• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Mei 5, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kepala UNRWA: Situasi Mengerikan tengah Dihadapi Pengungsi Palestina

“Tanpa campur tangan negara-negara anggota, UNRWA akan runtuh dan menjerumuskan jutaan warga Palestina ke dalam kekacauan,”

by Adara Relief International
November 7, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hubungan Internasional dan Politik, Hukum dan HAM, International, News
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kepala UNRWA:  Situasi Mengerikan tengah Dihadapi Pengungsi Palestina

Philippe Lazzarini memperingatkan pada sesi Majelis Umum PBB tentang badan tersebut setelah Israel melarang aktivitasnya. [Anadolu Agency]

22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan situasi mengerikan yang dihadapi pengungsi Palestina dan menekankan perlunya mendesak intervensi internasional, Anadolu Agency melaporkan.

“Tanpa campur tangan negara-negara anggota, UNRWA akan runtuh dan menjerumuskan jutaan warga Palestina ke dalam kekacauan,” Philippe Lazzarini memperingatkan pada sesi Majelis Umum PBB tentang Badan tersebut setelah Israel melarang aktivitasnya.

Lazzarini mencatat bahwa langkah legislatif terkini oleh Knesset atau parlemen Israel dengan menargetkan UNRWA sebagai “tujuan agresi”, dimaksudkan untuk membongkar layanan UNRWA.

Baca Juga

Israel Tahan Dua Aktivis Flotilla Gaza

8.000 Jenazah di Gaza Masih Tertimbun Reruntuhan

Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melemahkan misi UNRWA, tetapi juga bertujuan untuk “menghapus hak Palestina dalam menentukan nasib sendiri dan menghilangkan aspirasi untuk solusi politik yang adil dengan “mengubah secara sepihak parameter yang telah lama ditetapkan dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.”

Israel telah berulang kali menyamakan staf UNRWA dengan anggota Hamas dalam upaya untuk mendiskreditkan mereka, tanpa memberikan bukti atas klaim tersebut. Israel kemudian melobi keras  agar UNRWA ditutup karena merupakan satu-satunya badan PBB yang memiliki mandat khusus untuk mengurus kebutuhan dasar pengungsi Palestina. 

Menurut Israel, jika badan tersebut tidak lagi ada, maka masalah pengungsi seharusnya dianggap selesai, dan hak sah bagi pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka tidak lagi diperlukan. Israel telah menolak hak untuk kembali (right of return) tersebut sejak akhir 1940-an, meskipun keanggotaannya di PBB awalnya disetujui dengan syarat bahwa pengungsi Palestina diizinkan kembali ke rumah dan tanah mereka.

Lazzarini menggambarkan Jalur Gaza sebagai “distopia yang mengerikan,” yang hancur akibat “pengeboman terbesar terhadap penduduk sipil sejak Perang Dunia II.”

Ia mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan juga menjadi sangat terbatas, yang mengakibatkan kemiskinan meluas.

“Warga Palestina dibakar dan dikubur hidup-hidup oleh serangan udara (Israel),” sementara pengepungan brutal, serangan terhadap rumah sakit, dan penahanan pria serta anak-anak di lokasi rahasia semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza,” ujarnya.

Menyoroti kekerasan yang meluas di Tepi Barat yang diduduki, Lazzarini berkata, “Kekerasan pemukim dan serangan militer terjadi setiap hari. Infrastruktur publik dihancurkan, yang secara sengaja memberikan hukuman kolektif kepada warga Palestina.”

Ia menekankan bahwa ekonomi Palestina berada di ambang kehancuran, dan menambahkan bahwa “selama setahun terakhir, UNRWA telah menjadi penyelamat bagi rakyat Gaza. UNRWA adalah satu-satunya penopang kehidupan mereka yang masih bertahan.”

“Membubarkan UNRWA tidak akan menghapus status pengungsi Palestina. Status ini tetap ada terlepas dari keberadaan UNRWA, namun penghapusan tersebut akan berdampak buruk bagi kehidupan dan masa depan mereka,” jelasnya.

Menyoroti jumlah korban di kalangan staf, ia menyatakan: “Setidaknya 239 personel UNRWA telah terbunuh, lainnya ditahan dan dilaporkan disiksa, serta lebih dari dua pertiga fasilitas kami rusak atau hancur.”

Lazzarini mendesak negara-negara anggota untuk segera bertindak mencegah “implementasi undang-undang yang merugikan UNRWA” serta meminta agar setiap rencana transisi politik mencakup peran UNRWA.

“Terakhir, saya memohon agar negara-negara anggota agar mempertahankan pendanaan untuk UNRWA dan tidak menahan atau mengalihkan dana dengan asumsi bahwa badan ini tidak dapat beroperasi lagi,” tambahnya.

Presiden Majelis Umum, Philemon Yang, mendesak negara-negara anggota untuk menghormati hukum internasional, Piagam PBB, dan resolusi PBB.

“Oleh karena itu, saya mendesak pemerintah Israel untuk mematuhi kewajiban hukum internasionalnya dan mengizinkan UNRWA melanjutkan pekerjaannya yang penting di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, termasuk di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur, sebagaimana diamanatkan oleh majelis ini,” katanya.

 

Sumber:

https://www.aa.com.tr

https://www.aljazeera.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Adara Salurkan Bantuan Sembako dan Air Bersih untuk 265 Keluarga Palestina yang Terdampak Agresi Israel di Lebanon

Next Post

Anak Palestina Usia 3 Tahun Diserang Anjing Tentara Israel

Adara Relief International

Related Posts

Israel Tahan Dua Aktivis Flotilla Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Tahan Dua Aktivis Flotilla Gaza

by Adara Relief International
Mei 4, 2026
0
11

Israel membebaskan sebagian besar aktivis yang mereka tahan setelah mencegat misi bantuan Global Sumud Flotilla, namun masih menahan dua orang...

Read moreDetails
8.000 Jenazah di Gaza Masih Tertimbun Reruntuhan

8.000 Jenazah di Gaza Masih Tertimbun Reruntuhan

Mei 4, 2026
12
Usulan Pengelolaan Gaza Ditolak AS-Israel

Usulan Pengelolaan Gaza Ditolak AS-Israel

Mei 4, 2026
12
Kantor Media Gaza Catat 377 Pelanggaran Gencatan Senjata

Kantor Media Gaza Catat 377 Pelanggaran Gencatan Senjata

Mei 4, 2026
11
Pendudukan Israel di Gaza Capai 59 Persen

Pendudukan Israel di Gaza Capai 59 Persen

Mei 4, 2026
14
Pekerja Gaza Tuntut Hak Kerja dan Pangan

Pekerja Gaza Tuntut Hak Kerja dan Pangan

Mei 4, 2026
11
Next Post
Anak Palestina Usia 3 Tahun Diserang Anjing Tentara Israel

Anak Palestina Usia 3 Tahun Diserang Anjing Tentara Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630