tentang Penyandang Disabilitas sesungguhnya mewajibkan instansi pemerintah dan swasta menyediakan kuota bagi teman difabel.   Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan bahwa partisipasi angkatan kerja teman difabel di Indonesia masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh masih terbatasnya ketersediaan lapangan kerja dan diskriminasi serta stigma bagi teman difabel di dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2020 mencatat jumlah penduduk usia kerja teman difabel sebanyak 17,74 juta orang.

Adapun ketersediaan lapangan kerja bagi teman difabel lebih banyak di sektor pelayanan, jasa dan ritel dibanding sektor industri. Menurutnya, rendahnya partisipasi di sektor industri, dipengaruhi oleh beberapa permasalahan seperti tidak tersedianya aksesibilitas di lingkungan kerja, kesenjangan sosial, dan pelatihan pendidikan yang tidak inklusif. Berdasarkan data pada 2020, teman difabel yang tinggal di pedesaan justru memiliki peluang lebih besar  untuk bekerja dibandingkan yang ada di perkotaan. Hal ini disebabkan karena daerah pedesaan memiliki ketersediaan lapangan kerja di sektor tradisional dengan keterampilan rendah.

Prihatin dengan lapangan kerja bagi para teman difabel, seorang perempuan Makassar, Pratiwi Hamdhana (30 tahun), memiliki ide untuk memberdayakan para teman difabel sembari membuka bisnis yang tak sekadar kegiatan sosial. Pratiwi menemukan fakta mengejutkan. “Ternyata Sulawesi Selatan itu adalah satu dari tiga provinsi dengan jumlah teman difabel terbesar,” katanya. Dari sanalah, ia lalu membangun usaha Tenoon, yang bergerak di bidang suvenir berbahan dasar kain tenun khas Indonesia timur. Dalam membangun bisnisnya, Pratiwi mengajak para teman difabel untuk menjadi penjahit dan partner.

Data tiga provinsi dengan penyandang disabilitas terbanyak di Indonesia (Foto: tangkapan layar BPS)

Dengan cara berbeda, Anjas Pramono tergugah untuk memberdayakan teman difabel. Aplikasi kamus bahasa isyarat jadi medianya. Hasil karya warga Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah, itupun berbuah penghargaan dari Pemerintah Amerika Serikat. Anjas sendiri merupakan seorang difabel. Ia didiagnosis dengan penyakit tulang bernama Osteogenesis Imperfecta. Penyakit itu membuat tulang Anjas keropos dan rapuh hingga membuatnya harus berjalan menggunakan tongkat.

Namun, ia tak patah semangat. Berawal dari keinginannya untuk belajar bahasa isyarat, Anjas menciptakan aplikasi bernama Difodeaf, yang merupakan singkatan dari Dictionary for Deaf. Hal tersebut berawal ketika Anjas menemukan kamus bahasa isyarat keluaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2004. Sayang, kamus itu sungguh tak praktis. “Beratnya 2,5 kilogram dengan total hampir 500 halaman,” kenang Anjas. Ia ingin agar kamus itu juga dapat diakses mudah oleh nondifabel.

“Supaya lebih efektif untuk teman-teman awam. Jadi, tidak terbatas untuk teman-teman difabel. Karena kan kita nggak bisa maksa. Jadi, harus diri kita sendiri yang mengedukasi masyarakat agar bisa bahasa isyarat,” ujar Anjas. Selain Difodeaf, Anjas juga membuat aplikasi bernama Locable (Location for Difable) yang berguna untuk penyandang disabilitas mengakses tempat yang ramah untuk mereka. Anjas juga kemudian merancang aplikasi Jubilitas untuk memberi ruang kepada teman difabel berwirausaha. 

Berbagai penghargaan telah ia dapatkan berkat ide dan penemuannya. Anjas mengatakan keberhasilannya meraih berbagai prestasi seharusnya menjadi bukti, teman difabel mampu berprestasi jika diberikan kesempatan. Menurutnya, yang terpenting bagi para teman difabel adalah kesempatan yang sama.

Kadek Wiwindari (31 tahun) seorang penyandang disabilitas asal Bali juga tak pantang menyerah meski memiliki keterbatasan fisik. Winda, sapaan akrabnya menderita kelainan genetik bernama muscular dystrophy yakni penyakit yang membuat beberapa bagian tubuhnya kehilangan kekuatan untuk digerakan. Dengan keterampilannya melukis di atas kanvas, Winda berhasil meraup pundi-pundi rupiah, hingga dapat menghidupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Karya lukisan yang dihasilkan olehnya memiliki obyek yang didominasi dengan tema kehidupan orang Bali, seperti Tari Bali, panen padi, hingga kehidupan pasar. Tidak pernah mengikuti les menggambar ataupun pendidikan formal, kemampuan otodidaknya ini membuat lukisan yang rapi dan cukup detail tak kalah dari karya pelukis pada umumnya. 

Lukisan Winda sudah cukup banyak memiliki peminat, baik peminat dalam maupun luar negeri. Dalam sebulan, Winda biasanya dapat menjual sebanyak 2 lukisan dengan harga yang bervariasi, tergantung ukuran.. “Untuk beberapa tahun ini tiap bulan ada saja yang membeli. Sebulan dapat terjual 2 lukisan ukuran besar, bervariasi harganya yang besar kisaran Rp 3-4 juta, hasil penjualannya juga saya sisihkan 10 persen untuk donasi, untuk membantu teman difabel lainnya yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sumber:

https://www.dw.com

https://www.liputan6.com

https://perpustakaan.bappenas.go.id

https://kemnaker.go.id

https://www.cnnindonesia.com

https://www.detik.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca Juga

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Indonesia
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perempuan Peneliti Palestina Raih Penghargaan Buku Palestina Internasional

Next Post

WHO: 15 Ribu Orang di Eropa Meninggal Karena Cuaca Panas

Adara Relief International

Related Posts

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis
Berita Kemanusiaan

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

by Adara Relief International
Mei 8, 2026
0
20

Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan krisis obat dan perlengkapan medis di Jalur Gaza semakin memburuk. Dalam pernyataan pada Kamis, kementerian menyebut...

Read moreDetails
Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Mei 8, 2026
22
Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Mei 8, 2026
20
Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Mei 8, 2026
15
PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

Mei 8, 2026
31
Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Mei 7, 2026
25
Next Post
WHO: 15 Ribu Orang di Eropa Meninggal Karena Cuaca Panas

WHO: 15 Ribu Orang di Eropa Meninggal Karena Cuaca Panas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630